FOTO : Bupati Kapuas, Ir Ben Brahim S Bahat mengajak semua elemen melakukan pencegahan Karhutla dan memutus mata rantai Covid-19.
PALANGKA RAYA, SUARAKPK - Berdasarkan hasil pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada bulan Juli 2020 Kalimantan Tengah (Kalteng), khususnya di Kabupaten Kapuas memasuki musim kemarau.
Terjadinya kemarau, kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi ancaman nasional. Sehingga menjadi semua stekholder pun diminta berperan aktif dalam melakukan pencegahan, baik dari Polri, TNI dan masyarakat.
Bupati Kabupaten Kapuas, Ir Ben Brahim S Bahat MT MM tak pernah lelah dalam mengajak masyarakat membantu pencegahan kebakaran hutan dan lahan, yaitu dengan tidak membakar lahan secara berlebihan atau secara sengaja.
"2020 ini tugas kita sangat berat, selain kasus Covid-19 juga dihadapkan dengan kasus Karhutla. Ini menjadi tugas kita bersama dalam melakukan pencegahan di lingkungan bersama. Jangan sampai kasus Covid-19 belum berakhir kita dihadapkan dengan kasus baru lagi". Tukasnya.
Tambahnya, pencegahan karhutla ini tidak main-main, karena sudah ada Undang-Undang apabila ada oknum melakukan pembakaran dengan sengaja. Contohnya, tidak sedikit orang yang tersandung dengan hukum, ini yang tidak kita ingin terjadi di Kabupaten Kapuas.
"Mari kita jaga Kabupaten Kapuas ini selalu aman dan kondusif. Selain itu saja mengajak untuk bersama-sama memutus mata rantai virus covid ini, yaitu dengan cara menerapkan protokol kesehatan, seperti membiasakan mencuci tangan, jaga jarak dan pakai masker". Ungkap Bupati Kapuas ini. (nto)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar