Ngabuburit dan Orasi Kebangsaan Lintas Iman Bersama 200 Tokoh Lintas Agama - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

08 Maret 2026

Ngabuburit dan Orasi Kebangsaan Lintas Iman Bersama 200 Tokoh Lintas Agama


 


Yogyakarta, Suarakpk.com- Ngabuburit dan orasi kebangsaan lintas iman bersama 200 tokoh lintas agama di gereja Maria Bunda gAllah di Maguwoharjo Sleman dalam rangka merawat kebhinekaan menyemai kerukunan yang menghadirkan tokoh Islam Gus Miftah Maulana Habiburrahman dan Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo, SH, M. Sos, M.M pada hari Sabtu tanggal 7 Maret 2026. 


Dalam kegiatan ini dibagaikan 200 buku karya Miftah Maulana Habiburokhman dengan judul "Merawat Kebhinekaan Menyemai Kerukunan "


Buku tersebut terinspirasi dari keadaan kegelisahan yang mendalam tentang kondisi kebangsaan. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak peristiwa intoleransi yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan kita. Perusakan rumah ibadah, penolakan terhadap pembangunan gereja, pelarangan ritual dan perayaan keagamaan minoritas, hingga ujaran kebencian di media sosial menjadi fenomena yang terus berulang.


Semua itu menjadi tanda tanya besar mengapa bangsa yang menjunjung tinggi Pancasila sebagai ideologi dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika masih bergumul dengan luka intoleransi yang tak kunjung sembuh. Perlunya refleksi terhadap berbagai kasus intoleransi yang terjadi di Indonesia dunia nyata hingga dunia maya, intoleransi muncul dalam berbagai bentuk terkadang sebagai serangan fisik dan juga bisa berupa kebijakan publik yang diskriminatif, atau terkadang dalam komentar penuh kebencian di media sosial,


" Saya percaya bahwa kerukunan tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri, la harus dirawat, dijaga, dan diperjuangkan oleh semua elemen bangsa, tokoh agama, masyarakat sipil, dan individu warga negara. Tanpa perlawanan yang kolektif terhadap intoleransi, kita akan kehilangan rumah besar bernama Indonesia, yang seharusnya menjadi tempat aman bagi siapa pun untuk hidup dan beribadah sesuai keyakinannya" tegas Gus Miftah


Pentingnya kerukunan, harmoni, inklusifitas, dan Iiterasi toleransi. Banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa ujaran kebencian yang dilontarkan di dunia maya dapat memicu api di dunia nyata. Literasi digital tentang toleransi harus diajarkan sejak dini di sekolah dan keluarga agar generasi muda menjadi agen perdamaian, bukan penyebar kebencian.


Namun, literasi saja tidak cukup jika negara tidak hadir melalui regulasi yang adil. Peraturan Bersama Menteri (PBM) No. 8 dan 9 Tahun 2006 yang selama ini menjadi acuan terbukti belum mampu melindungi hak-hak minoritas dengan baik. 


Selanjutnya Brigjen TNI Bambang Sujarwo menambahkan dalam orasi tersebut perbedaan dalam suatu negara baik itu suku agama dan ras adalah merupakan identitas bangsa yang perlu dijaga dengan toleransi sebagai kekuatan bangsa dengan cara saling menghormati menghargai sesama tidak hanya di ucapan  tetapi diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menciptakan kedamaian dan kerukunan di lingkungan kita. 



"Saya menghimbau kepada seluruh pemeluk agama agar saling menghormati, menghargai dan menjunjung tinggi toleransi dan apabila ada masalah selesaikanlah dengan cara bermusyawarah untuk menemukan jalan yang terbaik sehingga kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara dapat terwujud menjadi negara yang Ayom-Ayam Toto Titi Tentrem" Pesan Bambang Sujarwo. (Gunawan/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)