ak
BOYOLALI Suarakpk.com.– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Boyolali terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Boyolali Makmur. Salah satunya dilakukan dengan menggelar pelatihan budidaya sekaligus menyerahkan bantuan ternak domba kepada warga di Kecamatan Nogosari.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Nogosari, Kamis (10/9/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Baznas Kabupaten Boyolali Drs. Jamal Yazid, Camat Nogosari Sarwanto, jajaran Baznas, serta para penerima manfaat.
Program tersebut menyasar 15 penerima bantuan. Masing-masing penerima mendapatkan dua ekor domba betina dalam kondisi bunting, berikut kandangnya. Bantuan ternak tersebut selanjutnya diantarkan hingga ke rumah masing-masing penerima.
Kepala Baznas Kabupaten Boyolali Drs. Jamal Yazid menyampaikan bahwa bantuan melalui Program Boyolali Makmur merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat. Bantuan ternak diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha produktif bagi penerima.
Menurutnya, pemberian ternak juga disertai dengan pelatihan budidaya agar penerima memiliki bekal dalam melakukan pemeliharaan secara baik, mulai dari pengelolaan pakan, kesehatan ternak hingga pengembangan usaha.
Melalui pola pemberdayaan tersebut, bantuan domba diharapkan dapat berkembang biak sehingga jumlah ternak yang dimiliki penerima bertambah dan pada akhirnya mampu membantu meningkatkan pendapatan serta perekonomian keluarga.
Sementara itu, Camat Nogosari Sarwanto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Boyolali serta Baznas Kabupaten Boyolali yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat melalui program pemberdayaan tersebut.
Ia berharap bantuan yang telah diterima masyarakat benar-benar dipelihara dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
“Semoga bantuan ini bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Sarwanto.
Sarwanto juga berpesan agar domba bantuan tersebut tidak langsung dijual. Para penerima diminta merawat dan mengembangkan ternaknya terlebih dahulu sehingga dapat berkembang biak dan memberikan manfaat yang lebih besar.
“Pelihara dengan baik dan manfaatkan dengan baik. Jangan langsung dijual, supaya bisa berkembang biak dulu,” pesannya.
Dalam kegiatan tersebut, para penerima juga mendapatkan pembekalan mengenai budidaya dan manajemen pemeliharaan domba. Materi mencakup pengelolaan pakan, kesehatan ternak serta cara mengembangkan usaha peternakan agar dapat berjalan secara produktif dan berkelanjutan.
Salah seorang penerima bantuan, Sumeri, warga Titang, menyambut baik bantuan yang diberikan Baznas. Dua ekor domba dalam kondisi bunting beserta kandangnya dinilai menjadi modal awal yang cukup berarti untuk dikembangkan sebagai usaha ternak.
Program Boyolali Makmur sendiri diharapkan mampu mengubah bantuan zakat menjadi modal pemberdayaan yang terus berkembang. Dengan adanya ternak yang bisa berkembang biak dan dikelola secara serius, penerima manfaat diharapkan secara bertahap dapat menjadi lebih mandiri secara ekonomi.
Bagi Baznas Boyolali, penyaluran bantuan tersebut bukan sekadar menyerahkan hewan ternak kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian melalui usaha produktif. Dengan pengelolaan dan pendampingan yang baik, ternak yang diberikan diharapkan dapat berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi keluarga penerima.(Wawan/red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar