Langka, Danramil Kepil Jadi Irup Di SMA Al Madani - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


18 September 2017

Langka, Danramil Kepil Jadi Irup Di SMA Al Madani



WONOSOBO, suarakpk.com - Peristiwa berkesan dialami oleh warga sekolah SMA Al Madani Kepil. Kegiatan upacara bendera yang biasanya menjadi Irup adalah kepala sekolah maupun gurunya, namun kali ini pemandangan berbeda. Irup upacara bendera hari ini, Senin (18/9) adalah Danramil 09/Kepil  Kapten Arm Trio Mardiyanto. Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Sekolah SMA Al Madani Drs Arif Sukirman didampingi Bapak/Ibu Guru, staf administrasi, Siswa/siswi.

Kapten Arm Trio Mardiyanto dalam amanatnya menyampaikan bahwa Bangsa Indonesia adalah negara yang kaya raya, negara yang subur dan makmur. Sehingga negara lain akan merasa iri dan ingin mengambil sumber daya alam yang dimiliki tersebut. Dengan berbagai cara di lakukan. Salah satu cara adalah dengan metode perang modern. 
“Definisi Perang modern adalah suatu bentuk perang yang dilakukan secara non militer dari negara maju / asing untuk menghancurkan suatu negara tertentu melalui bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM (Ideologi Politik Sosial Budaya Pertahanan dan Keamanan). Perang modern dapat pula dikatakan sebagai bentuk kontrol dari negara-negara koalisi global yang dimotori oleh negara besar terhadap negara lain yang tidak mengakomodasi kepentingan negara koalisi tersebut atau membahayakan negaranya.’ Papar Danramil.

Disadari ataupun tidak, ada negara "besar" bersama koalisinya yang sedang menggelar konsep perang modern di wilayah Indonesia dengan tujuan memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) supaya lemah dan dapat dikuasai Sumber Daya Alamnya (SDA). “Kebanyakan masyarakat indonesia tidak menyadarinya bahwa diri mereka saat ini sedang dijajah dan menjadi korban dari perang modern. Asing merubah konsepnya dari perang konvensional menjadi non konvensional (perang modern) karena harganya yang sangat murah meriah dan hasilnyapun sangat dahsyat hingga mampu merusak sendi-sendi kekuatan negara sasaran tersebut. Hal tersebut sangat berbahaya bagi keutuhan wilayah NKRI karena didalamnya telah hidup jutaan manusia yang berasal dari berbagai macam elemen Suku, Agama, Ras dan Budaya (SARA) sehingga sangat memungkinkan bagi asing untuk "bermain" didalamnya dan setiap kerusuhan bisa dipastikan adanya "domplengan" atau "tunggangan" dari pihak luar.’ Ungkap orang nomor satu di Koramil Kepil ini.

Untuk Itu sebagai generasi diharapkan berani dan maju untuk menangkis semuanya dengan cara belajar yg baik. Ikuti perintah dari Bapak dan ibu guru. Jaga  persatuan dan kesatuan. Jadi anak yang berprestasi untuk negara kesatuan Indonesi.untuk menjawab tantangan global yang ada saat ini. “Ingat  NKRI HARGA MATI. Siapa yang berani menjamah Indonesia berhadapan dengan Rakyat Indonesia yang terakhir mari kita saling mendokan untuk persatuan dan kesatuan negara Indonesia.’ Tegasnya diakhir amanat upacara. (Gus Mono)

No comments:

Post a Comment