BLORA, suarakpk.com - Kondisi jalan penghubung antara Dukuh Klatak Desa Doplang Kecamatan Jati dengan Kelurahan Ngulung Kecamatan Randublatung yang termasuk jalan Kabupaten Blora sangat mengkhawatirkan.
Jalan tersebut termasuk akses jalan yang menghubungkan kedua kecamatan tersebut. Mulai dari Desa Tobo, Pengkoljagong, Jeruk, Plosorejo, Bekutuk, Kadengan, dan Ngulung.
Jalan tersebut merupakan urat nadi utama bagi warga yang hendak berdagang maupun bepergian, selain itu merupakan jalan alternatif bilamana jalan raya provinsi dari Kecamatan Jati ke Cepu ada masalah seperti truk terguling, jalan alternatif ini sangat bermanfaat bagi yang melintasinya.
Saat suarakpk.com terjun ke lokasi jalan klatak ke ngulung memang benar kerusakan jalan semakin parah, sebelah kanan kiri badan jalan banyak berlubang kedalam rata-rata 10 cm, dan lebar mulai dari perbatasan klatak masuk Desa Tobo, Pengkoljagong, Jeruk, Plosorejo, sampai masuk desa Bekutuk sampai timur jembatan Kelurahan Wulung, ada beberapa titik jalan berlubang. Untuk desa Bekutuk memang sudah di cor sekitar 2 km.
Dari beberapa warga Dukuh Cerme Desa Tobo, DS (30) yang juga pengusaha memohon kepada Pemda Blora lewat dinas DPUPR supaya tahun 2022, dibangun sesuai hasil Musrenbang kecamatan Jati, pada februari 2022. Dimana untuk Jalan Klatak-Ngulung maupun sebaliknya dianggarkan Rp.17.000.000.000, semoga anggaran tersebut bisa di pergunakan untuk memperbaiki jalan sesuai program Pemda blora," harap DS.
DS menambahkan," harapan warga masyarakat akan dibangunnya jalan ini ditahun 2022 sudah yakin, karena termasuk program prioritas bupati Blora Arif Rohman," jelasnya.
Saat menemui Sugiyono kades pengkoljagong, Sabtu (12/03/2022), kepada suarakpk.com juga berharap Pemkab Blora lewat DPUPR memperhatikan aspirasi warga karena jalan klatak - Ngulung merupakan jalan yang strategis, juga jalan alternatif karena beberapa desa juga menggunakan jalan ini untuk ke kota kecamatan maupun ke kabupaten Blora, dan 100% merupaka jalur transportasi perekonomian warga yang dilalui jalan ini, jelas Sugiyono.
(Dwi-bayu/red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar