Diduga Sakit Hati Diberitakan, Kades Bendung Buat Cerita Bohong, Kriminalisasi Wartawan - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


KODE ETIK WARTAWAN SUARAKPK

09 Juli 2019

Diduga Sakit Hati Diberitakan, Kades Bendung Buat Cerita Bohong, Kriminalisasi Wartawan


GUNUNGKIDUL, suarakpk.com - Merasa tidak terima diberitakan oleh media atas dugaan perselingkuhan hingga melahirkan anak, Kepala Desa Bendung, Kecamatan Semin Kabupaten Gunungkidul, Didik Rubiyanto, diduga melakukan cerita bohong seolah telah menjadi korban pemerasan untuk dapat mengkriminalisasi seorang wartawan yang menulis berita tentang dirinya.

Didik dalam konfirmasinya ke suarakpk.com kemarin senin (8/7) mengaku jika dirinya kecewa dengan oknum wartawan tersebut, dikatakannya bahwa dirinya menilai oknum wartawan tersebut sebagai teman namun tega membuka aib dirinya. Hingga pada senin kemarin, (8/7) diduga dirinya terpaksa mengkriminalisasi oknum wartawan yang menulis berita tersebut.

"Sebenarnya aku ndak tega... mas... aku juga kasihan anak-anaknya.. tapi mas A (red) keterlaluan.. masak teman sendiri tega buka aib pribadi tanpa klarifikasi ke saya dulu," tulis Kades Didik yang dikirimkan ke suarakpk.com kemarin Senin (8/7).

Ket.Gambar, Pesan WhatsApp Kades Didik kepada wartawan suarakpk.com (8/7)

Untuk diketahui bahwa berita terkait dugaan perselingkuhan hingga melahirkan seorang anak oleh Kades Didik ditayangkan pada Jumat (5/7) dan menjadi viral.
Sementara informasi yang dihimpun dari saksi mata yang melihat kejadian tersebut, yang tidak lain istri A yang berada di lokasi kejadian, mengatakan bahwa suaminya dijebak dan difitnah. Dia bercerita jika dia pulang dari bekerja yang seperti biasa dijemput suaminya (AN), kemudian pada hari Senin itu, saksi diajak ke warung angkringan di dekat Desa Bendung yang kebetulan ramai warga berkumpul.

"Kemarin memang saya pulang kerja dijemput suami saya, dan langsung diajak ke warung angkringan untuk menemui seseorang yang awalnya saya tidak tahu, sesampai di warungan, suami saya bertemu seseorang dan duduk bersama kami bertiga, sambil minum susu jahe," tutur saksi.

Namun demikian, dirinya mengaku tidak tahu maksud pembicaraan antara suami dengan Kepala Desa Bendung tersebut, tetapi dirinya mengaku jika Kepala Desa tersebut menyodorkan sebuah amplop kepada suaminya, namun suaminya tidak mau menerimanya, kemudian amplop tersebut ditaruh diatas meja saja.

"Iya saya memang melihat, kades itu menyodorkan sebuah amplop yang entah isinya apa. namun suami saya menolaknya, dan ditaruh diatas meja. kemudian kades itu keluar sebentar sambil menelphone seseorang dan saya tidak tahu.
Diungkapkan saksi, saat memberikan sebuah amplop tersebut, kades juga mengatakan sesuatu pada suaminya, namun tetap ditolak suaminya.

"Saya dengar dengan jelas, karena saya tidak jauh dari suami saya, kades itu menyodorkan sebuah amplop sambil mengatakan "sekedar bensin mas", tapi oleh suami saya ditolak dengan jawaban, ndak usah pakai ginian, saya hanya konfirmasi saja," kata saksi mata menirukan ucapan kades dan suaminya.

Lebih lanjut, saksi mata mengungkapkan bahwa saat petugas menggeledah suaminya tidak ditemukan amplop tersebut, namun amplop tersebut masih tetap diatas meja namun berpindah di tempat saja.
"Waktu digeledah petugas, tidak menemukan amplop tersebut, sebab amplop tersebut masih di atas meja, namun tempatnya berpindah dibawah nampan gorengan, tapi saya tidak tahu siapa yang memindah, sebab waktu itu saya dengan suami ngobrol berdua sambil menunggu kades itu balik masuk," cerita saksi sambil mengaku bingung atas persoalan yang menimpa suaminya.

Terpisah, informasi yang dapat dihimpun di lokasi, bahwa kades tersebut mengajukan saksi pedagang angkringan, yang menurut informasi dari beberapa warga desa yang enggan disebut namanya, mengatakan bahwa mereka mengaku terkejut jika wartawan A ditangkap polisi karena alasan pemerasan pada kepala desanya, apalagi bukan rahasia umum jika pemilik di warung angkringan, patut diduga simpanannya Kades Didik.

"Ya wajar tho mas, jika pak kades mengajak ketemu di angkringan tersebut dan penjualnya diajukan jadi saksi, karena bukan rahasia umum untuk beberapa warga desa menduga keduanya punya hubungan tersendiri," ucap warga yang ditemui di lingkungan Desa Bendung kemarin senin malam, (8/7) yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Di sisi lain, menanggapi kejadian yang menimpa wartawannya, Pimpinan Redaksi media dimana AN bekerja sebagai jurnalis mengatakan bahwa dirinya sudah mendapat kabar dari istrinya terkait kasus terebut.
Pimpian redaksi mengaku kaget dan memerintahkan wartawan liputan di DIY juga Investigator redaksi untuk mencari kebenarannya.

"Prinsip kami keberatan dan merasa dirugikan, sebab berita tentang kades tersebut sudah diunggah dan dibaca oleh ribuan pembaca," kata Pimpinan redaksi media tersebut.
Dikatakan pimpinan redaksi, bahwa jika berita itu sudah ditayangakan, lalu bagaimana caranya wartawan memeras.

"Lha beritanya khan sudah ditayangkan kemarin Tanggal 5/7 ya, dan ini tuduhan pemerasan oleh kades yang sama dengan obyek berita tersebut. Bagaimana logikanya, berita sudah ditayangkan, dan dijelaskan jika wartawan ini belum berhasil mendapat konfirmasi kadesnya, giliran bisa bertemu justru dituduh pemerasan dengan dalih  persoalan yang berbeda," tanya Pimpinan redaksi.

Dirinya juga berharap Jajaran polsek Semin untuk bijak menyikapi persoalan ini, diharapkan jajaran Polsek Semin tidak dibenturkan oleh perilaku kades ini hanya untuk sebuah pembenaran, apalagi ini menyangkut wartawan dengan obyek berita yang sudah ditayangkan ke publik.

"Saya berharap, Polsek Semin yang menangani persoalan ini untuk bijak menanganinya, sebab jika keliru dalam penyidikkannya, akan menjadi preseden buruk dalam penerapan hukum di Sektor Semin, saya khawatir warga Desa Bendung akan menilai oknum Polsek Semin menjadi backing kadesnya yang telah merugikan warganya, sebab berita itu muncul berdasarkan dari warga setempat," pinta Pimpinan Redaksi.

Dikatakannya, dirinya akan mempertanyakan kesaksian penjual angkringan tersebut.
"apakah benar penjual angkringan tersebut mendengar langsung apa yang dibicarakan oleh Wartawan dan Kades tersebut? atau hanya mendengar sepintas lalu saja?" tanya pimpinan redaksi.

Hingga berita ini ditayangkan, tim suarakpk.com masih belum dapat memperoleh konfirmasi dari Kapolsek Semin dan penjual angkringan. Suarakpk.com masih mengikuti perkembangan di Polsek Semin. (tim/red)

1 komentar:

HUT SUARAKPK KE 9 (APRIL 2018)