Dana Desa di Desa Pajangan Disimpan Oleh Kades - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


17 August 2017

Dana Desa di Desa Pajangan Disimpan Oleh Kades

                                  Muhid Rais Kades Pajangan. Dok.red

Lamongan, suarakpk.com – Pengelolaan Dana Desa yang diperuntukkan untuk pembangunan desa harus dilaksanakan secara transparan dan sebelum pelaksanaan harus melalui perencanaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat diantaranya BPD, LPM dan tokoh masyarakat dan dalam pelaksanaannya pun harus jelas dan transparan pula ke publik. Hal ini tidak terjadi di Desa Pajangan, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan. Seperti telah diberikan di Koran ini di edisi cetak bahwa penggunaan Dana Desa di desa ini banyak dipertanyakan oleh masyarakat.
Seperti diketahui bahwa pembangunan yang direncanakan baru dilaksanakan 4 (Empat) lokasi proyek dari rencana yang di RAB ada 9 (Sembilan) lokasi proyek desa dari anggaran Dana Desa. 11 (Sebelas) lokasi proyek tersebut diantaranya Drainase di Rw. 4 dan Rw. 3, Jalan baru Rw. 3 Rt. 1, Gorong-gorong,  Jalan rabat beton, Jalan paving arah makam, TPT Rw. 2, Jalan rabat dekat rumah bapak Takim, dll. Hal ini ditegaskan oleh Muhid Rais selaku Kades Pajangan waktu dikonfirmasi mengatakan bahwa Dana Desa Tahun 2017 di desanya baru turun sekitar 30 % dengan nilai sekitar 280 jutaan, makanya proyek desa baru dikerjakan 4 lokasi proyek dari keseluruhan 11 lokasi pembangunan. Seperti pekerjaan drainase dengan nilai Rp. 85.000.000, 00 tidak murni dikerjakan semua disebabkan adanya pemotongan pajak, terangnya pada waktu rapat pemerintahan desa di malam hari.
Menurutnya ada wartawan yang menemui Salamun selaku Timlak yang menyebabkan Salamun gelisah walaupun wartawan tersebut tidak ketemu langsung dengan Timlak. Desa sekitar yang ada di Kecamatan Sukodadi selama ini tidak ada wartawan yang masuk ke desa, baru di desa ini saja. Saya menduga pasti ada yang memberi informasi sehingga wartawan itu masuk ke sini. Memang selama ini Dana Desa yang sudah diambil saya simpan, apabila TPK membutuhkan anggaran tersebut maka saya beri rinciannya dan saya berikan ke bendahara desa. Bila saya tanggapi pemberitaan mengenai desa ini, saya bisa stroke,  jelasnya lebih lanjut.

Kades ini juga menerangkan bahwa wartawan itu bohong dan telah menipu anak pak Salamun tentang permintaanya tentang RAB bahkan telah dilaporkan ke kecamatan dan kepolisian agar permasalahan ini tidak mencuat. Seandainya wartawan itu minta  RAB ke rumah saya maka akan saya bawakan bendo (Senjata tajam. Red), ancam kades ini.

Selang beberapa hari tepatnya hari Selasa (8/8) pukul 10.00 Wib. Camat Sukodadi, Fatkhur Rozi meninjau lokasi untuk melihat kondisi bangunan fisik sambil berpesan kepada Kades diantaranya :
1. Tidak perlu takut dengan adanya berita karena itu sudah menjadi resiko pimpinan dan sudah biasa adanya pemberitaan seperti itu.
2. Pelaksanaan dana desa sebaiknya melibatkan perangkat BPD dan LPM.
3. RAB Dana Desa atau gambar tidak boleh banyak yang tahu karena dihawatirkan salah penafsiran.
Pada waktu tim suarakpk mengkonfirmasi terkait pemberitaan Dana Desa Pajangan di kantor kecamatan hingga kali kelima tidak membuahkan hasil disebabkan dinas luar. Baru dihubungi via telepon Camat Sukodadi berkata, Memang ada berita apa? Saya belum sempat baca soalnya di meja kantor terlalu banyak koran tidak mungkin saya baca semua ".  Pernyataan ini sangat bertolak belakang dengan fakta di lapangan sebelum suarakpk edisi cetak 63 tanggal 05-08-2017 beredar. Dimana Camat Sukodadi telah dikirimi link suarakpk.com tentang pemberitaan Desa Pajangan dan langsung ada peninjauan langsung di lapangan terkait dengan isi berita.
Dari penelusuran tim suarakpk. Setelah camat mendapatkan informasi dari Kasi Ekbang Kecamatan Sukodadi, Agusti Mardiyanto yang mengabarkan di Pajangan ada berita agak dinamis. Kemudian Camat menelepon kades untuk mengumpulkan seluruh elemen kelembagaan diantaranya BPD, LPM, Perangkat Desa, Tim Lak dan tokoh-tokoh masyarakat untuk memperoleh informasi lengkap dan detail. "Memang namanya masyarakat ya begitu dinamis, ada sedikit riak-riak, semacam itu sudah biasa. Tapi pada prinsipnya, seluruh kegiatan berjalan sebagaimana mestinya Insya Allah tidak ada persoalan yang sangat prinsip, saya juga cek kegiatan yang ada di lapangan kegiatan dana desa semuanya berjalan bagaimana mestinya, Ungkap Camat Sukodadi. Namun yang menjadi pertanyaan besar adalah pernyataan yang disampaikan camat jauh berbeda dengan pernyataan tokoh-tokoh masyarakat yang ditemui tim suarakpk di lapangan seperti dalam berita edisi cetak 63.
Waktu ditanyakan pesan apa saja yang disampaikan kepada Kades Pajangan. Camat ini bilang "Ya tidak cuma ke kades tetapi juga pada BPD dan seluruh masyarakat, saya sampaikan bahwa dana desa ini dirancang pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat maka laksanakan dengan sebaik-baiknya agar bermanfaat bagi masyarakat".
Sedangkan waktu ditanya mengenai papan nama proyek tidak ada, camat pun menjawab, "Setahu saya ada kebiasaan dan kelaziman kalau proyek selesai, papan nama baru di dirikan”. Menjadi perhatian Pemeritah Daerah Lamongan untuk segera menindak lanjuti permasalahan yang ada di Desa Jajangan untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa sehingga tujuan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat dapat tercapai. (Asnan)

4 comments:

  1. Di duga uang saku nya kurang buat yg nulis berita ini...

    ReplyDelete
  2. terimakasih masukkannya, dankami redaksi mohon informasi jika ada wartawan kami menerima uang saku dari sumber berita. SUARAKPK menulis sesuatu kejadian dibalik persoalan yang belum tersentuh ke ranah hukum, mengedepankan berita investigasi dan bukan berita reguler.
    untuk melaporkan bisa dilihat di box redaksi, bisa melalui email maupun WhatsApp redaksi
    terimakasih
    redaksi

    ReplyDelete
  3. Redaksi apa bsa merahasiakan identitas pelapor....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Redaksi sesuai UU 40/99 wajib merahasiakan pelapor atau sumber berita yg valid bukan karena isue

      Delete

Post Bottom Ad