JEPARA,
suarakpk.com – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara telah menyiapkan
layanan konsultasi lewat sambungan telepon. Hal ini dimaksudkan untuk
mengurangi kunjungan pasien di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan rumah
sakit. Hal ini disampaikan Kepala DKK Jepara Mudrikatun, Senin (8/6/2020), di
kantornya.
Dikatakan
Mudrikatun, setiap hari selalu terjadi antrean pengunjung di Puskemas dan rumah
sakit. Sementara untuk menghadapi kenormalan baru, protokol kesehatan harus
diterapkan. Itu seperti menjaga jarak dan tidak berkerumun.
Puskesmas
tidak mungkin menolak pasien, semua harus dilayani. Untuk mempersiapkan
kenormalan baru itu kami akan maksimalkan layanan konsultasi kesehatan lewat
telepon. Jadi yang datang ke Puskesmas yang memang benar-benar sakit.
Kegiatan
pos pelayanan keluarga berencana – kesehatan terpadu (Posyandu) juga akan
menggunakan aplikasi. Sejak tiga bulan terakhir, kegiatan Posyandu yang rutin
digelar setiap sebulan sekali digantikan dengan konsultasi dalam jaringan.
“Orangtua
bisa menimbang sendiri anaknya dari rumah, kemudian fotonya dikirim terus
dievaluasi perkembangan anak. Karena bayi di bawah lima tahun ini termasuk yang
rentan, sehingga kegiatan Posyandu saat ini melalui itu tadi,” kata
Mundrikatun.
Kepala
Puskemas Kedung II, Suhadi, menyambut baik layanan konsultasi kesehatan lewat
sambungan telepon untuk mengurangi jumlah kunjungan pasien. Dalam sehari,
Puskesmas Kedung II melayani pasien 100 lebih.
“Itu
terobosan yang bagus, akan kami sampaikan kepada masyarakat," terang
Suhadi. (Arif/Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar