**BATU BARA** – Gerakan peduli lingkungan sekaligus aksi sosial dilakukan ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Mukhlisin, Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Melalui program “Sedekah Sampah Bantu Anak Yatim Sekolah”, sampah anorganik yang dikumpulkan siswa akan diolah menjadi sumber dana untuk membantu kebutuhan pendidikan teman-teman mereka yang kurang mampu.
Program hasil kolaborasi Bank Sampah Berseri, kelompok binaan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), dengan MIS Al Mukhlisin tersebut melibatkan 248 siswa dari total 406 siswa. Sasaran penerima manfaat sebanyak 12 siswa yatim dari keluarga kurang mampu.
Adapun sampah yang dikumpulkan berupa botol plastik, kaleng, dan kardus bekas. Sampah tersebut ditampung melalui tempat pengumpulan yang disediakan di setiap kelas, kemudian ditimbang petugas Bank Sampah Berseri setiap Rabu dan Sabtu untuk selanjutnya dijual.
Program ini menargetkan pengumpulan sampah sebanyak 35 kilogram setiap bulan. Hasil penjualannya akan digunakan untuk membeli kebutuhan sekolah, seperti tas, sepatu, dan seragam bagi siswa penerima manfaat.
Pembina Bank Sampah Berseri, Dedi Syahputra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya menanamkan kesadaran kepada anak-anak bahwa menjaga lingkungan dan membantu sesama dapat dilakukan secara bersamaan.
“Sedekah sampah ini harapannya untuk menumbuhkan kesadaran anak-anak bahwa sedekah itu tidak harus uang. Mereka bisa membantu sesama kawannya dan bertanggung jawab dengan sampahnya,” kata Dedi.
Menurutnya, program ini memiliki mekanisme berbeda dari bank sampah pada umumnya. Sampah yang dikumpulkan siswa tidak menjadi tabungan pribadi, melainkan dihimpun sebagai sedekah untuk membantu teman-teman mereka yang membutuhkan.
Kepala MIS Al Mukhlisin, Devi Apriani, mengapresiasi program tersebut karena dinilai memberikan pendidikan karakter kepada siswa sekaligus manfaat nyata bagi anak-anak yatim.
“Berapapun yang kami dapat dari bank sampah, nanti juga kami belikan tas sekolah atau sepatu, yang bermanfaat untuk anak-anak itu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Pemberdayaan Masyarakat INALUM, Ali Hasian, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bank Sampah Berseri. Ia menilai program tersebut menjadi contoh bahwa sampah yang dianggap tidak bernilai dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial apabila dikelola secara tepat.
INALUM berharap gerakan tersebut dapat menginspirasi sekolah dan masyarakat untuk membangun kebiasaan memilah sampah sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Bank Sampah Berseri sendiri merupakan kelompok binaan INALUM yang mengembangkan pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular. Selain pengelolaan sampah anorganik, kelompok ini juga menjalankan kegiatan budidaya hidroponik, peternakan ayam petelur, budidaya maggot, dan perikanan.
Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, turut memberikan apresiasi terhadap sistem pengelolaan Bank Sampah Berseri yang mengintegrasikan berbagai kegiatan produktif dalam satu pola pemberdayaan masyarakat.
Melalui gerakan Sedekah Sampah, pengelolaan lingkungan kini tidak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga menjadi sarana membangun solidaritas dan membantu keberlangsungan pendidikan anak-anak yang membutuhkan.
**Reporter: AMY**
Teks foto: Siswa MIS Al Mukhlisin Kuala Tanjung mengumpulkan sampah anorganik dalam program Sedekah Sampah untuk membantu kebutuhan pendidikan anak yatim di Kabupaten Batu Bara.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar