![]() |
Andi Setyoningrum,S.Pd. (SDN 1 Manggungsari, Kec.Weleri, Kab.Kendal) |
Merdeka! Bulan Agustus adalah bulan istimewa yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Tak heran mulai dari masyarakat kalangan bawah sampai elit mengadakan perayaan dan berbagai festival untuk menyambut hari kemerdekaan. Namun, apa kabar dengan dunia pendidikan yang selalu dikaitkan dengan kualitas suatu bangsa.
Dari yang paling bawah di mulai dari tingkat Sekolah Dasar. Apakah pendidikan di Sekolah Dasar sudah sesuai dengan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia seperti yang tertuang pada alinea keempat Pembukaan UUD 1945, yaitu mencantumkan frasa "mencerdaskan kehidupan bangsa"? Jawabannya adalah tanyakan pada diri kita masing-masing.
Seyogyanya pembelajaran di Sekolah Dasar pada umumnya sudah berkiblat dan berpusat pada kurikulum yang dicanangkan oleh pemerintah. Seperti hal nya topik yang sangat hangat yaitu TKA. Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) diadakan berdasarkan ketentuan resmi program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam rangka memotret capaian belajar peserta didik pada mata pelajaran dasar seperti bahasa Indonesia dan matematika. Akan tetapi hasil dari pelaksanaan TKA masih jauh dari yang di harapkan.
Pelaksanaan TKA memang tidak bersifat wajib, namun TKA menjadi penting tatkala digunakan sebagai bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas sistem pembelajaran di satuan pendidikan. Jika hasil TKA masih jauh dari yang diharapkan, lantas bagaimana strategi yang dapat digunakan untuk mendongkrak kualitas pendidikan yang tidak hanya berfokus paada TKA saja tetapi juga kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Lagi-lagi literasi dan numerasi. Betul, dengan keterampilan literasi dan numerasi peserta didik memiliki kemampuan membaca, memahami, dan memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi sehingga mampu dan terbiasa memecahkan suatu masalah (problem solving). Tentunya literasi dan numerasi tersebut dibalut kedalam bentuk pembiasaan yang konsisten dan berkelanjutan agar mendapat hasil maksimal.
Seperti hal nya di SD Negeri 1 Manggungsari Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal. SD Negeri 1 Manggungsari terletak di sebuah desa yang jauh dari kota. Tiga puluh menit setiap hari Selasa dan Rabu pagi sebelum pembelajaran dimulai selalu melaksanakan kegiatan pembiasaan literasi dan numerasi. Kegiatan tersebut dikemas dalam berbagai metode dan permainan yang menarik dan menyenangkan. Dengan pembiasaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan karakter dan mengasah keterampilan literasi dan numerasi peserta didik serta untuk meminimalisir degradasi mutu pendidikan.
Apakah pembelajaran dan pembiasaan di sekolah saja cukup? Tentu tidak. Kesadaran gerakan literasi dan numerasi nasional sangat menentukan kualitas pendidikan. Sebab pendidikan tidak hanya didapat dari lingkungan sekolah saja. Peran dan dukungan orang tua, keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar sangat menentukan bobot kualitas pendidikan nasional. Sebab literasi dan numerasi dapat dilakukan di mana saja. Maka dapat disimpulkan bahwa kecerdasan suatu bangsa adalah menyatukan kesadaran, kebutuhan, tanggungjawab, dan kewajiban semua warga negara termasuk pemerintah selaku pemangku dan pembuat kebijakan.
Penulis: Andi Setyoningrum,S.Pd. (SDN 1 Manggungsari, Kec.Weleri, Kab.Kendal)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar