Bupati KH. A Busyro Karim : Kabupaten Sumenep, Ada 690 positif Resiko Corona. - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


RATAS Tentang Kelonggaran Angsuran Kredit

SUARA MERDU KAPOLRI

KODE ETIK WARTAWAN SUARAKPK

HUT SUARAKPK KE 9 (APRIL 2018)

25 Maret 2020

Bupati KH. A Busyro Karim : Kabupaten Sumenep, Ada 690 positif Resiko Corona.

SUMENEP, suarakpk.com - Kasus mewabahnya virus covid-19 yang melanda dunia bahkan di Indonesia membuat orang nomer satu di kabupaten sumenep lakukan konfrensi pers di pendopo agung.
Bupati Sumenep KH A Busyro Karim mengungkapkan data terbaru virus Corona atau Covid-19. Per 24 Maret, di Sumenep terdapat 12 Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan 690 Orang Dalam Resiko (ODR). Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tidak ada.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Sumenep Dr. KH.A.Busyro Karim dalam jumpa pers di pendopo bersama Kapolres, Dandim 0827, Kajari, Ketua DPRD, Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama. Selasa (24/3/2020).

690 Orang dalam resiko tersebut kata Bupati misalnya orang datang pulang dari luar kota, datang dari luar negeri.

"Ada 690 orang yang sudah masuk ODR. Kami sudah memegang datanya dari sejumlah kecamatan yang ada,” kata Bupati

Kyai Busyro menjelaskan, ODR adalah warga Sumenep yang bepergian atau datang dari luar kota Sumenep.

“Makanya kami Forkopimda semua, juga bersama wartawan (mari) memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” kata Kiai Busyro dalam konfrensi pers kesiapsiagaan penanggulangan Covid-19 di Pendopo Agung Sumenep, Selasa 24 Maret 2020.

Dalam mengantisipasi wabah Corona ini, Pemerintah Sumenep sudah menyiapkan berbagai alat dan meningkatkan pelayanan di berbagai fasiltas umum, seperti terminal, pelabuhan dan pasar.

“Sudah ada tim di tiap-tiap titik untuk antisiapasi pencegahan penularan Virus Corona,” tegasnya.

Begitu juga di semua kecamatan yang ada di Sumenep. Berbagai kelengkapan pencegahan Corono tengah disediakan. “Sekarang sudah dalam pemesanan, ini (orang yang pesan) masih di Surabaya,” ujarnya.

Pemerintah Sumenep juga sudah menyediakan ruang isolasi khusus di Islamic Center Bindara Saod Batuan Sumenep bagi warga yang positif Corona.

“Rencana 20 ruang, tapi sekarang baru 11,” ujarnya saat mengecek ruangan itu usai konferensi di Pendopo Agung Sumenep.

Mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode ini menuturkan, Sumenep masih aman dari positif corona. Bahkan, yang dirujuk ke Surabaya, sudah dipulangkan karena terjangkit. “Insya Allah, sementara saat ini Sumenep aman dari penyakit corona,” ungkapnya.

Dia juga menuturkan, warga yang sudah masuk ODP (Orang Dalam Pantauan) sebanyak 12, sementara PDP (Pasien dalam Pengawasan) masih nihil.

“Tidak ada yang terjangkit virus menular ini di Sumenep. Semua ke depan tetap seperti ini,” tuturnya.

Untuk itu, dibutuhkan kesadaran bersama dalam mencegah penyebaran virua corona di kota keris. Salah satunya, dengan melakukan penyemprotan disenfektan. Itu tidak hanya di Kabupaten, melainkan di Kecamatan juga sudah siap melakukan upaya pencegahan ini.

Pemerintah Kabupaten Sumenep sudah menyiapkan dana sebesar Rp2,5 miliar untuk mengatisipasi Covid-19.

Menurut Busyro, virus Corona tidak hanya mengancam kesehatan, melainkan juga berdampak bagi pergerakan ekonomi mulai makro hingga mikro.

Karena itu, Pemkab Sumenep akan segera gelar bazar pasar di berbagai kecamatan setelah wabah ini selesai diatasi. “Aga pergerakan ekonomi rakyat cepat kembali stabil,” tegasnya.

Busyro mengimbau agar masyarakat untuk sementara tidak melakukan aktivitas atau acara yang membuat orang berkumpul.

“Kesadaran kolektif itu penting dan mari bersama-sama meningkatkan kesadaran,” terangnya. (AJ/red).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komedi