SEMARANG, suarakpk.com – Polda Jawa Tengah mengapresiasi pelaksanaan aksi penyampaian pendapat di depan Mapolres Sukoharjo, Rabu (4/11/2026), yang berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Keberhasilan menjaga situasi tersebut tidak terlepas dari komunikasi yang baik antara petugas kepolisian dan peserta aksi, serta pola pengamanan yang mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, empatik, dan profesional.
Dalam pengamanan kegiatan tersebut, sejumlah Polisi Wanita (Polwan) yang tergabung dalam tim negosiator aktif membangun komunikasi dengan peserta aksi. Mengenakan rompi kuning bertuliskan “Negosiator”, para Polwan tampak menyapa, berbincang, mendengarkan aspirasi, serta berinteraksi langsung dengan massa.
Pendekatan humanis juga ditunjukkan melalui kepedulian terhadap peserta aksi. Di tengah cuaca yang cukup terik, tim Polwan negosiator membagikan air mineral dan permen kepada massa. Sembari berinteraksi, mereka terus menjalin komunikasi serta menyampaikan imbauan secara persuasif agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, interaksi tersebut merupakan bagian dari strategi pendekatan humanis dalam pengamanan aksi penyampaian pendapat. Menurutnya, kehadiran polisi tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga memahami kondisi masyarakat yang tengah menggunakan hak konstitusionalnya untuk menyampaikan aspirasi.
“Kehadiran Polwan negosiator menjadi jembatan komunikasi antara petugas dengan peserta aksi. Hal-hal sederhana seperti menyapa, berbincang, mendengarkan, memberikan air minum maupun permen memiliki makna penting dalam membangun komunikasi dan menunjukkan bahwa polisi hadir dengan kepedulian,” ujar Kombes Pol Yuliyanto di Mapolda Jateng, Kamis (5/11/2026).
Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Jateng menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Apresiasi juga diberikan kepada personel pengamanan yang menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan proporsional.
“Kami mengapresiasi seluruh peserta aksi dan personel pengamanan yang telah menjaga kegiatan ini berlangsung aman dan kondusif. Dalam setiap pengamanan aksi, kami menekankan kepada personel untuk mengedepankan komunikasi dan pendekatan kemanusiaan,” jelasnya.
Menurut Kombes Pol Yuliyanto, penyampaian aspirasi masyarakat dan pelaksanaan tugas pengamanan dapat berjalan beriringan apabila kedua pihak saling menghormati. Komunikasi yang baik menjadi salah satu kunci dalam menciptakan suasana yang kondusif tanpa mengesampingkan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat.
“Ini menjadi bukti bahwa penyampaian aspirasi dan menjaga keamanan dapat berjalan bersama. Melalui komunikasi dan saling menghormati, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan damai, sementara Polri menjalankan tugas memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan dengan pendekatan yang humanis,” pungkasnya.
Polda Jateng berharap pendekatan humanis dalam pengamanan aksi penyampaian pendapat dapat terus diterapkan. Dengan mengedepankan dialog, empati, dan komunikasi persuasif, diharapkan tercipta hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
( Arief/Red )





Tidak ada komentar:
Posting Komentar