Back Hoe Siluman untuk Proyek Siluman Dipertanyakan Warga Desa Menongo - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


11 December 2017

Back Hoe Siluman untuk Proyek Siluman Dipertanyakan Warga Desa Menongo

Alat pengeruk tanah yang dipertanyakan oleh warga.

LAMONGAN, suarakpk.com - Warga Dusun Keduwul RT. 04 RW. 02 Desa Menongo, Kecamatan Sukodadi,(Lapangan) dibuat resah yang diduga dilakukan oleh Mulyono, Kepala Desa Menongo.

Pasalnya, alat berat yang biasa disebut back hoe (alat berat pengeruk tanah) yang didatangkan pada Minggu (3/12) beberapa hari yang  lalu tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu kepada warganya, diduga tanpa juknis, tanpa prosedur dan tanpa RAB (Rencana anggaran belanja).

Sontak warga merasa kaget, bahkan terjadi perdebatan antara warga dan kades tersebut. Warga dibuat resah dan bingung oleh kebijakan tersebut.
Jembatan yang dibuat warga akibat adanya proyek siluman.

Seorang warga desa dengan inisial AG menuturkan, "Ini proyek apa, kok tiba-tiba halaman saya dikeruk dengan alat berat dengan dalih yang tak masuk akal,",tuturnya dengan nada kecewa.

AG melanjutkan, "Saya mengalami kerugian, 10 Bong bis saya juga dibego tanpa ada kerugian dari kades atau pemborongnya," lanjut dia.

Warga lain, HS juga mengatakan hal yang sama, "Ini proyek apa? anggarannya dari mana? siapa yang bertanggung jawab?" tanya HS sambil menunjuk tanah yang sudah dikeruk bego.

HS menambahkan, "Apakah ini proyek siluman? tanpa ada papan kerja, tanpa ada sosialisasi, tanpa ada keterbukaan publik,ada apa ini?" imbuhnya dengan nada kesal.

HS juga meragukan kinerja Kades tersebut, "Sejak dia (Kades, red.) menjabat, nyaris tidak ada keterbukaan publik jika ditanya tentang Dana Desa(DD), ADD atau dana-dana yang lainnya selalu tidak menjawab. Padahal kami ini warga yang berhak dan wajib mengawasi penggunaan dana tersebut," jelasnya.

Masih di tempat yang sama, warga lain yang enggan disebutkan namanya mengatakan hal senada. "Kades ini ngawur dan tidak becus, apa dia tidak berfikir dampak dari pengerukan tanah ini, yang katanya program irigasi yang masih jauh pelaksanaannya pada tahun 2018?" gumam dia.

Dia menambahkan, "Bayangkan, tiba-tiba bego datang dan halaman rumah kita di keruk tanpa ada pemberitahuan, pasti kita kaget, ada apa ini ? Apalagi mobil dan kendaraan saya tidak bisa masuk. Saya harus membuat jembatan darurat dan dirugikan oleh kebijakan Kades yang tidak terbuka ini!" gerutu dia.

Tidak itu saja, bahkan ada warga yang tidak mampu membuat jembatan darurat akhirnya hanya mengandalkan sebatang bambu untuk melewati saluran irigasi tersebut.

Lanjutnya, "Bego diturunkan di dusun ini karena bego tersebut kelebihan jam dari proyek pengerukan waduk Balung ganggang maka pekerjaannya spontanitas saja," terangnya sambil mewanti-wanti jangan di tulis nama nya.

Warga berharap kepada penegak hukum atas kebijakan yang diduga ada unsur penyalahgunakan kewenangan ini ditindak lanjuti.

Sampai berita ini di tulis, Kades Menongo terkesan menghindar dari media. (Ziwa)

No comments:

Post a Comment