Mahasiswa UTM Kenali Potensi Ekonomi Desa Munding Melalu Rumah Jamur Organik Fi'lal Khoirot - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

21 September 2026

Mahasiswa UTM Kenali Potensi Ekonomi Desa Munding Melalu Rumah Jamur Organik Fi'lal Khoirot


SEMARANG,SUARAKPK —Upaya mengembangkan potensi ekonomi masyarakat terus dilakukan Pemerintah Desa Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Selain mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), desa wisata di lereng Gunung Ungaran tersebut juga membangun jejaring dengan berbagai lembaga pendidikan untuk memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas.


 Salah satu bentuk kerja sama tersebut dilakukan melalui hubungan dengan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Kerja sama di bidang pendidikan dan hubungan internasional itu turut membuka kesempatan bagi mahasiswa asing untuk mengenal secara langsung potensi masyarakat, pariwisata, serta UMKM di Desa Munding.


 Pada Jumat (18/9/2026), sebanyak 20 mahasiswa Universitas Teknologi Malaysia (UTM) bersama dua orang pendamping mengunjungi sejumlah UMKM di Desa Munding. Para mahasiswa berasal dari berbagai fakultas, jurusan, dan jenjang semester.


 Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program pertukaran mahasiswa antara UPGRIS dan UTM. Ketua rombongan, Yety Rayhan, mengatakan bahwa 2026 menjadi tahun ketiga mahasiswa UTM mengikuti program kunjungan dan pertukaran ke Indonesia.


 Menurut Yety, program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pengalaman akademik dan pertukaran budaya bagi mahasiswa. Ia juga menyebut program mobilitas mahasiswa menjadi salah satu pintu masuk bagi mahasiswa luar negeri untuk mengenal lingkungan pendidikan, masyarakat, dan budaya di Indonesia.


 Setelah mengikuti kegiatan pertukaran ide dan budaya selama dua hari di lingkungan kampus, rombongan kemudian diajak UPGRIS mengunjungi sejumlah UMKM di Desa Munding. Salah satunya adalah Rumah Jamur Organik Fi'lal Khoirot.


 Pengelola Rumah Jamur Organik Fi'lal Khoirot, Arif Romadhon, bersama tim menyambut kedatangan para mahasiswa UTM. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diajak melihat secara langsung proses pengelolaan usaha jamur, mulai dari pengenalan jenis jamur, pemeliharaan, pemasaran, hingga pengolahan hasil panen.


 Arif yang juga menjabat sebagai Bendahara Yayasan Fi'lal Khoirot menjelaskan bahwa budidaya jamur memiliki peluang ekonomi yang cukup besar. Menurut dia, permintaan pasar terhadap produk jamur masih tinggi, bahkan produksi yang tersedia saat ini belum sepenuhnya mampu memenuhi permintaan.


 "Adapun produk turunan jamur bisa dibuat jamur crispy, sate jamur, sop jamur, dan bisa dibuat lainnya sesuai kreativitas kita," ujar Arif.

 Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Munding yang telah memberikan kesempatan kepada Rumah Jamur Organik Fi'lal Khoirot menjadi salah satu UMKM yang diperkenalkan kepada mahasiswa UTM.


 "Apresiasi dan ucapan terima kasih atas kesempatan dan menjadi salah satu UMKM yang direkomendasikan Pemerintah Desa Munding ke Rumah Jamur Organik Fi'lal Khoirot," katanya.


 Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan produk UMKM, tetapi juga memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.


 Salah seorang mahasiswa UTM, Maman, dari Fakultas Pendidikan jurusan Sport Science semester lima, mengaku senang dapat berkunjung ke Indonesia. Menurutnya, kedekatan budaya antara Malaysia dan Indonesia membuat pengalaman selama berada di Jawa Tengah terasa lebih familiar.


 Ia juga mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan jamur sebagai bahan pangan.


 "Saya senang berkunjung ke Rumah Jamur Organik Fi'lal Khoirot. Ternyata jamur bisa diolah menjadi berbagai macam makanan, seperti sate jamur, jamur crispy, dan sop jamur seperti yang disajikan tadi," ujar Maman.


 Maman menambahkan, dirinya tidak merasa asing selama berada di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Ia memiliki kedekatan keluarga dengan wilayah tersebut karena orang tuanya berasal dari Purwokerto sebelum kemudian menjadi warga Malaysia.


 Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa UMKM desa tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran. Melalui kunjungan langsung, mahasiswa dapat melihat bagaimana pengetahuan, kreativitas, dan potensi sumber daya lokal dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.


 Bagi Desa Munding, keterlibatan perguruan tinggi dan mahasiswa internasional juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi desa, sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara masyarakat lokal dengan generasi muda dari berbagai negara.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)