Diduga Money Politic, Kades Terpilih MS Desa Selokaton, Sukorejo, Kendal Digugat - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


RATAS Tentang Kelonggaran Angsuran Kredit

SUARA MERDU KAPOLRI

KODE ETIK WARTAWAN SUARAKPK

HUT SUARAKPK KE 9 (APRIL 2018)

24 Maret 2020

Diduga Money Politic, Kades Terpilih MS Desa Selokaton, Sukorejo, Kendal Digugat



Kendal, suarakpk.com. Pemilihan Kepala Desa ( Pilkades ) secara serentak di 199 Desa se Kabupaten Kendal 18 Maret 2020 ternyata diduga terjadi kecurangan dan terindikasi pelanggaran politik uang ( money politic ). Seperti yang terjadi di Desa Selokaton, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, sehingga salah satu calon Kades, Parwadi menggugat dan melaporkan Kades terpilih Mahfud Syaifudin (MS) nomor urut satu ( 1 ) ke Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Desa Selokaton, karena dianggap MS tidak jujur dan disinyalir melakukan politik uang sebelum pemilihan dan mobilisasi massa di hari tenang serta di hari pemilihan.

Laporan gugatan kepada P2KD tersebut tertanggal, 19 Marer 2020 perihal keberatan hasil Pilkades diduga terjadi money politik itu ditembuskan ke Bupati Kendal, Kajari, Kapolres, Dandim, Kakan Kesbangpol, Kabag Tapem, Camat Sukorejo, Kapolsek, Danramil Sukorejo dan Media Massa.

Parwadi ketika dikonfirmasi  pada suarakpk.com kemarin Senin ( 23/3/2020 ) di Sukorejo mengatakan, bahwa dirinya merasa didholimi dalam proses Pilkades Selokaton yang dianggapnya banyak kecurangan terutama dugaan politik uang oleh kandidat MS nomor urut satu ( 1 ). " Saya habis pikir, kenapa marwah Desa Selokaton dinodai dengan ketidakjujuran dan ketidakadilan padahal selama ini Desa Selokaton yang masyarakatnya tetram, aman, nyaman dan damai. Kini jadi rusak akibat kecurangan yang diduga dilakukan oknum Kades terpilih mengotori desa dengan indikasi money politic. Saya bukan apa-apa, saya menuntut ini agar ke depan Desa Selokaton yang sudah terbina baik, dan sudah maju ini agar tidak dinodai dengan perbuatan yang melanggar hukum," ungkapnya.

Sedang salah seorang tokoh masyarakat, Munajad, yang juga komandan pleton ( Danton ) Linmas Desa Selokaton, saat dimintai tanggapannya terkait laporan salah satu kandidat Calon Kades yang merasa keberatan hasil Pilkades karena diduga terjadi politik uang, ia mengungkapkan, kalau tindakan yang melanggar aturan dalam proses pelaksanaan Pilkades sudah seharusnya diproses secara hukum. " Saya selama 20 Tahun menjadi anggota Linmas di Desa Selokaton belum pernah terjadi seperti sekarang ini, apalagi politik uang ini sangat menodai dan menciderai masyarakat Desa Selokaton , bila benar itu dilakukan ya harus diproses, jadi hasil Pilkades tidak syah karena terjadi kecurangan, " ungkapnya.

Dikatakannya lagi, permasalahan indikasi politik uang dalam Pilkades sebenarnya sudah tercium beberapa hari sebelum hari pemilihan." Saya sudah mendengar informasi dari sumber masyarakat, kalau sudah disiapkan dana Rp.300 juta untuk kepyur. Dengan info itu saya sama teman-teman anggota memperketat penjagaan setiap malam menjelang pilkades, namun saya kecolongan ternyata kepyurnya atau pemberian itu diduga siang hari dengan nilai berbeda-beda ada yang Rp.100.000, dan ada yang menerima Rp.50.000,' " katanya yakin.
Sedangkan Ketua P2KD Desa Selokaton, Mintoyo, S.Pd pada suarakpk ( 24/3) di Balai Desa menanggapi atas keberatan hasil pilkades oleh salah satu calon Kades  Parwadi adanya dugaan politik uang, Mintoyo mengatakan, P2KD sudah maksimal dalam melaksanakan tugas sesuai dengan aturan administrasinya. " Kami sebagai panitia sudah kerja maksimal, sudah saya kasih pengarahan dan sudah disosialisasikan kepada semua balon Kades berupa edaran untuk mematuhi aturan pilkades. Soal terjadi pelanggaran, apalagi ada dugaan money politic hal itu saya tidak tahu menahu. Sebab semua harus bertanggung jawab baik Linmas  Babinsa, Babinkamtibmas  pemerintah desa, peserta calon kades  dan masyarakat Desa Selokaton ikut terlibat dalam.masalah pilkades, " tuturnya.
Babinsa, Sertu TNI Tri Widodo di tempat yang sama mengatakan, selama proses pilkada baik di masa sebelum, hari pelaksanaan maupun setelah pilkades selalu siap siaga menjaga situasi yang kondusif dan tidak ada yang anarkis. Pilkades berjalan sukses atas kerjasama dengan tim yang solid baik babinkamtibmas, linmas, BPD, pemdes, dan seluruh komponen masyarakat. " Kita jaga siang malam, termasuk di hari tenang siapapun termasuk tim sukses dari masing-masing calon dilarang keluyuran, tapi bila ada politik uang itu tidak tahu biasa namanya politik mungkin.cari celah," ungkapnya.

Sementara Calon Kades terpilih, Mahfudl Syaefudin kerika ditemui di rumahnya di RT.5. RW. 1 Desa Selokaton saat dimintai tamgapannya terkait dugaan politik uang atas pengaduan Parwadi  pihak Mahfudl Syaefudin mengatakan tidak tahu, " Saya lebih baik diam biar nanti pengacara saya menanggapinya, biar pengacara yang menghubunginya, " ucapnya.  ( tim/ red )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komedi