Lagi, Siswa Kelas 4 SD Diperkosa Tiga Pelaku, TSK ditahan - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


09 June 2018

Lagi, Siswa Kelas 4 SD Diperkosa Tiga Pelaku, TSK ditahan


BANJARNEGARA, suarakpk.com - Tindakan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, kembali membuat gempar masyarakat Kabupaten Banjarnegara, diketahui korbannya seorang siswi yang masih duduk di kelas empat Sekolah Dasar (SD), sebut saja NA (13), warga Kelurahan Semarang, Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara. NA memang sering tidak naik di kelas, sampai sekarang baru kelas 4, mau naik kelas 5 SD Negeri di Banjarnegara.
NA merupakan anak ketiga dari enam bersaudara dari pasangan Tukinem dan Sunarso yang keseharianya mengayuh becak di Kota dawet ayu, NA saat ini tampak terlihat wajah murung dan trauma yang mendalam diwajahya, tidak tampak lagi keceriaan masa kecilnya.
Ibu korban mengaku awalnya mencurigai gelagat anaknya, dan desas desus warga bahwa NA deket dengan tetangga T (30) yang istrinya kerja di Luar negeri. NA setelah dibujuk hingga akhirnya mengaku dan menceritakan kejadian yang dialaminya kepada Siti Aisyah yang merupakan kakak korban.
“Awalnya kita melakukan pendekatan keadik saya yang belum mau mengaku dan trauma, namun kita telaten agar mau mengakui." tutue Aisyah.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa dalam pengakuan adiknya mengaku telah diperkosa dan dicabuli ole tiga laki laki diantaranya T yang merupakan tetangganya dan dua lainnya masih keluarganya sendiri.
“Salah satu pelakuknya T, adalah tetangga yang mempunyai anak dua dan istrinya di luar negeri, sedang dua lainya AS (18) kakak kandungnya dan AY (19) masih paman korban." jelas Aisyah kemarin Rabu (6/6) saat ditemui suarakpk.com di rumahnya.
Dikabarkan bahwa dari pengakuan korban, diketahui tetangga yang beristri tersebut telah melakukan perbuatan pemerkosaan anak dibawah umur sudah sampai lima kali, sedangkan dengan AS hanya pencabulan dan AY melakukan dengan korban dua kali.
“Setelah mengakui dengan T, AN dan AY kita laporan ke RT, perangkat menghubungi Polres Banjarnegara, pada tanggal 24 Mei 2018 lalu laporan dan tiga tersangkanya langsung di bawa ke Polres dan ditahan,” ungkap Aisyah, kakak korban.
Dengan didampingi orangtuanya dan Kakanya, kepada suarakpk.com, kemarin Jumat (06/6), NA menceritakan bahw‎a kejadian berawal saat ia bermain di belakang rumah tetangga pelaku tersbut.‎ Tiba-tiba mereka meminta korban membuka celana dan mengancam akan membunuh jika tak mengikuti. Orang pertama yang memperkosa menurutnya NA sering mengancam agar tidak menceritakan perbuatanya.
“Saya nangis, terus dia ngancam jangan bilang ke siapa-siapa,” kata gadis malang itu.
T memang diketahui kelainan sering kali memotret anak kecil yang bugil diungguh di Medsos Facebook.
Selain T ada Dua orang AY dan AS menurut pengakuan NA, bahwa T secara terus-menerus memperkosa dirinya, bahkan menurutnya sudah lima kali di tempat dan waktu yang berbeda-beda, sementara ‎AY seuai pengakuanya dua kali ditempat dan waktu yang berbeda begitu juga AS yang masih kakak korban melakukan pencabulan tidak sampai kelaminya dimasukan.
Awalnya NA tetap bungkam karena diancam pelaku, baru kemudian tindakan bejat pelaku terbongkar saat orangtua korban melihat ada yang berbeda dari anaknya.
Saat mandi, orangtua korban Tukinem (40) melihat kelamin anaknya ada kelainan semacam luka. Setelah dibujuk akhirnya pada 24 Mei 2018 korban berani bercerita soal musibah yang dialami.
“‎Semuanya masih tetangga saya dan masih keluarga, sebagai keluarga kita tetap meminta penegak hukum menghukum sesuai hukum Indonesia terutama terhadap T yang sudah berkeluarga, warga sini sudah tidak mau menerima apabila dirinya bebas,” tuturnya.
Kepada Komnas Perlindungan Anak Banjarnegara, orang tua korban dikediamanya berharap pelaku dihukum setimpal dengan perbuatanya.
“Sebagai keluarga korban kita berharap polisi memenjarakan para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku, mohon dengan sangat Komnas Perlindungan Anak Banjarnegara bisa membantu kita dan keluarga tidak keberatan dibantu lewat media,” pungkas Siti Aisyah Kakak Korban.
Terpisah, menanggapi hal tersebut, Ketua Komnas Perlindungan Anak Banjarnegara Harmono, mengaku prihatin terhadap kekerasan dan pelecehan terhadap anak yang masih marak di Kabupaten Banjarnegara.
”Dengan adanya peristiwa ini, kita sangat prihatin dalam bulan ini saja, Komnas Perlindungan Anak Banjarnegara mendampingi korban kekerasan terhadap anak empat kasus, ini menjadi perhatian  kita semua apakah Banjarnegara masih layak disebut Kabupaten ramah terhadap anak,” tegasnya. (soleh/irfan)

2 comments:

  1. Itulah Pak. Saya heran banyak ibu yg mendandani anak gadisnya yg masih kecil dengan rok mini, juga membiarkn anak gadis remajanya berpakaian mini pula. Konon itu merupakan salah satu pemicu penggugah gairah. Wajar kalau kucing garong nafsu ma ikan yg diler.

    ReplyDelete
  2. Setiap ortu semestinya lbh perhatian terhadap anak2, sesbk apapun....
    www.yes.mybigmallshop.com

    ReplyDelete