Diduga aniaya telantarkan anak dan istri sedang hamil toke kopi ngaku tidak takut polisi dan wartawan - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


KODE ETIK WARTAWAN SUARAKPK

22 Agustus 2019

Diduga aniaya telantarkan anak dan istri sedang hamil toke kopi ngaku tidak takut polisi dan wartawan



Aceh Timur-aktifis perempuan dan anak Syarifah mahani (35) mengatakan kepada awak media perihal rumah tangganya yang Hampir setahun menjalani hubungan rumah tangga dari pernikahan siri, dengan toke kopi asal Bireun, bernama saed insa (35),pria kelahiran desa Pandrah juenib kabupaten Bireuen.

Pasalnya saed kerap kali melakukan perbuatan kasar dan tega menelantarkan istri sirinya,Syarifah mahani, dalam keadaan hamil tujuh bulan.Sebelumnya saed insa juga pernah menganiaya istrinya yang sedang hamil tersebut, dengan cara memukul dan menekan perut istrinya dengan  lutut.

"Dia pernah pukul saya, dan menghimpit perut saya dengan lutut, tujuannya mau membunuh anak dalam kandungan ini,dan kini dia tinggalkan saya,kata Hany,yang akrab disapa serta menunjukkan fotonya bersama suami Kamis,(22/8 2019)

Syarifah mahani juga mengungkapkan, jika suaminya itu pernah beberapa kali berupaya membunuh bayi dalam kandungannya tersebut Dan sempat saya bilang akan saya laporkan ke polisi dan wartawan namun suami saya mengatakan laporkan saja saya tidak takut.

Dia juga Beberapa kali pernah mencoba membunuh bayi dalam kandungan saya,dengan cara dipaksa minum obat, dan dihimpit dengan lututnya, tetapi saya tetap pertahankan," ungkap Syarifah mahani.

Menurut keterangan Syarifah mahani saed insa adalah ayah tiri yang buruk, dia tidak segan - segan mencaci maki anak-anak saya dari perkawinannya yang sebelumnya, dengan kata kasar.

Anak perempuan saya masih usia(5)tahun,tapi berani dia bilang nanti kalau besar anak ini bakal jadi lonte,kata suaminya,tutur Syarifah mahani mengingat kata-kata suaminya,serta anak saya juga menangis histeris ketika melihat ayah tirinya memukul saya.

Kejadian pemukulan serta upaya menggugurkan kandungan saya dan sempat  pecah air ketuban pada 28 April 2019,dan saya sempat dirawat dirumah sakit graha bunda,selama dua (2) hari,setelah perbuatan itu dia langsung lari dari rumah tanpa melihat kondisi saya dan sampai detik ini gak pernah kembali,dia juga bilang dia gak mau janin ini Karns menurut ilmu dia yang dia tuntut di tapak tuan anak ini bawa bencana tuk dia!!

Atas perlakuan suaminya itu,saya berupaya menempuh jalur hukum, dirinya berharap suaminya tersebut segera ditangkap Dan sekarang dia telah melarikan diri setelah dia mencoba menggugurkan bayi dalam kandungan saya,padahal ini adalah anak kandungnya darah dagingnya sendiri.

Dimana pun dia berada Saya ingin dia segera ditangkap,dan mempertanggung jawabkan perbuatannya,  ujar Syarifah mahani dengan. Mata yang berkaca-kaca.(Dedi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK KE 9 (APRIL 2018)