Jalan Raya Muh Yamin Bantul Berubah Menjadi Pasar Klitikan - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


07 March 2018

Jalan Raya Muh Yamin Bantul Berubah Menjadi Pasar Klitikan


BANTUL, suarakpk.com - Sudah sejak Tahun 2014 para pedagang klitikan menggelar dagangan mereka disepanjang Jalan Muh Yamin tepatnya diwilayah RT 06 Kurahan Baru Bantul tiap pasaran Kliwon dari jam 07.00 hingga jam 12.00 wib.

Menurut keterangan Susilo Baroto Ketua RT 06 kurahan yang suarakpk.com temui Selasa Kliwon
(06/3/2018), semenjak kawasan Stadion Dwi Windu tidak boleh digunakan untuk pedagang klitikan dan pasar hewan pun juga pindah dilokasi pasar Bantul, mereka menempati jalan Muh Yamin.

"Awalnya mereka selalu dioprak oprak Satpol PP, pihak SD Bantul 1 memprotes karena itu akses jalan orang tua mengantar putra putrinya kesekolah tersebut. Akhirnya warga dan wakil dari asosiasi pedagang klitikan pun berembug. Wargapun merasa kasihan karena itu menyangkut hajat hidup orang banyak", ungkapnya.

Akhirnya warga sepakat memperbolehkan namun dengan catatan, tempat berdagang mereka harus bersih setelah jam dagang usai, juga keamanan warga harus dijamin. Untuk itu diambil kesepakatan, sebagai kompensasinya pedagang dipungut Rp. 3000 perharinya (tiap Kliwon).Hasil pungutan itu untuk petugas kebersihan dan pengamanan 60% sisanya yang rata-rata perpasarannya Rp 200.000, masuk kas RT.

Dua bangunan yg sekarang digunakan sebagai gudang biayanya juga diambilkan dari uang hasil pungutan tersebut.
"Selagi masih ada tempat, siapapun boleh berdagang, warga tidak mengambil uang sewa walaupun halaman mereka dipakai untuk menggelar dagangan", tukas
Triyono (50)  salah satu pedagang akik.

"bisa ikut umengais rejeki ditempat ini dan kami berterimakasih pada warga Rt 06 Kurahan, yang bersedia menampung kami disini.
Uang pungutan yang semula ditetapkan Rp 3000, pada pelaksanaannya tidak saklek, yang bayar Rp 1000 karena dagangnya baru sepi juga diterima. Akhirnya rata-rata mereka bayar Rp  2000, dan karcis pasar Seribu rupiah.
Hari Minggu Kliwon adalah pasaran teramai", kata Triyono sambil mengemasi dagangannya.
(Rus Widyawati)

No comments:

Post a Comment