KPH Randublatung Bersama BPBD Kab. Blora Tanda Tangani MoU Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

04 Juni 2026

KPH Randublatung Bersama BPBD Kab. Blora Tanda Tangani MoU Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana


 

Blora,suarakpk.com -  Dalam upaya memperkuat sinergi dan koordinasi dalam penanggulangan bencana, Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) RDB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana pada Selasa  (02/06/2026).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Administratur KPH RDB dan Kepala Pelaksana BPBD sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan, pencegahan, penanganan darurat, serta pemulihan pascabencana.

Hadir Dalam Acara tersebut Kepala Pelaksana BPBD Blora, Mulyowati, Adminisdtratur KPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro, Waka Administratur Bambang Sunarto, Segenap Asper Se-Wilayah KPH Randublatung, Tim Reaksi Cepat Bencana Alam BPBD Kab Blora, Perwakilan KRPH, serta perwakilan LMDH se-RPH Jatisumo dan perwakilan Mandor Polter Keamanan.

Kegiatan diawali apel siaga gabungan. Pegawai KPH Randublatung, Polhutmob, Asper, LMDH berdiri satu barisan dengan Tim Reaksi Cepat TRC BPBD Blora. Apel dipimpin langsung Kepala Pelaksana ) Kalak BPBD Blora, Mulyowati.

Usai Apel Siaga, Administratur KPH RDB menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya yang berkaitan dengan kawasan hutan dan lingkungan.

"Melalui penandatanganan MoU ini, kami berharap terjalin koordinasi yang lebih efektif antara KPH RDB dan BPBD dalam upaya pencegahan, mitigasi, serta penanganan bencana. Sinergi ini penting untuk melindungi masyarakat, kawasan hutan, dan sumber daya alam dari dampak bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu," ujarnya.

Demikian juga Mulyowati usai apel siaga menyampaikan materi kebencanaan. Intinya: deteksi dini, respon cepat, masyarakat jangan main api. Momen penting lalu terjadi, penandatanganan MoU antara KPH Randublatung dan BPBD Blora.

"Saya ingin berterima kasih pada Pak Rovi. Alhamdulillah apel siaga tadi sudah dilaksanakan, terus kita MoU. Mudah-mudahan dengan MoU ini kita bersinergi terus setiap menghadapi kebencanaan," ujar Mulyowati.

Lebih lanjut Mulyowati mengapresiasi komitmen KPH RDB dalam mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah. "Kerja sama ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor yang sangat dibutuhkan dalam manajemen bencana. Dengan dukungan KPH RDB, kami merasa optimis dalam kesiapsiagaan, hingga penanganan darurat dapat dilaksanakan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi," katanya

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Blora membawa mobil tangki, tim TRC lengkap, dan siap melatih Perhutani.

"Kemarin koordinasi dengan tim. Alhamdulillah TRC, mobil tangki kebakaran, personil siap. Nanti ilmu ini ditularkan ke bapak-bapak Perhutani Randublatung," tegasnya.

Puncak acara: simulasi penanganan karhutla. Dipimpin TRC BPBD Blora, Agung Tri. Teori disampaikan, langsung dipraktekkan pegawai Perhutani di lapangan Jatikusumo. Cara bikin sekat bakar, padamkan api, sampai evakuasi.

Adm KPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro menjelaskan kenapa Jatikusumo dipilih. Lokasinya tengah-tengah, strategis buat kumpul tim utara-selatan. Plus, pohon jati di sini umur 30 tahun. Pertumbuhan kurang bagus karena tanah. Jadi contoh nyata: hutan harus dijaga untuk ekonomi, ekologi, dan sosial.

"Hutan fungsinya tiga pilar. Kalau cuma ekonomi, pohon kecil bisa digarap. Tapi ekologi rusak, sosial kena dampak. Warga sekitar yang banjir dan longsor," kata Rovi.

Mulyowati dan Rovi kompak memberi pesan ke warga desa hutan: jangan bakar apa pun di hutan. Cari rumput boleh, kumpulkan daun kering boleh, tapi jangan dibakar lalu ditinggal.

"Kalau bakar-bakar ditungguin. Musim kemarau riskan banget. Kebakaran nggak cuma di pekarangan, di rumah juga bahaya. Siapa yang tanggung jawab kalau ditinggal?" imbau Mulyowati.

Rovi menambahkan, titik rawan ada di lokasi tanaman jagung. Sisa kelobot, alang-alang kering, daun rontok tebal itu bahan bakar sempurna. Ditambah ulah oknum cari telur merak dengan cara bakar semak.

"Intinya, Blora selatan udah siaga. MoU jadi ikatan, simulasi jadi bekal, Kita jadi garda terdepan. Karhutla dilawan sebelum asap mengepul," tandasnya

Musim kemarau datang, siaga dikencangkan Perum Perhutani KPH Randublatung bersama BPBD Kabupaten Blora gelar Apel Siaga dan Penanggulangan Bencana di RPH Jatikusumo, BKPH Kedungjambu. Hutan jati Blora dijaga bareng-bareng.(Dwi/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)