Kepala Desa Dimoro Totok Suprapto menuturkan, bahwa desanya merupakan satu dari 2 Pertades yang ada di Kabupaten Grobogan.
“Desa Dimoro merupakan satu dari 2 Pertades yang ada di Kabupaten Grobogan dengan proses perijinan semua sudah lengkap dan kini proses akhir penyelesaian,” tutur Kepala Desa Dimoro Totok Suprapto saat ditemui di ruang kerjanya kemarin Senin (12/4/2021).
Dikatakan Totok, bahwa Pertades merupakan bagian dari usaha yang ada di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Dengan menggandeng Pertamina dan para investor, Bumdes Dimoro telah membentuk kerjasama bagi hasil dalam pengelolaannya,” katanya.
Totok menjelaskan, bahwa sesuai dalam nota kesepakatan antara 3 pihak, telah ditetapkan ketentuan bagi hasil yakni, 10% untuk Bumdes, 20% Pertamina dan 70% keuntungan milik investor.
“Mahalnya biaya pembangunan Pertades ini, mengharuskan BUMDes menggandeng pihak investor untuk mewujudkan rencananya, mengingat minimnya alokasi anggaran dana desa,” jelasnya.
Diungkapkan Totok, bahwa pembangunan infrastruktur dan pengadaan lokasi untuk pembebasan tanah menelan biaya hingga 400 juta lebih.
"Mengingat besarnya anggaran pembangunan Pertades ini, maka kami telah menggandeng para investor," jelasnya.
Terkait dengan nasib para pemilik pertamini di sekitar desa, Kepala Desa Dimoro menandaskan, bahwa dengan beroperasinya Pertades di Desanya, justru bertujuan untuk membantu mereka.
“Dengan dibangunnya Pertades ketersediaan pasokan BBM bagi masyarakat, khususnya pemilik Pertamini nantinya lebih mudah dan dekat. Mereka akan mendapatkan harga khusus sehingga mereka tetap masih untung,” tandasnya.
Lebih lanjut Kades menegaskan, bahwa keberadaan Pertades di desanya juga berdampak positif, bukan hanya warganya saja, namun harapannya juga bermanfaat bagi desa - desa lain yang belum ada Pertades.
“Mereka bisa menikmati kemudahan dalam mendapatkan harga BBM yang standar dan lebih dekat bila dibandingkan harus membeli ke SPBU utama yang berjarak puluhan kilometer dari desanya,” tegasnya.
Totok berharap dengan dibangunnya Pertades milik BUMDes, nantinya sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) dapat lebih meningkat, sehingga diharapkan kesejahteraan masyarakatpun lebih bisa ditingkatkan lagi.
“Saat ini PADes Desa Dimoro didukung oleh Pasar Desa, Toko Sembako milik Desa, GOR Rakyat dan sumber- sumber pendapatan lainnya,” pungkasnya. (Hari/red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar