BLORA, suarakpk.com - Akibat hujan yang cukup deras di wilayah hutan BKPH Kemadoh, dan sekitarnya pukul 17.50 WIB, Selasa (08/03/2022) mengakibatkan banjir di perkampungan di sekitar bendungan kemadoh mengalami kebanjiran.
Banjir besar ini merupakan banjir ke dua kalinya, yang pertama terjadi beberapa tahun lalu.
Rumah warga juga banyak yang terendam, dan juga terjadi lagi merendam rumah Parni (70) yang tinggal di Dukuh Kemadoh Rt 01, Rw 04, Desa Jagong Kecamatan Jati Kabupaten Blora, Parni hanya bisa melihat rumahnya yang terendam banjir, hampir setinggi emper (180 cm).
Warga sekitar bendungan kemadoh tidak menyangka hujan sore itu akan mengakibatkan banjir seperti ini, sampai air meluap melewati pintu air.
Menurut NR (50) warga kemadoh saat dihubungi suarakpk.com melalui pesan WhatsApp menjelaskan,
" Kemungkinan banjir diakibatkan derasnya hujan di hutan, dan ke 2 pintu bendungan tidak mampu menampung air luapan banjir ini, mungkin pintu darurat di bendungan belum dibuka jadi luapan air melebihi batas," jelasnya .
Hal senada juga dibetulkan Kadus kemadoh Edi santoso kepada suarakpk.com,
" Akibat derasnya hujan di hutan BKPH kemadoh KPH Randublatung secara tak terduga mengakibatkan banjir datang secar mendadak, warga tidak mengira akan banjir seperti ini yang mengakibatkan beberapa rumah warga tenggelam terutama yang ada di sekitar aliran sungai Kemadoh," jelas Edi.
Akibat banjir ini mengakibatkan air meluap masuk di pemukiman rumah warga dukuh Kemadoh Desa Jegong, sekitar 9 KK. Rumah warga yang terendam akibat banjir berikut nama korban banjir.
1. Parni dukuh Kemadoh (Rt 01/04)
2. Supadi dukuh Kemadoh (Rt 01/04)
3. Totok Sunaryo dukuh Kemadoh (Rt 01/04)
4. Kemis dukuh Kemadoh (RT 01, RW 04).
5. Warimin dukuh Kemadoh (RT 02, RW 04).
6. Jiyem dukuh Kemadoh (RT 03, RW 04).
7. Ponoman dukuh Kemadoh (RT 03, RW 04).
8. Sardan dukuh Kemadoh (RT 03, RW 04).
9. Suranto dukuh Kemadoh (RT 02, RW 04).
Untuk korban jiwa tidak ada, ternak milik warga bisa diselamatkan ke dataran yang lebih tinggi tetapi untuk perabot rumah tangga ada yang bisa terselamatkan, dan ada juga yang tidak. Pukul18.30 WIB banjir mulai surut.
Totok Sunaryo berharap,
" Supaya tidak ada luapan banjir lagi aliran sungai kemadoh perlu adannya normalisasi karena adanya pendangkalan sungai."
"Kalau di bendungannya tahun lalu sudah di keruk dan dinormalisasi, tapi kalau alur sungai nya belum ya sebenarnya warga yang terdampak memang berada di zona merah, dan sudah menyadari resikonya seperti ini," jelas totok.
Totok menambahkan,
"Solusi mencegah banjir warga harus berani membuka pintu air untuk mencegah banjir lagi bila hujan deras di wilayahnya," ucapnya.
Saat suarakpk.com mengkonfirmasi kepala Desa Jegong Dianto menjelaskan,
" Saya akan melaporkan ke pihak kecamatan dan BPBD kabupaten Blora, mungkin akan ada solusi dari dinas terkait."
"Pihak desa juga memberikan bantuan sembako bagi warga yang rumahnya terendam, dan bersih bersih bersama warga dengan Babinsa, Babinkamtibmas bergotong royong bersama untuk bersihkan lumpur sisa banjir," Jelas Dianto.
(Bayu/red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar