Plt Gubernur Malut : Ternate Pusat Perekonomian Malut - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


08 May 2018

Plt Gubernur Malut : Ternate Pusat Perekonomian Malut


TERNATE, suarakpk.com - Saya pesankan agar kemampuan dan keterampilan SAR yang dimiliki anggota terus diasah dan dipelihara, serta ditingkatkan bahkan dapat diteruskan kepada masyarakat luas. Pesan tersebut disampaikan Plt Gubernur Maluku Utara (Malut) Ir. H.M. Natsir Thaib pada acara Rapat Koordinasi (rakor) Sinergitas Instansi/Lembaga Dalam Rencana Kontijensi Kecelakaan Kapal Pada Alur Pelayanan Ternate Wilayah Kerja Kantor Pencarian Dan Pertolongan Ternate hari ini tanggal 8 Mei 2018 bertempat di Hotel Grand Dafam Ternate.
Plt Gubernur Malut dalam penyampaiannya menuturkan, setiap instansi pemerintah, baik itu di Pusat maupun di Daerah, pelaksanaan rapat-rapat koordinasi merupakan hal penting yang harus dilakukannya, sebab dalam forum seperti ini banyak hal atau permasalahan yang harus di bahas dan di kaji. "Namun bagi Saya, pelaksanaan Rapat Koordinasi yang dilaksanakan hari ini memiliki arti yang sangat penting, karena membahas masalah yang terkait dengan kepentingan dan keselamatan jiwa manusia saat terjadinya peristiwa atau kecelakaan di laut, "katanya.
Mantan Kadis Kehutanan itu memaparkan daari sisi geografis yang demikian itu, kemudian dikaitkan dengan masalah perlintasan jalur, maka daerah perairan Maluku Utara khususnya perairan Ternate merupakan jalur perlintasan kapal Internasional. "Karena Ternate merupakan salah satu pusat perekonomian di provinsi Maluku Utara dengan tingkat intensitas transportasi, baik barang maupun orang dari luar wilayah maupun antar pulau di dalam propinsi semakin meningkat dari waktu ke waktu."ungkap Natsir.
Menurutnya, Provinsi Maluku Utara oleh pemerintah Indonesia telah ditetapkan sebagai provinsi kepulauan bersama-sama dengan beberapa provinsi  lainnya, hal ini disebabkan letak geografis wilayah Provinsi Maluku Utara dengan luas wilayah laut yang lebih besar dibanding wilayah daratan. "Karena itulah, segala aktifitas kehidupan masyarakat kita didominasi pada sektor kelautan, baik itu dari segi mata pencaharian masyarakat maupun dari sektor transportasi barang dan jasa yang kesemuanya hamper dilakukan melalui jalur laut."tuturnya.
Natsir menambahkan, Kondisi yang demikian tersebut maka satu hal yang patut diperhatikan oleh semua pihak, terutama Badan SAR maupun instansi atau lembaga terkait lainnya adalah bagaimana memikirkan kemungkinan-kemungkinan suatu saat akan terjadinya resiko kecelakaan di laut yang walaupun tidak kita inginkan. "Tugas pencarian dan pertolongan keselamatan sebenarnya bukan hanya tanggang jawab Badan SAR sendiri, melainkan tugas dan tanggung jawab bersama, yakni pemerintah, instansi/lembaga terkait, TNI maupun POLRI."tandasnya.
Untuk menyatukan semua komponen tersebut Natsir mengajak semua pihak untuk menyatukan sebuah persepsi yang sama dalam rangka mengindentifikasi daerah-daerah yang dianggap rawan, persiapan personil maupun peralatan. "Rapat Koordinasi semacam ini sangat penting dan patut dilaksanakan sebelum terjadi peristiwa kecelakaan."harapnya.  Untuk itu, Natsir berharap perecanaan kontinjensi pada hakikatnya adalah suatu proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada keadaan kontinjensi tersebut. Karena tujuannya adalah untuk meminimalisir dampak dari ketidakpastian dengan melakukan pengembangan skenario dan proyeksi kebutuhan saat keadaan darurat terjadi. "Suatu rencana kontinjensi mungkin saja tidak pernah diaktifkan jika keadaan yang diperkirakan tidak pernah terjadi.Perencanaan kontinjensi merupakan salah satu dari berbagai rencana yang digunakan dalam siklus manajemen risiko, perencanaan kontinjensi dilakukan ketika terdapat potensi untuk terjadinya bencana atau pada tahap aktivitas kesiapsiagaan. Siklus manajemen risiko tersebut (termasuk perencanaan kontijensi) selain digunakan dalam pengelolaan bencana berbasis kewilayahan, biasanya juga digunakan dalam bidang militer, bisnis, dan proyek pembangunan infrastruktur."jelas Natsir.(RD).

No comments:

Post a Comment