Lebih Dekat dengan Sosok La Nyalla Mattalitti - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


19 September 2017

Lebih Dekat dengan Sosok La Nyalla Mattalitti



LAMONGAN , suarakpk.com  Gaung pencalonan gubernur semakin terasa, walaupun Pilkada masih beberapa waktu. Salah satu nama bakal calon yang muncul adalah La Nyalla Mattalitti. Orang Jatim mana yang tidak kenal dengan tokoh satu ini, bahkan namanya sudah dikenal di tingkat nasional. Benar ! belum lama Balon Gubernur Jatim ini hadir di rumah Nyai Saeran di Desa Gampang Kecamatan Sugiyo bersama dengan beberapa tokoh baik dari unsur ulama maupun masyarakat. Tepatnya hari Kamis (14/9).

Bagi sebagian masyarakat Jatim, mengenal beliau karena dekat dengan dunia premanisme. Anggapan tersebut tidak salah karena belum kenal dengan sosok yang satu ini. Pemimpin organisasi Pemuda Pancasila yang disegani oleh anggotanya berusaha lebih dekat dengan masyarakat Jatim pada umumnya dengan membuat biografi untuk merekam perjalanan hidupnya dalam buku Hitam Putih yang dibuat oleh budayawan Sam Abede Pareno.
Buku biografi tersebut diluncurkan, Minggu (10/5), di RM Taman Sari sebagai kado ulang tahun ke-50. Sejumlah tokoh hadir dalam peluncurannya di antaranya Khoififah Indarparawansa dan sejumlah anggota DPRD Jatim.

"Begitu mengenal lebih dekat sosok satu ini, maka pola pikir kita tentang kenegatifan yang dilakukannya akan sirna," kata Komisaris Utama PT Indraco, MT Junaedy dalam kesaksiannya di buku biografi ini.
Buku setebal 115 halaman ini merekam jejak Nyalla sejak kecil. Nyalla kecil kerap termasuk bengal karena sering membuat ribut, pernah membawa sangkur untuk berkelahi, begitu bengalnya sampai orang tuanya enggan dipanggil guru BP. Supaya jera, Nyalla sempat dipondokkan di Bekasi namun tidak bertahan lama di pondok tersebut. Saat sudah remaja dia rindu dan kembali ke pondok itu.

Diungkapkan bahwa kakeknya, Haji Mattalitti adalah saudagar Bugis - Makassar terkenal di Surabaya. Sedangkan ayahnya Mahmud Mattalitti, S.H adalah dosen Fakultas Hukum Unair yang pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan FH Unair. Diceritakan dalam buku ini Nyalla tidak pernah menggunakan nama besar dan kekayaan keluarganya dalam hidupnya. Menginjak dewasa, pria ini memilih "nyantrik" dan tinggal di kompleks Makam Sunan Giri Gresik. Pekerjaannya serabutan. Pernah menjadi sopir angkot Wonokromo - Jembatan Merah dan sopir minibus L300 Surabaya  Malang, hingga menikah pun nasibnya belum berubah.

Di kompleks makam wali inilah, dia menghimpun banyak preman untuk diajak mendekatkan diri kepada-Nya. Hasilnya dia memiliki ratusan pengikut yang setia sampai kini. Namun di buku ini tidak mengungkpkan bagaimana bisa sosok ini mengenal banyak preman tersebut. Buku ini hanya menjelaskan bahwa pria ini memiliki kemampuan sebagai pengobatan alternatif alias paranormal. Keahlian yang dimilikinya semakin tajam sejak mondok di salah satu ponpes kota Bekasi. Kemampuan supranaturalnya diakui banyak orang, terbukti pasiennya mulai dari orang pinggiran sampai dosen. Namun, Nyalla yang lagi naik daun tersebut enggan disebut dukun maka tak berapa lama sudah tidak praktik supranatural lagi.

"Kalau Anda melihat saya seperti sekarang, itu karena tekad saya bulat. Kerja sungguh-sungguh," papar pengusaha konstruksi ini.
Dia mengatakan titik awal sebagai pengusaha adalah kisah nekadnya membuat pameran kreativitas anak muda tahun 1989. Pameran yang disokong PT Masipon itu bangkrut Rp 180 juta gara-gara tidak ada peserta.
Disinilah Nyalla mempertaruhkan hidup dan namanya. Dia dikejar-kejar penagih hutang. Kerugian yang besar tersebut membuatnya terpukul, bahkan Nyalla yang sempat akan “lempar handuk” dan bersedia mengangsur Rp 250.000, 00 tiap bulannya.

Sesuai dengan karakternya yang keras, akhirnya tanpa kenal lelah lelaki keturunan Bugis ini melobi ulang PT. Maspion untuk menjadi sponsor dalam mengeven organizer sebuah pameran senilai Rp. 5 juta. Suatu saat. pameran ini lebih dikenal dengan nama Surabaya Expo. Kegiatan pameran yang berlangsung sejak 1990 itu berkibar dan menjadi agenda tahunan sampai tahun 2001. Di sinilah dia dikenal banyak pengusaha dan birokrat. Kalau saya mundur pada 1989 lalu, saya tidak akan seperti sekarang. "Mohon doa restunya, Insya Allah dalam dekat akan mencalonkan diri menjadi Gubernur Jatim," pungkasnya. (Asnan).

No comments:

Post a Comment