SALATIGA,SUARAKPK.COM – Gelaran FEBI FEST 2026 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga tidak hanya menjadi ajang kreativitas mahasiswa, tetapi juga turut memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk mereka.
FEBI FEST 2026 mengusung tema utama “The Green Economy Catalyst” dengan sub-tagline “The Catalyst of Sustainable Growth”. Rangkaian kegiatan berlangsung mulai 5 hingga 13 Oktober 2026.
Salah satu rangkaian kegiatan diisi dengan senam bersama, jalan sehat, pembagian doorprize, serta panggung gembira yang menampilkan berbagai kreativitas mahasiswa FEBI.
Seksi Acara FEBI FEST 2026, Muhammad Revan Kordofa, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi organisasi mahasiswa FEBI untuk menyambut mahasiswa baru sekaligus menunjukkan bahwa kehidupan kampus tidak hanya berkutat pada kegiatan perkuliahan.
“Ormawa FEBI ingin meramaikan FEBI. Sekaligus karena mahasiswa baru kan baru pada datang, kami ingin menunjukkan bahwa FEBI itu tidak cuma kuliah dan tidak boring,” ujar Revan.
Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital angkatan 2024 tersebut menjelaskan, rangkaian FEBI FEST masih akan berlanjut dengan berbagai kegiatan lainnya.
“FEBI FEST sendiri acaranya sampai tanggal 13. Ada FEBI Championship, kemudian hari Senin ada seminar internasional,” katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap UMKM. Panitia menyediakan sejumlah ruang bagi pelaku usaha untuk membuka stan dan menawarkan produk kepada mahasiswa maupun pengunjung.
“Harapannya ini bisa berimpak kepada UMKM juga, karena di sini kami membuka stand untuk UMKM. Selain itu menjadi tempat mahasiswa berkarya dan tampil,” jelasnya.
UMKM Tawarkan Produk Beragam
Sejumlah UMKM dan mahasiswa turut memanfaatkan momentum FEBI FEST untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka.
Salah satunya Irani Dwi Azzahra, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah yang berjualan bersama HMS Ekonomi Syariah. Produk yang ditawarkan antara lain asinan buah, risol mayo, pisang cokelat, serta minuman.
“Ini kami jualan asinan, isinya buah-buahan. Rasanya pedas dan asin. Selain itu ada risol mayo, pisang cokelat dan minuman,” kata Zara.
Harga produk yang ditawarkan relatif terjangkau. Risol dijual sekitar Rp2.500, pisang cokelat Rp1.500, sedangkan minuman dibanderol Rp5.000. Stan tersebut berada di area kantin FEBI selama kegiatan berlangsung.
Selain mahasiswa, pelaku usaha dari luar kampus juga ikut meramaikan festival.
Nanang, dari Brickbox Salatiga, menawarkan layanan photobox dan fotostudio. Brickbox berlokasi di Jalan Diponegoro, di samping Al-Azhar Salatiga.
Dalam kegiatan FEBI FEST, Brickbox membuka booth untuk memberikan layanan foto kepada mahasiswa dan pengunjung.
“Untuk fotobox ada paket lima menit Rp35.000 dan sepuluh menit Rp60.000. Sudah mendapatkan free cetak satu foto dan bisa juga dibuat gantungan kunci maupun kokat,” ujarnya.
Pelaku UMKM lainnya, Ali Mustofa, asal Blotongan, Salatiga, turut menawarkan produk parfum. Harga normal parfum yang dijual mulai Rp75.000, namun selama festival diberikan harga promo Rp50.000.
Selain penjualan langsung, Ali juga melayani pemesanan secara online dan pengantaran melalui layanan paket.
Sementara itu, kuliner Aji Kebab Klaten ikut membuka stan dengan menawarkan berbagai varian kebab dengan harga yang terjangkau.
Aji mengatakan keikutsertaannya dalam berbagai event menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan produk kebab kepada masyarakat sekaligus memperluas pasar.
Kehadiran berbagai stan UMKM tersebut membuat FEBI FEST 2026 tidak hanya menjadi ruang hiburan dan kreativitas mahasiswa, tetapi juga menjadi wadah promosi dan interaksi antara mahasiswa dengan pelaku usaha lokal.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, FEBI FEST diharapkan mampu memperkuat semangat kewirausahaan mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM.
( Redaksi: Endar W)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar