BANTUL, suarakpk.com – Dalam rangka melestarikan budaya, serta adat istiadat nenek moyang yang sudah turun temurun, dilakukan untuk memohon atau berdoa kepada Alah Tuhan Yang Maha Esa, agar dilancarkan dalam mencari rezeki, hidup yang tentram, jauh dari musibah atau wabah penyakit, serta guyub rukun dalam bermasyarakat, warga Padukuhan Sendangsari Kalurahan Terong Kapanewon Dlingo Bantul menggelar kegaiatan Merti Dusun yang berlangsung selama 3 hari mulai dari Senin (25-10-2021) hingga Rabu (27-10-2021) malam.
Pantauan di lapangan, acara merti dusun terbagi dalam beberapa sesi, dimulai pada Senin malam (25-10-2021) diadakan dzikir dan tahlil bersama di pelataran makam Kyai Damarjati Sendangsari, lanjut pagi harinya Selasa (26-10-2021) diadakan senam massal yang dihadiri oleh istri Bupati Bantul Emi Masruroh ,S.Pd dan untuk malam harinya diadakan pengajian akbar dengan menghadikan almukharom Kyai Abdul Rohman dari Kebosungu Dlingo.
Ketua Panitia, Trismiyanto kepada media melalui pesan WhatsApp Rabu malam (27-10-2021), menuturkan, bahwa karena pandemi 2 tahun sebelumnya, acara merti dusun tidak dilaksanakan, dan untuk saat ini karena sudah mendapat izin, maka warga kompak mengadakan lagi.
"Alhamdulilah, untuk tahun ini kami bisa mengadakan acara merti dusun, karena di tahun kemaren ditiadakan oleh sebab pandemi covid,” tuturnya.
Dijelaskan Trismiyanto, bahwa kegiatan merti dusun bersumber dana murni dari iuran mandiri seluruh warga padukuhan Sendangsari dengan di dukung donatur lokal.
“Selain iuran warga, juga donator lokal diantaranya warung Kuliner Semar milik Dukuh Sendangsari Suyadi, S.Sos serta ada bantuan dari Pemerintah Kalurahan Terong," jelasnya.
Trismiyanto mengungkapkan, bahwa di hari Rabu pagi (27-10-2021), juga diadakan Kenduri Akbar, di lingkungan Rt 02, dikatakannya, selain 207 kepala keluarga warga Padukuhan Sendangsari, acara Kenduri Akbar tersebut juga dihadiri oleh orang nomor 1 di Bantul, Abdul Halim Muslih dengan didampingi jajaran Forkompincam Dlingo serta Lurah Terong Sugiyono, SE beserta jajaran pamongnya.
"Tadi pagi saat acara kenduri Pak Bupati juga hadir dengan didampingi Panewu Dlingo, Kapolsek, Danramil serta Lurah Terong, acara berlangsung meriah dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yaitu mencuci tangan, memakai masker dan jaga jarak duduk," ungkap Trismiyanto dengan semangat.
Di sisi lain, Dukuh Sendangsari, Suyadi, menambahkan, jika acara merti dusun tahun ini tidak semeriah tahun tahun sebelum, hal tersebut disebabkan adanya pandemi covid, selain karena jogja masih dalam PPKM level 2 juga untuk pendanaan tidak sebesar dulu, karena saat ini memang ekonomi baru sulit,
"Acara kita bikin sederhana, selain karena masih PPKM level 2, juga dari segi pendanaan kita minim, kan baru massa pemulihan ekonomi," tambah Dukuh Suyadi.
Terpisah, Lurah Terong Sugiyono mengatakan, bahwa dirinya mewakili pemerintah Kalurahan Terong, dengan adanya acara Merti Dusun Sendangsari tersebut merasa senang dan bangga serta berharap akan terpupuk rasa kekompakan, guyub rukun, gotong royong dan disiplin dalam menjaga kebersihan.
"kami merasa bangga dengan diadakannya lagi acara tersebut, karena selain melestarikan budaya adat istiadat, juga menghidupkan seni, serta diharapkan bisa memupuk rasa kekompakan, gotong royong antar warga, serta tidak lupa harus mengedepankan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya, supaya terjaga kesehatan bersama, karena bahaya wabah covid 19 tidak bisa disepelekan," pungkas lurah Sugiyono.
Untuk diketahui, bahwa acara puncak Merti Dusun berlangsung Rabu Malam dengan menggelar pertunjulan wayang kulit semalam suntuk dengan Dalang Ki Kartijo Cermo Raharjo dari Sleman dan dimeriahkan oleh 3 orang pelawak dan seniwati Mbak Tatin, Sihono serta Mbak Olisa, sedang untuk acara tambahan guna menghibur kaum muda dan anak anak juga akan diadakan pagelaran seni jatilan pada hari Minggu (31-10-2021) di wilayah Rt 04 Dusun Sendangsari.
Seperti diketahui wilayah Jogjakarta kaya akan aneka ragam budaya dan adat istiadat, salah satunya kegiatan merti dusun atau bersih dusun yang bertujuan selain bentuk ucap syukur kepada Alloh Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki juga rahmat kenikmatan hidup juga bertujuan melestarikan budaya adat istiadat jawa dari nenek moyang. (Gianto/red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar