FOTO : Kepala Bidang Industri Disdagperinkop dan UKM Kabupaten Kapuas, Ferdinan Junarko mengatakan pada masa pandemi Covid-19 permintaan kerajinan rotan menurun.
KAPUAS, suarakpk.com – Akibat pandemi Covid-19 yang begitu
berkepanjangan, sektor kerajinan rotan mengalami penurunan pesanan, terutama
untuk memproduksi tikar dari rotan yang diekspor melalui Banjarmasin yang
mengalami penurunan berdasarkan permintaan dari asia (Jepang dan China).
Plt
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
(Disdagperinkop dan UKM) Kabupaten Kapuas, Batu Panahan melalui Kepala Bidang
Industri, Ferdinan Junarko SE MA mengatakan, pandemi Covid-19 ini sangat
bersampak besar bagi masyarakat terutama para pengrajin rotan.
Lebih
lanjut Ferdinan mengungkapkan, untuk pesanan-pesanan tahun lalu pun belum
sempat diekspor atau dikirim sehingga tikar-tikar ini masih ada pada pengrajin.
Kemudian upaya sekarang dari Pemerintah Daerah walaupun dimasa Covid-19, yaitu
pihaknya tetap memberikan kesempatan membina pengrajin-pengrajin yang ada di
Kabupaten Kapuas.
“Untuk
itu beberapa waktu yang lalu kita sempat melakukan pelatihan bekerja sama
dengan tenaga instruktur dari Yoygakarta, untuk melakukan kreasi rotan dan
kulit sehingga dapat menumbuhkan kembali semangat para pengrajin supaya dapat
terus memproduksi, untuk memulihan kembali permintaan terhadap produk-produk
dari rotan”. Terangnya, Kamis (28/01/2021).
Ia
pun menyampaikan, untuk produksi rotan yang sudah terbentuk, terdapat di Desa
Pulau Telo Baru maupun Desa Pulau Telo Lama dan ada juga yang langsung
memasarkan produk ini, tepatnya di Kecamatan Kapuas Barat khususnya Kelurahan
Mandomai dan Desa Saka Mangkahai.
“Harapan
kita bagi pengrajin yang sudah dibina serta ada juga bantuan dari Pemerintah
Daerah, baik itu dalam bentuk peralatan teknologi sehingga nantinya bisa terus
mengembangkan produksinya sebab produk dari rotan ini sangat menjanjikan”. Ungkapnya.
(hms/nto)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar