Wali Kota Semarang Rintis SD dan SMP Swasta Gratis Tahun 2018 - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


07 November 2017

Wali Kota Semarang Rintis SD dan SMP Swasta Gratis Tahun 2018


SEMARANG, suarakpk.com – Pemerintah Kota Semarang sedang merintis program sekolah gratis bagi siswa-siswi yang tidak mampu di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta yang berada di bawah Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin menegaskan, bahwa penyusunan anggaran bagi program sekolah gratis SD dan SMP swasta ini, nantinya akan diperuntukan bagi siswa-siswi yang tidak mampu di sekolah swasta.

Program sekolah gratis bagi SD dan SMP yang ada di wilayah Kota Semarang akan dirintis dan dimulai pada tahun 2018 mendatang.

“Pak Walikota Hendrar Prihadi berkeinginan untuk meringankan beban bagi anak-anak kita yang bersekolah di swasta. Kalau yang di negeri sudah clear, tidak ada persoalan. Tapi kita punya tanggung jawab bagi anak-anak kita yang bersekolah di swasta, utamanya yang miskin,” tegas Bunyamin usai kegiatan Peringatan Hari Pahlawan ke- 72 di PAUD, TK dan SD Labschool Unnes di Jalan Menoreh Tengah, Kota Semarang, Selasa (7/11).

Bunyamin menjelaskan, dasar keinginan Walikota Semarang Hendrar Prihadi sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pemindahan Kewenangan Penyelenggaraan Pendidikan Menengah dari Pemerintah Kabupaten/Kota ke Pemerintah Provinsi.
Sehingga, anggaran yang sebelumnya diperuntukan bagi Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan dialihkan ke sekolah SD dan SMP yang ada di bawah koordinasi Kota Semarang.

“Yang miskin beberapa tahun yang lalu dikawal melalui beasiswa miskin. Tapi itu ternyata masih belum memberikan dampak yang bagus untuk prestasi. Nah, Pak Wali ingin memberikan tambahan operasional untuk mensupport ini,” jelasnya.

Pada akhir tahun 2017 ini, Bunyamin menuturkan, pihaknya mencoba untuk menyusun program rencana sekolah gratis bagi SD dan SMP swasta yang tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kota Semarang hanya sekedar memberikan bantuan beasiswa saja.

“Tahun ini kita coba rancang, ada beberapa sekolah swasta yang difull kan tapi seperti sekolah swasta yang sudah kuat tidak ada problem. Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang akan turun mendampingi bagi siswa-siswi yang swasta. Untuk memperkuat, selama ini kita baru untuk siswa miskinnya. Semua siswa miskin di backup lewat fasilitas bea siswa,” tuturnya.

Bunyamin menandaskan, jika Walikota Semarang Hendrar Prihadi sangat menginginkan bukan hanya bantuan biaya pendidikan dalam bentuk beasiswa saja terhadap siswa yang berprestasi di sekolah swasta. Namun, juga sekaligus biaya operasional bagi siswa di sekolah swasta tersebut
.
“Tapi Pak Wali sangat mengharapkan jangan hanya beasiswa. Coba ditambah untuk operasional. Maka, kami akan mencoba pendampingan BOS bagi yang sekolah swasta,” tandasnya.

Bunyamin mengaku, rencana ini akan digodok dengan tim anggaran Pemerintah Kota Semarang untuk direalisasikan di tahun 2018. Pihaknya berharap, tidak hanya berupa bantuan beasiswa yang diberikan saja kepada sekolah swasta namun juga dana pendamping BOS untuk memperingan siswa yang sekolah di SD dan SMP swasta.

“Nanti kita lihat sesuai kemampuan dana. Saya tidak bisa mendahului dari tim anggaran dan juga Pemerintah Kota Semarang. Kalau swasta kemarin bentuknya beasiswa. Yang beasiswa itu hampir Rp10 miliar untuk SD dan SMP negeri dan swasta untuk siswa miskin, termasuk SMA/SMK tapi rakyatnya Semarang,” katanya.
Sementara itu, Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi itu menyatakan, bahwa pada intinya program sekolah gratis tidak hanya diberlakukan bagi siswa-siswi yang duduk di bangku SD maupun SMP negeri di Kota Semarang.

Namun, kedepan harus bisa diterapkan sekolah gratis untuk siswa-siswi yang duduk di bangku SD sampai SMP di sekolah swasta.

“Jadi intinya, ini tak hanya sekolah negeri saja diberi kesempatan gratis. Tapi anggaran kita siapkan di Dinas Pendidikan kita alokasikan di sekolah swasta. Apakah itu membuat mereka gratis atau tidak? Belum tentu karena standarisasi dari pengelolaan swasta ini bermacam-macam,” ujarnya.

Walikota Hendi berharap, meskipun akan di rencanakan tahun depan, pada akhir tahun 2017 ini akan ada sekolah swasta yang menggratiskan kepada siswanya yang tidak mampu untuk bersekolah dan mengenyam pendidikan yang layak.

“Harapan kami, lewat anggaran akan diluncurkan ke sekolah-sekolah swasta, beberapa sekolah akan menggratiskan siswanya. Tapi mudah-mudahan tahun ini ada sekolah swasta yang bisa menggratiskan,” harapnya.

Walikota Hendi menjelaskan, program SD sampai SMP gratis ini merupakan salah satu realisasi program prioritas Pemerintah Kota Semarang dan program Pemerintah Pusat yaitu mengutamakan program kesehatan dan pendidikan.

“Pasti harapanya begitu (Semarang Zero anak tidak sekolah) ya, karena saya rasa dua hal yang mendasar di Kota Semarang dan di Indonesia adalah persoalan kesehatan dan pendidikan. Orang sehat kemudian dia bisa memperoleh pendidikan yang layak, dia akan mempunyai kesempatan untuk berkembang, lancar dan sukses,” jelasnya.

Orang nomor satu di Kota Semarang ini menambahkan, setelah warga Kota Semarang bisa sehat semua melalui program Universal Health Coverage (UHC) dengan program pelayanan kesehatan gratis, warga Kota Semarang juga bisa menikmati pendidikan. Sehingga di Kota Semarang diharapkan tidak ada lagi warganya yang tidak bisa menikmati pendidikan yang layak.

“Jadi, setelah kesehatan kita sentuh, saya juga minta Pak Bun untuk menyentuh sektor pendidikan. Hari ini piye carane tidak ada anak di Kota Semarang yang tidak bisa sekolah karena persoalan biaya. Jadi, semuanya sudah mulai dari Dinas Pendidikan dan Insya Allah dari tahun ke tahun akan kita sempurnakan,” pintanya.  (AF)

No comments:

Post a Comment