Datangnya Djarot Ke SUMUT Menjadi Batu Sandungan Zahir di Batu Bara - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


05 January 2018

Datangnya Djarot Ke SUMUT Menjadi Batu Sandungan Zahir di Batu Bara


Oleh : Ustadz Al Asari, SAg MSi
Pengamat Komunikasi Politik Islam

Batu Bara, suarakpk.com - Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa DPP PDIP telah memutuskan Djarot sebagai calon Gubsu pada perhelatan Pilkada serentak tahun 2018.

Terlepas dari pro dan kontra diinternal partai banteng bermoncong putih tersebut jika sudah Pusat memutuskan maka tidak ada lagi kata menolak.

Kehadiran Djarot ke Sumut memiliki makna tersendiri dan menjadi berita yang seksi untuk diamati karena semua orang tahu bahwa beliau adalah kontestan yang kalah bertarung di Pilkada DKI Jakarta.

Pilkada Jakarta adalah barometer Pilkada di negeri ini sehingga dengan informasi yang tak terbatas seluruh mata rakyat tertuju keperhelatan akbar tersebut dan semua orang tahu bahwa beliau kalah telak dalam pertarungan tersebut.

Apa hubungan Djarot dengan Pilkada Batu Bara?  jawaban nya jelas memiliki hubungan yang besar. Ada benang merah yang tidak dapat dipisahkan karena sistem Pilkada serentak ini. Disinilah kita selalu sebutkan bahwa ini bukan Pilkada biasa.

Disamping itu Pilkada Batu Bara menjadi lebih menarik lagi dengan kembalinya Zahir ikut dalam kontestasi Pemilukada ini yang diusung oleh PDIP.

Sebagai kader partai beliau (Zahir-red) mungkin menjadi prioritas utama untuk mendapatkan tiket dari Pusat dibanding kader lainnya apalagi yang bukan kader dan itu sudah terbukti.

Sebagai petarung yang juga pernah ikut dalam kontestasi Pilkada Batu Bara tahun 2013 sosok Zahir sangat populer dan digadang-gadang sebagai lawan berat dari calon petahana ketika itu bahkan sosok Zahir seakan menjadi magnet yang menyedot seluruh elemen masyarakat yang menginginkan perubahan.

Kehadiran Djarot di Sumut menjadi masalah tersendiri bagi Zahir karena pada kontestasi pilkada hari ini semua bakal calon memiliki kekuatan rata-rata air artinya tidak ada yang paling menonjol jadi diperlukan elektabilitas yang tinggi selain popularitas karena dalam prakteknya popularitas tidak menjamin tingkat keterpilihan calon.

Ditengah upaya meraih simpati masyarakat pemilih hadirnya Djarot di Sumut menjadi tantangan tersendiri bagi Zahir sebab mau atau tidak mau beliau akan menjadi tandem Djarot dalam pilkada serentak ini. Semua orang tahu bahwa Djarot adalah calon yang kalah dalam Pilkada DKI Jakarta. Nah bicara Jakarta maka pasti akan mengembalikan memori rakyat terhadap sosok Djarot yang berpasangan dengan Ahok ketika itu.

Keberadaan Djarot yang berpasangan dengan Ahok yang telah terbukti secara hukum menista Agama akan menuai akibat tersendiri bagi siapapun yang terlibat didalamnya.

Memori Aksi Bela Islam 411 dan 212 menjadi semangat yang mengkristal di hati umat. Apalagi hadirnya Djarot di sumut sekali lagi semakin memantik semangat tersebut.

Disinilah letak batu sandungan bagi Zahir yang secara personal tidak memiliki masalah dengan rakyat namun ketika memori kelam bagi umat dalam penegakan keadilan hukum bagi penista Agama bangkit kembali maka kekuatan personal tidak akan mampu membentenginya.
(Red.006)

No comments:

Post a Comment