![]() |
| Yogit Ashari |
BUTUR, suarakpk.com- Pasca pertemuan Mahasiswa dan Pemuda Srikandi RZ-Ahali di pantai toronipa baru-baru ini, ditengah masyarakat Wakorumba Utara terjadi pro dan kontra.
Mengingat, dalam pertemuan itu turut dihadiri beberapa mahasiswa yang notabenenya adalah bagian dari Himpunan Mahasiswa Wakorumba Utara (HIPMAWARA).
Menanggapi hal itu, Ketua HIPMAWARA, Yogit Ashari mengungkapkan dalam pertemuan tersebut tidak mencatut nama organisasi, melainkan atas nama pribadi mahasiswa itu sendiri.
"Sampai saat ini organisasi masih steril dari politik praktis, beberapa mahasiswa yang datang pada saat pertemuan itu tidak ada kaitannya dengan lembaga, mereka atas nama pribadi" ungkapnya
Ia menambahkan, kegiatan silaturahmi yang dilakukan salah satu bakal calon Bupati Buton Utara bersama teman-teman mahasiswa adalah hal yang lumrah dan itu merupakan hak konstitusional sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi selama tidak membawa dan menggiring nama Himpunan dalam politik praktis.
"Saya kira hal yang lumrah, jika mahasiswa ataupun bakal calon Bupati melakukan silaturahmi, selagi tidak membawa nama organisasi"tambahnya
Lebih lanjut ia mengatakan, Salah satu fungsi dari politik adalah sebagai media pendidikan, olehnya itu mahasiswa tidak boleh apatis dan minder terhadap kegiatan politik karena sebagai generasi muda sudah sewajarnya mengambil peran demi kemajuan daerah.
"Sudah saatnya kita mengambil peran dalam kegiatan demokrasi, kita tidak boleh apatis, selagi tujuan kita baik untuk kemajuan daerah"pintanya
Sebagai ketua HIPMAWARA ia menghimbau agar tidak mencatut nama organisasi dalam dunia politik praktis, apalagi menjelek-jelekanya, jika itu terjadi dengan tegas ia akan menempuh jalur hukum.
"Jangan coba-coba giring organisasi dalam dunia politik, apabila itu terjadi maka dengan tegas saya akan menempuh jalur hukum" tutupnya. (Randy Yaddi).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar