SURABAYA, suarakpk.com – Pagelaran Budaya Tosan Aji Nusantara yang menampilkan berbagai pusaka keris dari para kolektor, empu, serta komunitas pecinta tosan aji dari berbagai daerah dibuka sejak hari senin, 17 November 2025 dan akan berlangsung hingga hari Jum’at, 21 November 2025, di Balai pemuda Surabaya.
Pantauan di lapangan, menampilkan berbagai pusaka keris juga diramaikan dengan lelang keris maupun pusaka yang lain seperti tombak dan juga beberapa macam benda pusaka dan juga lukisan, di gelar pada hari ini Rabu (19/11/25) juga adanya pemberian 10 Piagam penghargaan untuk peserta yang dinilai memiliki karya dan koleksi terbaik.
Ketua Yayasan Penyelenggara Pameran Tosan Aji, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH).Dr. H. Andi Budi Sulistijanto, S.H., M.I.Kom biasa disapa Gus Andi menyampaikan, bahwa kegiatan diadakan sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus memperluas wawasan masyarakat tentang nilai historis dan filosofis keris.
“Melalui pagelaran ini, kami berharap masyarakat semakin mengenal dan mencintai keris sebagai warisan budaya Nusantara. Tidak hanya sebagai benda pusaka, tetapi juga sebagai hasil karya seni yang penuh makna dan nilai sejarah,” ujarnya.
Gus Andi mengatakan, bahwa dengan diadakannya acara ini, diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan antara pecinta tosan aji, sekaligus mendorong generasi muda untuk turut melestarikan budaya keris. Selama lima hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti berbagai agenda seperti bincang budaya, demonstrasi pembuatan keris, serta sesi edukasi tentang filosofi tosan aji.
“Pagelaran Budaya Tosan Aji Nusantara tahun ini diharapkan mampu meningkatkan apresiasi publik sekaligus memperkuat posisi keris sebagai salah satu identitas budaya bangsa,” katanya.
Dijelaskan Gus Andi, bahwa pameran ini juga akan dilaksanakan sesi dialog perkerisan Nasional pada hari Kamis, (20/11/25) dengan menghadirkan narasumber Prof.Dr.Burhan Bungin Guru besar Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra Surabaya.
“Dalam acara pameran ditutup pada tanggal 21 November 2025, menggelar acara Tumpengan dalam rangka menyongsong peringatan 20 tahun penetapan Keris sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO Akui Keris Indonesia sebagai warisan budaya dunia yang dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai komunitas dan kalangan di Jawa Timur dan juga mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya juga menghadiri acara ini,” jelasnya.
Gus Andi menandaskan, bahwa dengan beragam kegiatan yang edukatif dan bernilai budaya tinggi.
“Pagelaran Budaya Tosan Aji Nusantara diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus mendorong apresiasi masyarakat terhadap keris sebagai bagian penting identitas budaya Indonesia,” pungkasnya. (001/Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar