Dikabarkan Ada Provokator Terkait Tuntutan Mundur Sekdes, Lurah dan Tokoh Masyarakat Banyuasin Kembaran Purworejo Respon Langsung - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

15 November 2022

Dikabarkan Ada Provokator Terkait Tuntutan Mundur Sekdes, Lurah dan Tokoh Masyarakat Banyuasin Kembaran Purworejo Respon Langsung

PURWOREJO, suarakpk.com - Adanya berita di media online bahwa masyarakat Bayuasin Kembaran Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, yang mendatangi kantor bupati Purworejo untuk meminta kepada Bupati segera menerbitkan rekom pemberhentian Sekdes Bayuasin Kembaran diduga ada pihak yang menjadi provokator, hal tersebut langsung di tanggapi langsung oleh tokoh Agama dan Kepala Desa Bayuasin Kembaran. Minggu ( 12/11/2022)

Diceritakan oleh Tokoh Agama Kyai Haji Marzuki, "Saya pada Tahun 2020 Bulan November sudah mendapatkan foto Sekdes Banyuasin yang tidak mengenakan busana di Raja Ampat, tidak perlu ditanyakan siapa yang mengirim foto, yang penting saya diminta segera mengklarifikasikan kepada Bu Sekdes, waktu itu langsung saya telepon Bu Sekdesnya, saya tanyakan apakah ini fotonya siapa,  bu sekdes menjawab itu foto saya, kok pak kyai punya", ucap Bu Sekdes, di tirukan Kyai Marzuki .

"Saya sampaikan ke Andika Sari bahwa dia punya jabatan melekat, di manapun berada kamu itu di sebut bu carek, walaupun tidak berpakaian dinaspun kamu itu tetep bu Carek, tidak pantaslah seorang publik figur orang yang di tuakan di Bayuasin Kembaran kok seperti itu, ibu kenapa kamu menyontohkan yang tidak bagus,mau foto model apapun tapi jangan di buat story apa lagi di aplood aplod di media massa atau di FB,IG tidak usah, karena Desa Bayuasin Kembaran ini warganya warga yang relijius." Ucapnya Kyai Marzuki,

Masih ucap Kyai Marzuki,Ahirya karena terjadi lagi ada tiga vidio yang saya juga dikirim oleh seseorang akhirnya langsung tak panggil , " Bu, nanti malam habis isya ke tempat saya waktu itu malam Sabtu bersama Kepala Desa Bayuasin Kembaran, saya mau meluruskan ataupun tabayun benarkah ini video panjenengan,di situ di saksikan kepala Desa Bayuasin Kembaran." Betool itu vidio saya, kok pak kyai punya, di jawab pak kyai nggak usah taya dari mana saya dapatnya, Andika Sari mengakui bahwa vidio tersebut saat di jogja.

Ucap Pak kyai Marzuki,saya menyatakan kepada Andika Sari kronologisnya bagai mana, apakah video terus disebarkan sendiri atau  bagaimana, di certakan bahwa Andika Sari saat itu mau mengadakan ulang tahun bersama Bu Wakil Bupati Purworejo ( ibu Yuli Hastuti )di rumah pendopo Kutarjo, di ceritakan bahwa Andika Sari ini ulang tahunnya sama dengan bu Wakil Bupati,terus masakan sudah di persiapkan ternyata, ada wartawan tentang masalah penolakan Abdul Somad di Masjid Agung Kutarjo, akhirnya hidangan itu untuk wartawan akhirnya habis, bilangya bu Andika semacam itu.

Lanjut cerita Kyai Marzuki,Ahirnya, untuk merayakan ulang tahunya di Jogja saja keluar kota, saya taya ke Andika Sari, apakah itu Bu Yuli ikut ke sana bilangnya  Andika Sari "iya",waktu di tempat saya bilangnya" iya".

Akhirnya di diklarifikasikan lagi di rumah pak lurah beda lagi, Andika Sari bilangnya bu Wakil Bupati tidak ikut, jadi Andika Sari dari pernyataan pertama dengan peryataan ke dua sudah beda.

Akhirnya di rumah kepala Desa Bayuasin Kembaran datang BPD, tokoh masyarakat ulama termasuk bu Andika Sari juga datang di rumah Kepala Desa Bayuasin Kembaran ini untuk menyarankan bahwa bu Andika Sari mengundurkan diri saja tetapi saat itu hanya diam tidak mau berkata apa apa. berlanjut terus akhirnya semakin memanas, saya diundang oleh pak lurah bertempat di aula Kecamatan termasuk bu Darminah juga di situ sudah di sarankan oleh pak Camat, tetapi warga tidak menerima perilaku adanya Sekdes di Bayuasin Kembaran.

Setelah itu berlanjut kira-kira 1 minggu 2 minggu makin pemanas setelah memanas BPD mengundang anggotanya mengundang tokoh masyarakat mengundang LPMD di kantor Desa Bayuasin Kembaran waktu itu hari tanggal 11 September, maksudnya biar tidak ada terjadi orasi,pada tanggal 12 nya September hari Senin akhirnya  bu Carekpun dipanggil ke Kantor Desa semua,dari anggota BPD mengarahkan supaya mengundurkan diri saja karena masyarakat sudah sangat resah dari video kamu yang ada di Jogja tersebut,semua anggota BPD yang beranggotakan 7 orang  menyarankan tetapi  tetep dia tidak mau untuk mengundurkan diri   termasuk dari tokoh agama termasuk dari LPMD-nya juga mengarahkan  itu, jawabannya Bu Carek tetep tidak mau" saya jadi sekdes karena hasil daripada seleksi ,maka masalah ini saya serahkan kepada bapak kepala desa" jawaban Sekdes waktu itu, karna tidak mau mengundurkan diri maka masyarakat berduyun duyun ke kantor Desa Bayuasin Kembaran yang hasilnya menuntut supaya pak lurah memberhentikan Andika Sari sebagai Sekdes,akhirnya  sudah di laksanakan olek Kepala Desa diberhentikan secara lisan mulai tanggal 12 September 2022, tapi dalam waktu itu dari perwakilan yang orasi itu dipanggil masuk ke kantor Desa bersama, di sana juga ada pak Camat loano   yang  memberikan arahan arahan terus pak Kades memberikan jawaban, sk-nya kurang lebih 10 hari turun tetapi ternyata regulasinya sangat panjang setelah itu kok enggak datang-datang SK, akhirnya saya sama pak Kades sama-sama pak Wawan datang ke Sekda Purworejo terus datang ke inspektorat pak Kades supaya membuat surat kepada Bupati , supaya pak Bupati Purworejo supaya inspektorat turun ke Bayuasin Kembaran , ternyata pak Bupati belum membuat surat ke inspektorat,tapi karena itu tugas inspektorat untuk mengorek keterangan dari warga akhirnya datanglah inspektorat di Banyuasin Kembaran  selama satu minggu, dari warga warga di panggil  semua membuat cerita, cerita yang  sebenarnya bagaimana akhirnya  dibawa ke inspektorat di sana mau dirapatkan mau di kaji kebenaranya.

Akhirnya ditunggu karena  dari inspektorat kalau sudah melaporkan ke Bupati dan bupati akan segera mengeluarkan surat rekomendasi SK pemberhentian,teryata di tunggu di tunggu tidak kunjung datang rekomnya, masyarakat semakin bertanya tanya terus Ahirnya terjadilah masyarakat kembaran sowan Bupati, sebenarnya tadinya mau 10 orang atau paling banyak 15 orang  tetapi masyarakat kalau cuman sedikit  mungkin tidak di tanggapi,ahirnya yang sowan semua warga.

Kita menuntut kepada Bupati purworejo supaya untuk segera menurunkan  rekomendasi kepada Kapela Desa untuk memberikan SK pemberhentian. Jadi di sini tidak ada unsur provokasi atau provokator dari tokoh agama atau ulama itu semua warga, cuman di sini ada yang mengkoordinir harus ada.

Sementara itu Kepala Desa Bayuasin Kembaran juga menyampaikan, Bahwa di dalam berita itu untuk orasi kemarin ada indikasi untuk menutupi korupsi korupsi di Desa, maka di sini saya mau meluruskan bahwa di berita sebelumnya supaya untuk mengajukan atau mengaudit Desa Banyuasin Kembaran karena apa, bahwa saya di Desa Banyuasin Kembaran dalam hal menjaga pemerintahan Desa itu Saya berusaha profesional di situ saya sampaikan keuangan Desa Insya Allah saya bisa di pertanggung jawabkan.

"Bu Andika belum masuk kurang lebih sekitar 3 bulan, dalam waktu 3 bulan itu saya sama sekali belum mencairkan dana desa tentunya kalau ke atasnya tentunya Bu Carek tahu juga,karena Bu Carek sebagai verifikasi,tentunya mulai dari SPP juga ada tanda tangannya Bu Carek dalam hal pelaksanaan pun Bu Carek juga Tahu, maka dari itu tentunya untuk yang sebelum itu bisa dipertanggung jawabkan", ucap Kepala Desa Bayuasin Kembaran meluruskan dari Mas Darmanto.

"Kalau saya terkait keuangan Desa  kami  sudah berusaha proporsional bahwa di dalamnya juga ada TPK, ada pengadaan barang dan juga ada bendahara desa uang murni di bendahara desa, kalau terkait orasi kemarin murni dari masyarakat masalah kasus pelanggaran etika bukan untuk menutupi keuangan desa", pungkasnya. (Alex/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)