Sekretaris komisi D DPRK Minta Disperindag Mengecek terjadinya Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram di Aceh Timur - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


01 Agustus 2020

Sekretaris komisi D DPRK Minta Disperindag Mengecek terjadinya Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram di Aceh Timur

M.Yahya Sekretaris komisi D DPRK Aceh Timur.

Aceh Timur/suarakpk com-Sekretaris komisi D DPRK Aceh Timur, M Yahya,atau yang akrab disapa Yahya boeh kaye mendesak Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disdagkop) dan UKM Aceh Timur, turun ke lapangan survei penyebab gas elpiji langka di Aceh Timur.Sabtu (1/8/2020).

Informasi yang diperolehnya dari warga,terang Yahya gas langka sebelum meugang, sehingga banyak warga tidak bisa masak daging.

Yahya juga mengatakan penyebab kelangkaan gas elpiji seperti di Kota Idi, karena gas banyak dipakai oleh pengusaha warung.

"Menurut informasi yang saya terima, salah satu penyebab kelangkaan karena banyak pengusaha warung menggunakan gas elpiji sehingga terjadi penumpukan. Padahal gas tersebut bukan hak mereka, ujar Yahya.

Bahkan dalam satu warung bisa memakai 15-20 tabung untuk menjalankan usahanya.

"Yahya mengatakan, para pengusaha warung ini dengan mudah dapat gas elpiji karena dibeli dengan harga di atas HET yang dibawa oknum tertentu.

"Ada indikasi permainan oknum pangkalan dan kru-nya. Ketika pangkalan terima gas dari supplier yang dijual ke masyarakat hanya sebagian, selebihnya dijual kepada pengusaha warung di atas harga HET, sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan gas,"terang Yahya.

Menurut Yahya, Disprindag bekerjasama dengan Dinas terkait perlu turun ke lapangan mensosialisasikan kepada pengusaha warung dan masyarakat siapa yang berhak dan tidak berhak menggunakan gas elpiji.

Akibat tidak ada gas sebagian warga terpaksa masak menggunakan kayu."Tak ada pilihan lain, terpaksa kami masak daging gunakan kayu," ungkap Wira salah seorang warga Indra Makmu, seraya mengatakan dua pangkalan gas di Kecamatan Indra Makmu kosong sejak dua hari sebelum meugang.

Sebagian warga katanya dapat gas di kios pengecer dengan harga Rp 35 ribu dan 40 ribu, tapi itupun cepat habis diserbu warga.

"Seharusnya momen hari besar Islam persediaan gas di pangkalan terjamin sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan gas," harapnya.

Tidak hanya di Indra Makmu, kecamatan pedalaman, di Idi Rayeuk, ibu kota Aceh Timur gas juga langka, dan beberapa kecamatan lainnya.(Dd)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)