GROBOGAN, suarakpk.com - Permasalahan sampah masih menjadi biang masalah bagi kesehatan lingkungan akibat dari polusi yang ditimbulkan. Kurangnya wawasan pengetahuan masyarakat mengenai sampah berimbas pada faktor kesehatan lingkungan yang buruk. Kebiasaan buang sampah di sembarang tempat, masih sering terjadi dan kita jumpai di mana - mana. Atau sering pula masyarakat yang membakar sampah, tanpa memperhatikan faktor keselamatan dan bahaya terhadap polusi udara.
Sebuah lembaga berbadan hukum koperasi berkedudukan di Desa Suru Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan, telah beroperasi dengan menjalankan program kerjanya fokus pada permasalahan sampah. Adalah Primer Koperasi Pengelola Sampah Grobogan ( PKPS ) berdiri berdasarkan Surat Akte pendirian yang disahkan Kementrian Hukum dan HAM Nomor : AHU-001479.AH.01.26 TAHUN 2022 dengan visi dan misi khusus tentang masalah penanggulangan sampah khususnya di wilayah kerjanya di Kabupaten Grobogan. Ketua PKPS Grobogan, Kristiani SH, S. PD, didampingi H. Much. Kurdi selaku bendahara, ditemui Media SUARAKPK seusai rapat kerja Pengurus ( 29/03/2023 ) di kantornya, mengutarakan visi misi koperasi yang dipimpinnya. " Koperasi ini didirikan memang, khusus untuk mengatasi masalah sampah, agar masyarakat sadar akan pentingnya pengelolaan sampah dengan benar dan menjadi berdaya guna, " ujarnya. Lebih lanjut pihaknya menjelaskan didirikannya sebuah wadah berupa lembaga koperasi tersebut atas dasar keprihatinan lingkungan yang sering timbul akibat managemen sampah yang tidak benar yang cenderung merugikan masyarakat luas sebagai akibat minimnya pengetahuan tentang sampah.
" Sampah itu hendaknya justru harus mendatangkan manfaat bukan malah menjadi problem, " lanjutnya.
Dengan berdirinya PKPS, dirinya berharap, nantinya masyarakat bisa bergabung menjadi anggota koperasi dan selanjutnya mendapat pembinaan,dan hal ini akan menjadi nilai tambah. " Kedepan PKPS diharapkan menjadi pelopor koperasi dibidang lingkungan hidup dan para anggota akan menikmati hasil dengan bergabung di koperasi ini, " harapnya.
PKPS bersinergi dengan CV Lobo Kris Unikka, sebuah badan usaha yang bergerak di bidang pengelolaan sampah. Kedua lembaga ini saling berhubungan bekerja sama dan berhasil merubah sampah menjadi bahan produksi bernilai tinggi. Sampah diolah menjadi aneka macam produk jadi yang sangat dibutuhkan masyarakat dan siap untuk dipasarkan. Diantara produk olahannya adalah Pupuk Organik Kompos( POK ), Pupuk Organik Cair ( POC ), aneka bahan bakar mesin dan produksi alat pembersih dapur.
Bahan - bahan mentah didapatkan dari para anggota di sejumlah anggota dan calon anggota , diantaranya berupa kotoran hewan ( kohe ), sampah organik, dan non organik. Pabrik pengolahan sampah terletak di Desa Telawah Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan. Lokasinya yang strategis di tepi jalan raya sangat memudahkan akses ke lokasi tempat pengolahan. Dengan dibantu beberapa karyawan, perusahaan ini mampu menghasilkan puluhan ton produk pupuk organik setiap Minggu. Sedangkan pemasangan sudah menjangkau ke 90 persen desa yang ada di wilayah Kabupaten Grobogan.
Diantara hasil produksi CV Lobo Kriss Unnika yang beda adalah, perusahaan ini mempunyai mesin instalasi pengolahan pengurai limbah. Limbah atau sampah yang di suplai dari para anggota dan masyarakat akan diolah oleh perusahaan. Uniknya mesin ini bisa memilah diantara sampah organik dan non organik. Dari sampah organik dikombinasikan dengan formula lainnya selanjutnya diproses menjadi bahan dasar pupuk organik. Sedangkan, sampah non organik diolah menjadi bahan bakar minyak ( BBM ). Hasil pengolahan mesin ini menghasilkan 2 jenis bahan bakar, yaitu untuk mesin diesel ( solar ) dan kendaraan bermotor ( sejenis bensin ).
" Alat ini belum banyak ditemui, mungkin baru kami di Wilayah ini yang mengoperasikan," ujar salah satu pegawai.
Belum lama ini , seorang anggota dewan dari Komisi 2 DPR-RI, Riyanta SH, tertarik dan meninjau lokasi pabrik pengolahan sampah yang bekerja sama dengan PKPS ini.
Dalam kunjungannya Riyanta mengapresiasi pada Koperasi PKPS Grobogan dalam keberhasilannya menangani problem sampah.
" Ini merupakan solusi, menjawab kelangkaan pupuk di Grobogan, " Katanya.
Menurut ketua PKPS, pihaknya masih mengalami kendala dalam pengembangan dan kemajuan usahanya. Kurangnya dukungan dari pihak Pemerintah setempat , dukungan permodalan dan keterbatasan SDM menjadi tantangannya kedepan.
" Kami mohon dukungan semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah, agar bisa bersinergi dengan kami dalam hal penanggulangan sampah, " harapnya.
Tetapi pihaknya bertekad , sekalipun belum ada dukungan tetap berusaha semaksimal mungkin agar kedepan usaha yang digelutinya mendapatkan respon positif dari masyarakat. " Koperasi kami tetap terus berjuang, dalam mencari solusi agar sampah menjadi komoditas unggul dan bukan lagi menjadi problem di lingkungan, " pungkasnya. ( Hari / red )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar