PURWOREJO, suarakpk.com – Banyak bermunculan keluhan dari generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna di Desa Tursino, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, mereka mengeluhkan tidak adanya perhatian serius dari pemerintah Desa setempat.
Sehingga semua program kreatifitas pemuda desa terhambat dan tidak dapat berjalan sama sekali.
Dituturkan Ketua Karang Taruna Desa Tursino, Agung Hardian, bahwa Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah Desa/ Kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial.
“Sebagai organisasi sosial kepemudaan Karang Taruna ini, merupakan wadah pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomi produktif dengan pendayagunaan semua potensi yang tersedia di lingkungan baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang telah ada,” tuturnya saat ditemui suarakpk.com belum berapa lama ini, di Taman Asri Desa Tursino, Kutoarjo, Purworejo, Sabtu, (22/2).
Namun Agung Hardian menyesalkan tanggapan Pemerintah Desa di bawah kepemimpinan Kepala Desa Tursino, Priyono, untuk Karang Taruna. Menurutnya selama kepemimpinan Kades Priyono, Karang Taruna Desa dikibiri dan tidak dianggap ada.
“Semua program Karang Taruno, mulai pemanfaat Aset Desa, pengembangan tehnologi pertanian kekinian menjadi terhenti dan tidak berjalan tanpa kejelasan dari Kepala Desa” kata Hardian.
Hal tersebut dibenarkan oleh Mantan Ketua BPD Desa Tursino, Cahya Aris Prasetyadi,SE, kepada suarakpk, dirinya mengungkapkan, bahwa Karang Taruna Desa Tursino tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Banyak lahan di desa tidak termanfaatkan, dikarenakan, tidak berfungsinya Karang Taruna,” ungkapnya.
Aris, panggilan akrab Mantan Ketua BPD Desa Tursino, Cahya Aris Prasetyadi,SE, menandaskan, bahwa pengelola lahan yang semestinya dapat dimanfaatkan dari Karang Taruna, namun masih rancu dan belum jelas.
“Sebenarnya, saya mengharapkan, Kepala Desa dapat menentukan langkah untuk lebih jelas dalam pemanfaat Karang Taruna Desa, sehingga Desa Tursino dapat dikenal masyarakat luas dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” tandas Aris.
Dirinya mengakui bahwa masih ada beberapa pembangunan di Desa yang mangkrang disebabkan tidak adanya pengelolaan dan tidak diikutseratakan Karang Taruna.
Aris pun mengibaratkan, kondisi Karang Taruna Desa Tursino seperti ular, yang dilepas kepalanya, namun masih dipegang ekornya.
“Ini menjadi masalah yang kecil, namun akan menjadi besar, dikarenakan ketidak sinkronan, dan Kepala Desa semestinya memiliki power untuk menata Karang Taruna yang lebih baik” ucapnya.
Sementara, Kepala Seksi Pelayanan Desa Tursino, Ngabidin, yang turut hadir dalam obrolan bareng bersama suarakpk, mengaku jika persoalan Karang Taruna dengan Pemerintah Desa dikarenakan adanya miskomunikasi saja.
Dirinya berjanji akan menyampaikan hal tersebut kepada Kapal Desa dan akan segera mengumpulkan semua pihak untuk mencari solusi.
“Akan kami sampaikan kepada Kepala Desa agar dapat ditindaklanjuti, supaya ada langkah-langkah untuk memajukan kegiatan Karang Taruna,” janjinya.
Sebenarnya dari pemerintah desa, lanjut Ngabidi, mendukung kemajuan Karang Taruna di Desa Tursino.
“Solusinya nanti dipertemukan antara Karang Taruna, BPD, Kepala Desa dan Masyarakat,” ucapnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua Karang Taruna, Jarwo mempertanyakan niatan Kasi Pelayanan yang akan mempertemukan, dikatakannya, pertemuan sudah dilakukan berkali-kali, namun pemerintah Desa dinilai tidak konsisten dan serius membantu perkembangan Karang Taruna.
“Kalau saya sudah jenuh dengan pertemuan-pertemuan yang tidak ada hasilnya, dan sering hanya dikibulin oleh Kepala Desa,” ujarnya.
Jarwo menilai, Kepala Desa Priyono dalam mempimpin tidak transparan dalam penggunaan keuangan Desa. Ia mempertanyakan beberapa program pembangunan desa yang bersumber dari Dana Desa maupun Dana Bantuan Gubernur dan Bupati.
“Seperti contoh, pembangunan bantuan bedah rumah tahun 2018, masih ada ada warga yang ikut di usulkan dan mendapatkan bantuan, namun hingga saat sekarang ini belum terbangun, ini ada apa?” tanya Jarwo.
Lebih lanjut, Jarwo mengatakan, mengumpulkan masyarakat penting dilakukan, dengan harapan setiap hasil keputusan dapat dilakukan bersama.
“Semua ini untuk kemajuan warga masyarakat Desa, tanyakan apa sich yang menjadi keluhan warga masyarakat?, semestinya usai pertemuan tersebut, dapat diwujudkan bersama,” pungkasnya. (Suci/Alex/Red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar