Amir Burhannudin Usung Filosofi Ngayomi dan Ngayemi, Kedepankan Ketenteraman Warga Wonoyoso - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

PT MASMINDO


 

02 November 2026

Amir Burhannudin Usung Filosofi Ngayomi dan Ngayemi, Kedepankan Ketenteraman Warga Wonoyoso


KAB. SEMARANG, SUARAKPK.COM – Pesan tentang kepemimpinan yang mengayomi, menenteramkan, dan menjaga kerukunan menjadi filosofi yang diusung Amir Burhannudin dalam pencalonannya sebagai Kepala Desa (Kades) Wonoyoso.


Melalui slogan “Milih Pemimpin Sing Ngayomi, Ngayemi, Ora Nggayemi”, Amir mengangkat nilai-nilai kearifan lokal Jawa sebagai pesan yang mengajak masyarakat untuk memaknai kepemimpinan tidak hanya dari penampilan, tetapi juga dari sikap, ketulusan, dan kepedulian terhadap sesama.


Ungkapan Jawa “Masio Kasar Dzohire, Ananging Alus Atine” yang berarti meskipun terlihat keras dari luar, tetapi memiliki hati yang lembut, turut menjadi bagian dari pesan yang disampaikan.


Filosofi tersebut menggambarkan bahwa karakter seseorang tidak semestinya dinilai hanya berdasarkan penampilan atau gaya berbicara. Ketegasan, apabila disertai kepedulian dan kebijaksanaan, dapat menjadi bagian dari karakter seorang pemimpin dalam menjalankan tanggung jawabnya.


Mengedepankan Kerukunan dan Ketenteraman

Slogan “Tentrem, Adem Ayem Bareng BPK. Amir Burhannudin” juga mengandung pesan tentang pentingnya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.


Dalam kehidupan desa, kerukunan menjadi salah satu modal penting untuk menjaga kebersamaan. Perbedaan pandangan maupun pilihan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu disikapi secara dewasa.


Pesan tersebut menekankan pentingnya menjaga persaudaraan, mengutamakan musyawarah, serta membangun hubungan sosial yang baik di tengah masyarakat.


Kepemimpinan di tingkat desa sendiri tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga menyangkut kemampuan menjaga komunikasi, mendengarkan aspirasi, dan membangun kepercayaan masyarakat.


Pesan Hikmah dalam Perspektif Keagamaan

Selain menggunakan ungkapan Jawa, materi kampanye Amir Burhannudin turut mencantumkan pesan dari Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah ayat 216.


Ayat tersebut mengingatkan bahwa manusia tidak selalu mengetahui secara utuh baik dan buruknya suatu perkara. Sesuatu yang tidak disukai belum tentu membawa keburukan, begitu pula sesuatu yang disukai belum tentu selalu mendatangkan kebaikan.


Pesan ini dapat dimaknai sebagai ajakan untuk bersikap bijaksana, tidak terburu-buru dalam menilai seseorang, serta mempertimbangkan pilihan secara matang.


Dalam konteks pemilihan kepala desa, masyarakat diharapkan dapat menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang rasional, rekam jejak, integritas, serta kemampuan calon dalam menjalankan amanah.


Menjaga Persaudaraan dalam Kontestasi Pilkades

Pemilihan kepala desa merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat lokal. Perbedaan pilihan di antara warga hendaknya tidak menjadi alasan untuk merenggangkan hubungan persaudaraan.


Semangat adem ayem mengandung pesan agar kontestasi politik desa tetap berlangsung dalam suasana damai, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.


Bagi masyarakat Wonoyoso, nilai-nilai tersebut menjadi pengingat bahwa siapa pun yang nantinya memperoleh amanah memimpin desa harus mampu merangkul masyarakat dan menjaga persatuan.


Pesan utama yang diangkat melalui slogan tersebut adalah harapan terhadap sosok pemimpin yang tegas dalam sikap, lembut dalam hati, mampu mengayomi, serta mengutamakan ketenteraman dan kerukunan masyarakat.


Adapun penilaian terhadap kapasitas, integritas, dan program kerja calon tetap menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat dalam menentukan pilihan pada Pilkades Wonoyoso.

( Redaksi: SUARAKPK/ EW)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)