Diduga Pembangunan Jembatan Larowa Tidak Sesuai Bestek - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


08 February 2018

Diduga Pembangunan Jembatan Larowa Tidak Sesuai Bestek



NIAS UTARA, suarakpk.com - Pembangunan jembatan larowa yang terletak di Desa Umbu Balodano Kecamatan Sitolu Ori Kabupaten Nias Utara yang di kerjakan oleh CV.Karya Bogali sebagai pelaksana fisik, dinilai amburadul. Pasalnya, dalam pengerjaan pengecoran lantai kerja atau fondasi jembatan, keadaan air yang bercampur lumpur, hal tersebut tentu akan menghasilkan kualitas pada coran bor fillenya tidak akan tahan dan jembatan tersebut menjadi rapuh mudah runtuh, ditambah lagi tiang kongkrit yang tertanam terlihat serampangan.
Menurut salah seorang warga yang tidak mau disebut namanya mengatakan melalui Whatsappnya bahwa pengerjaan lantai dasar atau pondasi jembatan tersebut ada beberapa kelemahan yang sangat tidak wajar dan cara pengerjaannya hanya asal jadi, bila pekerjaan itu dibongkar oleh penegak hukum maka banyak terdapat yang dikurangi volumenya, juga bagian lantai pondasi dan pemasangan tiang sangat diragukan untuk penahan beban dan jembatan tersebut tidak bakalan tahan lama sudah ambruk.
“telihat pengerjaan lantai dasar atau pondasi jembatan tersebut ada beberapa kelemahan yang sangat tidak wajar dan cara pengerjaannya hanya asal jadi, bila pekerjaan itu dibongkar oleh penegak hukum maka banyak terdapat yang dikurangi volumenya, juga bagian lantai pondasi dan pemasangan tiang sangat diragukan untuk penahan beban dan jembatan tersebut tidak bakalan tahan lama sudah ambruk” tulis Whatsappnya beberapa waktu lalu yang dikirimkan ke suarakpk.com.
Terpisah, Kepada Dinas PU Nias Utara, Yulius Zai, ST saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengaku jika pekerjaan jembatan di larowa itu telah dikerjakan dengan baik tanpa ada kekurangan,
“sesuai laporan dari anggota saya terutama pengawas dan PPK, apapbila ada kelemahan tidak ada pekerjaan yang seratus persen bersih pengerjaannya, info ini pun,  baru saya dengar juga baru lihat bukti fotonya yang telah ditunjukkan untuk perbandingan foto yang ada sama anggota saya, dan bila pada pengerjaan jembatan tersebut ada kelemahan atau kekurangan maka saya ijinkan untuk di bongkar sesuai prosedur.” tutur Yulius didampingi PPK, Pengawas, Direksi dan Rekanan kepada suarakpk.com siang tadi, kamis (8/2).
Sebelumnya, wakil ketua LSM MITRA  Alfret laoli, mengatakan jembatan berfungsi sebagai prasarana untuk kelancaran arus lalu lintas. Dengan demikian jembatan di rencanakan agar dapat memberi pelayanan terhadap perpindahan kendaraan dari suatu tempat ke tempat lain dengan waktu yang sesingkat mungkin dengan persyaratan aman dan nyaman (comportable and safe) sehingga dapat dikatakan bahwa kecepatan (speed) adalah merupakan faktor yang dapat di pakai sebagai indikator untuk menilai apakah suatu jalan / jembatan mengalami kegagalan.
Alfret menilai jika jembatan larowa diduga kuat banyak kelemahan.
“maka itu termasuk kegagalan pada suatu pekerjaan, kenapa hal demikian bisa terjadi? Itu kita duga kuat ada kerjasama antara rekanan dan kadis PUnya, juga pengawasnya maka hal demikian bisa terjadi.” ungkap Afred
Menurutnya, jika rekanan diduga telah bebas melakukan untuk mengurangi volume pengerjaan jembatan di larowa itu, sehingga tidak lama kemudian jembatan di larowa itu sudah ambruk, hal tersebut sebagai akibat dari hasil kerjasama yang sudah dipadukan secara perseorangan.
“bagusnya kalau bisa dilapor aja ke pihak penegak hukum.” tegasnya. (Nosan/Z).

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad