Blora,suarakpk.com – Musibah kebakaran melanda permukiman warga di Dukuh Mindi RT 11/RW 05, Desa Pelem, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, pada Senin (31/08/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Sebanyak dua unit bangunan—terdiri dari satu rumah tinggal dan satu kandang ternak—milik Paliyo (68) ludes dilalap si jago merah.
Awal mula kebakaran pertama kali diketahui oleh dua warga setempat, Sri Yuana dan Prihadi. Melihat kobaran api yang bersumber dari kandang sapi (bagian belakang rumah), mereka langsung berteriak meminta tolong. Dalam waktu kurang dari satu jam, api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan yang berbahan kayu jati tersebut.
Warga sekitar yang mendengar teriakan langsung berbondong-bondong ke lokasi untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. Untuk mencegah api merambat ke bangunan di depan dan samping kiriadarumah wargajuga, warga secara gotong royong terpaksa merobohkan sisa bangunan yang terbakar dan berhasil roboh,pemadam kebakaran bersama warga langsung menyemprot kan air ke rumah yang terbakar.
Penanganan Petugas dan Imbauan Kades
Kepala Desa Pelem, Suyoto, yang mendapat laporan langsung menghubungi Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Randublatung. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar 30 menit kemudian. Karena posisi bangunan berada di area belakang, petugas harus bekerja ekstra untuk menjangkau titik api dan melakukan pendinginan guna memastikan sisa-sisa api padam sepenuhnya.
Di lokasi kejadian, tampak anggota Polsek Jati,Koramil 11/jati, Satpol PP Kecamatan Jati, serta Camat Jati, Edy Wibowo, turut memantau dan membantu proses penanganan bersama warga.
Akibat musibah ini, korban diperkirakan mengalami kerugian material hingga **Rp56.000.000**. Barang-barang yang hangus terbakar meliputi:
* 1 unit rumah tinggal dan kandang sapi
* 3 unit lemari pakaian
* 1 unit kulkas
* 8 sak gabah
* Kayu persegi bahan bangunan rumah.
* Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Ternak sapi milik korban berhasil melepaskan diri saat api membesar sehingga selamat dari maut. Saat kejadian, Paliyo sedang berada di sawah dan terkejut saat diberi tahu rumahnya telah ludes terbakar.
Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran diduga kuat dipicu oleh api *bediang* (perapian untuk menghangatkan ternak) di kandang sapi.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Desa Pelem, Suyoto, mengimbau seluruh warganya untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat musim kemarau.
*"Kami meantisipasi warga agar lebih berhati-hati. Sebelum bepergian atau ke sawah, tolong pastikan api bediang sudah dipadamkan, cek kompor gas, dan matikan aliran listrik yang tidak perlu. Pastikan semuanya benar-benar aman sebelum meninggalkan rumah,"* pesan Suyoto.(Dwi/red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar