KAB. SEMARANG, suarakpk.Com - Tim KKN Reguler Posko 10 UIN Walisongo Semarang menghimpun sampah rumah tangga di Dusun Ngagrong, Desa Karanganyar, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang dengan menggandeng Karang Taruna Ngagrong Minggu (18/10/23). Sebanyak 15 remaja Karang Taruna Dusun Ngangrong terjun bersama dengan tim KKN untuk menyukseskan kegiatan rutin bulanan dari Bank Sampah Ngagrong. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Karanganyar. Selain itu, adanya bank sampah juga dapat menyadarkan warga Desa Karanganyar untuk peduli terhadap lingkungan yang sehat, rapi dan bersih, “Posko kami berinisiatif untuk menggerakkan kegiatan Bank Sampah Ngagrong yang sempat vakum beberapa bulan berdasarkan dari laporan warga. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk berkolaborasi aktif dengan para remaja karang taruna.” Ungkap Aghnia selaku koordinator program bank sampah.
Mahasiswa KKN UIN Walisongo dan remaja Karang Taruna berkeliling dari rumah ke rumah untuk menjemput barang bekas milik warga. Sampah yang diambil dari setiap rumah warga berupa kardus bekas, botol bekas dan perkakas rumah tangga yang tidak layak pakai seperti televisi, payung, dan kipas angin. Selanjutnya, sampah yang terakumulasi dari setiap rumah akan disortir di dalam Bank Sampah Ngagrong.
Proses penyortiran dilakukan di dalam kotak pemisah sampah yang dikhusukan untuk memudahkan dalam pemilahan sampah yang layak diperjualbelikan. Sampah yang telah dipilah kemudian dimasukkan ke dalam bagor sesuai jenisnya. Akan tetapi, terdapat beberapa jenis sampah yang harus dipipihkan seperti botol minuman sehingga akan meringankan dalam penataannya.
Pendistribusian sampah yang telah tertata diangkut dengan mobil pick up dan disetorkan kepada pihak pembeli. Bank Sampah Ngagrong telah memiliki 2 mitra yang bergerak untuk menampung barang bekas rumah tangga, yaitu di Ungaran. Penghasilan yang didapatkan dari penjualan sampah berkisar 300 ribu rupiah yang akan disimpan sebagai kas dusun, “Biasanya kita bisa ngantongin 300 ribu dari hasil ngepul barang bekas warga. Lumayan kalau misal ada acara besar untuk dusun seperti 17 Agustusan, kita bisa pakai dananya. Jadi tidak perlu iuran besar untuk acara warga.” Tutur Nando, anggota Karang Taruna Dusun Ngagrong.
Bank Sampah yang telah digerakkan oleh Karang Taruna Ngagrong harus terus dilestarikan dan difasilitasi oleh seluruh pihak Desa Karanganyar sehingga mampu memberikan pemasukan lain dari warga desa. Nia, selaku Ketua Karangtaruna Desa Ngagrong memberikan apresiasi terhadap Tim KKN UIN Walisongo Semarang atas partisipasi aktif dalam pemilahan sampah warga, “Saya dan teman-teman berharap semoga ke depannya teman-teman yang mengabdi di desa kami mau ikut serta menggerakkan kegiatan bank sampah sehingga kami dapat termotivasi untuk terus memajukan kegiatan ini.” Pungkasnyanya. (Mujib/Putri Rabiatul/red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar