Pengerjaan Talud Jalan di Dusun Pungkuran Pleret Selain Tanpa Papan Proyek, Para Pekerja Juga Tidak Dilengkapi APD - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

20 November 2022

Pengerjaan Talud Jalan di Dusun Pungkuran Pleret Selain Tanpa Papan Proyek, Para Pekerja Juga Tidak Dilengkapi APD

BANTUL, suarakpk.com -Dalam sebuah pengerjaan proyek fisik yang dibiayai dengan anggaran dari pemerintah, wajib kiranya seorang pemborong/kontraktor memasang papan transparansi atau papan proyek, hal tersebut bertujuan mempermudah warga masyarakat sekitar untuk ikut memantau ataupun mendapat informasi terkait pengerjaan proyek fisik tersebut tanpa harus bertanya, baik itu terkait jumlah anggaran, sumber dari dinas apa serta lama pengerjaan dan siapa yang mengerjakan, selain itu juga dalam rangka mengimplementasikan Undang Undang RI. No 14  Tahun 2014 tentang  Keterbukaan Informasi Publik.

Namun lain yang terjadi dalam pengerjaan proyek talud jalan (bangket) di Utara Dusun Pungkuran Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret Bantul DI. Yogyakarta, Pantauan Tim Investigasi redaksi suarakpk.com dilokasi pada Jumat (18/11/2022), selain tidak adanya papan proyek, dilokasi terlihat jelas seluruh pekerja tidak dilengkapi APD (alat pelindung diri), padahal 2 hal tersebut biasanya tercantum dalam kontrak kerja yang harus dipenuhi oleh pihak pemborong/kontraktor.

Salah satu pekerja yang tidak mau menyebutkan namanya, saat ditanya suarakpk.co. dilokasi  terkait papan proyek menjelaskan jika tidak ada papan proyek, dirinya juga tidak tahu, apakah akan dipasang atau tidak.

"Tidak ada papan proyeknya, kami tidak tahu, mau dipasang atau tidak", jelasnya.

Lebih lanjut saat ditanya terkait kelengkapan KE atau APD, pekerja menjawab dari awal pengerjaan proyek tidak dikasih APD oleh pihak pemborong.

"Kami tidak diberi APD, tidak cuma disini, di pengerjaan yang lain juga tidak ada APD", tegasnya.

Terpantau pula oleh suarakpk.com terkait takaran campuran pasir dan semen juga tidak ada  komposisi yang pasti, karena pekerja tidak memakai ember atau alat lainnya untuk mengukur takaran, hanya pakai sekop dan langsung dimasukan ke mesin molen.

Disisi lain, salah satu warga petani yang berada di dekat lokasi saat diwawancarai menyampaikan jika dirinya juga bertanya tanya itu proyek dari mana dan siapa yang borong, dan untuk pekerja juga dari luar pleret.

"Saya juga bingung, mau tanya gak berani karena pekerja bukan warga sini, itu proyek apa dan siapa yang borong, sampai saat ini saya belum tahu", pungkasnya 

Sampai berita ini ditayangkan, pihak pemborong belum bisa dikonfirmasi lanjut terkait hal tersebut. (jim/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)