SALATIGA, suarakpk.com – Sebagai puncak dilaksanakannya Kelas Literasi Dinas Perpsustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga, hari ini, Jumat (11/11/2022), digelar Expo Literasi Bersama Komunitas Disabilitas dan warga masyarakat yang telah memperoleh ilmu pengetahuan melalui kelas literasi selama 3 bulan.
Selain
Expo Literasi yang dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Kota Salatiga, juga mengukuhkan Ir.Denok Respati Sinoeng sebagai Bunda
Literasi serta Penyerahan Hadiah Pemilihan Duta Baca dan Lomba Inovasi
Perpustakaan Tingkat Nasional Sekolah.
Expo
Literasi didukung oleh komunitas orasi duta baca, penampilan dari Pertuni,
penampilan dari Sahabat Tuli (Pantomim), kunjungan stand, pertunjukan biola
oleh Joyceline Amarita Adityo Putri ( SMP N 3), pertunjukan kesenian tari dari SMP
N 1, pertujukan kesenian tari dari SMP 2, pertunjukan kesenian tari dari MAN
Salatiga, penampilan band Elyna Alfian MAN Salatiga, talkshow fotografi dan
ditutup band Dinpersip. Pada hari Sabtu diisi: lomba mewarnai tingkat TK, Educa
studio sosialisasi penggunaan gadget, penampilan band SMP N 2 dan SMPN 9,
penampilan band Dinoersip, penampilan fashion show dari Macrame, dan ditutup
dengan band Dinpersip.
Kelompok
Literasi Daur Ulang, Rumah Senin Semut Geni, Salatiga Heritage, Sahabat Tuli
Salatiga, Leather Craft, Macrame, Digital Marketing, Komunitas Sentir,
Komunitas Tuna Netra Indonesia.
Dituturkan
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga, Sri Sarwanti, bahwa Expo
Literasi merupakan tindaklanjut atas kelas literasi yang dilaksanakan oleh Dinasnya
selama 3 bulan kepada warga masyarakat, diantaranya Komumitas Tuna Netra dan
Sahabat Tuli salatiga.
“Kegiatan
kami ternyata dilirik Perpustakaan Nasional dan dijadikan pemateri,” tuturnya.
Sarwanti didampingi
sekretaris Dinpersip Adhityo Heru Prabowo mengatakan, bahwa Perpustakaan kini
bukan hanya sekadar buku. Melainkan juga mengajar aneka literasi sebagai upaya
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Expo literasi merupakan
program berbasis inklusi sosial. Kita tidak hanya memberi tempat untuk
mempublikasikan karya. Melainkan juga ajang untuk meningkatkan kesejahteraannya
juga. Secara ekonomi,” katanya
Sarwanti
menjelaskan, bahwa tugas bunda literasi antara lain: mengkampanyekan literasi
melalui berbagai media, membangun kepedulian terhadap keberadapan perpustakaan,
mendukung peningkatan literasi masyarakat.
“Dan
melaporkan kinerja kepada wali kota,” katanya.
Sementara,
Bunda Literasi, Ir.Denok Respati Sinoeng, dalam sambutannya, mengungkapan bahwa
dengan dirinya dipercaya sebagai, Bunda Literasi merupakan langkah baik untuk
sinergitas membangun dan menumbuhkan semangat literasi masyarakat.
“Sinergi
akan terjalin baik antar perpustakaan dan berbagai pihak sebagai upaya
meningkatkan semangat baca masyarakat,” ungkapnya.
Denok
berharap dengan adanya Bunda Literasi di Kota Salatiga, dapat terbentuk
masyarakat yang literat dan meningkatkan daya saing daerah.
“Saya
mohon semua pihak untuk mendukung semangat baca dan literasi masyarakat. Saya
selaku ketua PKK dan buda literasi, berharap tim PKK kecamatan dan kelurahan
mampu meningkatkan semangat literasi anak-anak sejak dini, agar generasi bisa
berkembang secara maksimalkan,” harapnya.
Di
sisi lain, Sinoeng
N Rachmadi menandaskan, keberminatan membaca akan menjadi pembeda dalam
perilaku masyarakat. Tingkat kriminalitas kota ditentukan, luasan alun alun
sebuah kota.
“Semakin luas ruang
publik, semakin sedikit kriminalitas. Dikaitkan dengan layanan baca, maka perlu
diperbanyak taman baca untuk menurunkan kesenjangan sosial,” jelas Sinoeng
dalam sambutannya.
Sinoeng
menadaskan, bahwa semakin banyak ruang baca akan semakin sedikit gesekan yang
terjadi.
“Saya sudah sampaikan kepada Dinas perindustrian untuk dekranasda menjadi anak cabang perpustakaan,” pungkasnya. (001/red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar