Warga Gerudug Kantor Camat Dlingo Tuntut Dukuh Kasiyanto Mundur - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


06 October 2018

Warga Gerudug Kantor Camat Dlingo Tuntut Dukuh Kasiyanto Mundur




BANTUL, suarakpk.com - Dinilai tidak mampu memimpin pedukuhan ratusan warga Pedukuhan Rejosari, Terong Dlingo, Bantul, kemarin senin (1/10) beramai-ramai mendatangi Kantor Kecamatan Dlingo, mereka meminta Dukuh Rejosari Kasiyanto mundur, aksi penolakan terhadap Dukuh Kasiyanto sendiri, sebetulnya bukan yang pertama, sebab pada tanggal 8 Desember 2017, aksi serupa pernah digelar oleh warga Pedukuhan Rejosari yang dipimpin oleh Nur rohman di kantor Camat Dlingo, mereka pada waktu itu telah menuntut pelantikan dukuh kasiyanto dibatalkan, aksi kedua dilakukan pada hari senin tanggal 11 Desember 2017 di kantor Desa Terong Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul dengan tuntutan yang sama yaitu penolakan terhadap pelantikan dukuh Kasiyanto, tetapi pada akhirnya pemerintah desa terong tetap melantik dukuh Kasiyanto pada hari kamis tanggal 14 Desember 2017

Untuk unjuk rasa warga yang ketiga kalinya ini dilakukan dimana pada saat yang bersamaan di kantor Camat Dlingo sedang berlangsung rapat mediasi yang difasilitasi oleh Camat Dlingo dengan melibatkan Dukuh Kasiyanto dan 10 orang perwakilan masyarakat Rejosari serta disaksikan oleh PLT Lurah Desa Terong, Kapolsek dan Danramil Dlingo. Rapat mediasi yang difasilitasi dengan baik oleh Camat Dlingo itu ternyata tidak membuahkan hasil karena perwakilan masyarakat Rejosari menghendaki Dukuh Kasiyanto untuk legawa mengundurkan diri sementara Dukuh Kasiyanto bersikeras tidak mau mengundurkan diri.

Mengetahui hasil rapat mediasi bahwa Dukuh Kasiyanto tidak mau mengundurkan diri, ratusan pengunjuk rasa yang juga melibatkan ibu ibu itu mulai berteriak teriak agar Kasiyanto mau menemui pengunjuk rasa. Namun setelah ditunggu beberapa lama Kasiyanto tidak menemui pengunjuk rasa, mereka kemudian berteriak dan berorasi silih berganti.

Alasan warga menuntut Dukuh Kasiyanto mundur karena dianggap tidak mampu memimpin pedukuhan Rejosari, sejak ditetapkannya Kasiyanto sebagai Dukuh Rejosari pada bulan Desember 2017 sampai sekarang situasi di pedukuhan Rejosari tidak kondusif terjadi konflik tajam diantara sesama kelompok masyarakat dan Kasiyanto sebagai dukuh rejosari tidak pernah berusaha untuk memediasi mempertemukan dua kelompok masyarakat yang berbeda pendapat untuk berdamai.
“bahkan sejak dilantik sebagai Dukuh Rejosari Kasiyanto belum pernah memperkenalkan diri kepada masyarakat pedukuhan Rejosari maupun mengundang warga Rejosari untuk bermusyawarah, Kasyanto lebih mementingkan kelompoknya sendiri.” Jelas coordinator pengunjuk rasa, widadi kepada suarakpk.com.

Semantara, salah Seorang warga Rejosari, Muslim Asy'ari yang juga terlibat dialog langsung di kantor kecamatan Dlingo, mengatakan bahwa sebenarnya kasus yang terjadi di Rejosari seperti ini tidak lepas dari sikap egois lurah Desa Terong, Welasiman. Menurut Asy'ari, apabila Lurah Desa Terong melakukan dialog dari awal baik sebelum maupun setelah pelantikan kasyanto sebagai Dukuh Rejosari diyakini bahwa perpecahan di Pedukuhan Rejosari  tidak akan pernah terjadi.
“tetapi nyatanya, Lurah Desa Terong Welasiman justru melakukan pembiaran terhadap gejolak yang terjadi di pedukuhan Rejosari, termasuk ketika beberapa ketua RT mengundurkan diri dan surat pengunduran diri itu sampai di tangan lurah Desa terong, Welasiman tidak mengadakan komunikasi dengan masyarakat Rejosari untuk mencari akar permasalahan sebagaimana mestinya, tetapi langsung memerintahkan ketua RT itu untuk bekerja kembali melalui surat perintah penugasan yang diberikan tembusan kepada muspika Kecamatan Dlingo, dan hal ini semakin menambah panasnya gejolak masyarakat Pedukuhan Rejosari, karena merasa sangat disepelekan  oleh lurah Desa Terong Welasiman.” jelas Asy’ari.

Sementara dari unsur pemuda Pedukuhan Rejosari yang diwakili, Gondo Sutrisno, Ari Kribo, Dedi Setiawan, Ilham dan Purnomo menyatakan bahwa pemuda berharap agar Dukuh Kasiyanto legowo mengundurkan diri, demi keutuhan masyarakat Rejosari hari ini dan hari esok.
“menurut kami, kecuali Kasiyanto tidak mendapatkan legitimasi yang cukup dari masyarakat pedukuan Rejosari, para pemuda Rejosari tersebut berharap memiliki seorang tokoh yang berjiwa nasionalisme mementingkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi atau golongan.” kata salah satu pemuda.

Di sisi lain, Ketua BPD Desa Terong Daldiri ketika ditemui secara terpisah oleh suarakpk.com, di rumahnya menyatakan bahwa BPD Desa Terong pernah melaksanakan rapat dengan lurah desa Terong Welasiman membahas penanganan permasalahan di pedukuhan Rejosari Desa terong kecamatan Dlingo pada tanggal 15 Februari 2018 rekomendasi dari rapat tersebut bahwa BPD desa terong menyarankan kepada lurah Desa Terong, agar mencari akar permasalahan di tingkat masyarakat Rejosari, selain itu, Lurah juga diharapkan untuk mengadakan dialog dengan warga Rejosari, guna mencari solusi yang terbaik.
“sebagai Mitra dari pemerintah Desa, BPD berharap agar dukuh Rejosari Kasiyanto bisa bijaksana, dan agar warga Rejosari tidak terbelah, karena kebersamaan merupakan pondasi yang kuat untuk membangun pedukuhan Rejosari” terang Dardiri.

Sementara, Jaringan Lembaga Advokasi Masyarakat Berkeadilan sebagai Kuasa Hukum dari masyarakat Pedukuhan Rejosari, Lahnudi SH, mengatakan karena tidak ada titik temu dalam rapat mediasi yang difasilitasi Camat Dlingo, maka dirinya dan masyarakat Rejosari akan menempuh jalur hukum.

Pantauan di lapangan, aksi ratusan warga Rejosari berlangsung kondusif dalam pengawalan dari aparat kepolisian TNI dan Satpol PP Kabupaten Bantul, hanya sempat terjadi insiden kecil, ketika aksi unjuk rasa selesai dan para pengunjuk rasa bermaksud pulang, beberapa kunci motor mereka ditahan, salah seorang anggota polisi, namun insiden kecil itu tidak berlangsung lama setelah kunci motor mereka dikembalikan dan para pengunjuk rasa memilih meninggalkan halaman kantor kecamatan Dlingo menuju rumahnya masing-masing. Walaupun ada sedikit aksi blayer knalpot motor tapi secara keseluruhan aksi ratusan warga Rejosari tersebut berjalan damai. (Sudirman/red)

No comments:

Post a Comment