Salah satu tokoh masyarakat Desa Rego, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, yang turut dalam pembangunan dan enggan disebutkan namanya, saat ditemui suarakpk.com, belum berapa lama ini, menuturkan bahwa Proyek PLTMH yang dikerjakan sejak Tahun 2017 tersebut, rencananya untuk kebutuhan listrik bagi 160 warga miskin.
Dia menjelaskan, bahwa pinjaman dari Bank NTT Cabang Ruteng sebesar Rp. 560.000.000 ditanggung secara swadaya oleh 160 masyarakat Desa Rego, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, dengan rinciannya, setiap warga memperoleh pinjaman senilai, Rp. 2.900.000 sehingga terkumpul sebesar Rp.464.000.000, dan dari pinjaman tersebut masing-masing dikenakan Biaya Administrasi Bank NTT masing-masing senilai Rp. 100.000,- sehingga jumlah biaya administrasi dari warga ke Bank NTT sebanyak Rp.16.000.000.
“Selain memperoleh pinjaman dari Bank NTT Cabang Ruteng, 160 warga masyarakat juga menyerahkan uang tunai senilai Rp. 80.000.000 dimana rinciannya setiap warga memberikan modal pembangunan senilai Rp.500.000m,-,” jelasnya.
Sementara, saat media suarakpk.com belum lama ini, melihat di lokasi PLTMH Wae Leming, tampak rumah mesin turbin dinding aluminium biru dan saluran air seperti leher angsa sepanjang 115 meter, serta Reservoir dan bronkaptering tak terawat dan tidak dialiri air.
Saat mengkonfirmasi kepada warga masyarakat yang rumahnya terletak 150 meter dari Rumah mesin Turbin, mengatakan bahwa Listrik PLTMH bisa nyala paling lama 2 jam dalam satu malam, setelah air di tampung selama 48 jam. Namun pada musim kemarau, dari bulan April sampai dengan bulan November 2018, Listrik PLTMH Wae Leming macet total, karena tidak dialiri air dan turbin seharga Rp. 450.000.000,- rusak berat, meskipun berulang kali diperbaiki tenaga teknis yang di bayar masyarakat.
“Kami berharap, agar persoalan ini diproses secara hukum, karena masyarakat rugi dan tak berdaya membayar uang kredit dari Bank NTT,” harapnya.
Dikatakannya, bahwa dari proyek tersebut, saat ini, warga masyarakat juga harus berhadapan dengan surat tagihan dan peringatan dari Bank NTT Cabang Ruteng, dikarenakan warga tidak dapat mengangsur pinjaman.
Untuk diketahui, bahwa Program Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydrolic (PLTMH) Cunca Bahan berawal dari warga masyarakat Desa Rego, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, yang mengalami kesulitan air minum bersih dan tidak adanya penerangan listrik PLN.
Beberapa tahun silam, Maret 2017, tokoh masyarakat Desa Rego, Urbanus Nenga, berinisiasi mengundang Koordinator Umum Program Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydrolic (PLTMH) dan Strategic Planning and Action to strengthen climate Resillience of Rural Communities in Nusa Tenggara Timur Province (SPARC) Keuskupan Ruteng, Romo Marselus Hasan,Pr dan didampingi tenaga teknis PLTMH, Budi Yuwono, menggelar musyawarah dan survey Wae Leming, yang berlokasi 3 KM dari Kampung Rego.
Informasi yang dapat dihimpun media suarakpk.com, diperoleh copyan Berita Acara Rapat Sosialisasi Pembentukkan PLTMH Wae Leming Paroki Santu Markus Pateng.
Dalam Berita Acara yang dilaksanakan pada Sabtu, 27 Mei 2017 di Kapela Stasi Rego, menjelaskan antara Romo Marselus Hasan, Pr dengan Urbanus Nenga, bersepakat bersama-sama membangun PLTMH Wae Leming Cunca Bahan Rego. Selain kedua pihak tersebut, dalam kesepakatan juga disaksikan oleh fungsionaris adat setempat, diantaranya Tu'a Gendang Lenggo, Bapak Aloysius Min, Tu'a Gendang Rego, Bapak Abraham Lega, Tu'a Gendang Kengko, Bapak Urbanus Nenga, Kepala Desa Rego, Bapak Evarilus R.R. Biono, Ketua Stasi Rego, Bapak Marselinus Jinda, Kepala SD Katolik Rego, Ibu Maria Helena Soleman, Kepala UPTD Puskesmas Rego, Ibu Emerensiana Hatija, bersama 160 pelanggan listrik PLTMH Wae Leming, mengetahui Uskup Ruteng saat itu, Mgr. Hubertus Leteng,Pr., Ekonom Keuskupan Ruteng, Romo Aloysius Jonson,Pr., Pastor Paroki Santu Markus Pateng merangkap sebagai Koordinator Cabang, Rm. Flavianus A. Baga, Pr dan Tim Investigasi Keuskupan Ruteng, Rm. Ledobaldus Roling Mujur, Pr.
Media suarakpk.com telah berusaha menkonfirmasi Gereja Keuskupan Ruteng, namun hingga berita ini ditayangkan, media suarakpk.com belum berhasil memperoleh konfirmasi secara langsung dari Gereja Keuskupan Ruteng. Nantikan hasil konfirmasi media suarakpk.com dengan Gereja Keuskupan Ruteng. Tim media suarakpk.com NTT akan mengupas tuntas kejanggalan dalam Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydrolic (PLTMH) yang diduga telah merugikan banyak warga masyarakat miskin di Desa Rego, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. (Tim/red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar