Dinpersip Kota Salatiga Kunjungi Rumah Tahanan Negara - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

12 Februari 2021

Dinpersip Kota Salatiga Kunjungi Rumah Tahanan Negara

SALATIGA, suarakpk.com – Dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan pelayanan informasi, kemarin Kamis (11/2), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga menggelar kegiatan kunjungan pembinaan Perpustakaan Khusus di Rumah Tahanan Negara Kota Salatiga.

Dituturkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga, Yayat Nurhayat, AP.,M.Si. melalui Kepala Bidang Pembinaan Dan Pengembangan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga, Siti Khotijah, bahwa Perpustakaan khusus merupakan salah satu jenis perpustakaan yang dibentuk oleh lembaga (pemerintah/swasta) atau perusahaan yang mempunyai misi tertentu dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan lingkungannya, baik dalam hal pengelolaan maupun pelayanan informasi bahan pustaka dalam rangka mendukung pengembangan dan peningkatan tugas dan fungsi lembaga yang bersangkutan maupun sumber daya manusianya.

“Dari beberapa difinisi di atas, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang didirikan oleh lembaga/instansi (pemerintah/swasta) yang berperan menyimpan, mengelola serta menyebarkan informasi guna memenuhi kebutuhan informasi masyarakat,” tuturnya.

Dikatakan Siti Khotijah, bahwa Perpustakaan khusus tidak hanya sebagai tempat menyimpan, mengumpulkan, dan menata koleksi saja akan tetapi didirikannya perpustakaan khusus memiliki beberapa tujuan.

“Perpustakaan khusus bertujuan menciptakan dan memantapkan kebiasan membaca masyarakat, memberikan layanan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka, mengusahakan agar semua anggota masyarakat dapat mengakses segala macam informasi yang tersedia dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan,” katanya.

Lebih lanjut, Siti menandaskan, bahwa tujuan didirikan perpustakaan khusus tidak hanya memberikan layanan kepada pemustaka serta meningkatkan kegemaran membaca, namun juga untuk memperluas wawasan dan pengetahuan pemustaka.

“Hal tersebut sesuai dengan tujuan perpustakaan khusus adalah untuk memenuhi kebutuhan beban perpustakaan atau informasi di lingkungannya dalam rangka mendukung pengembangan dan peningkatan lembaga maupun kemampuan sumber daya manusia,” tandasnya.

Dijelaskan Siti, bahwa fungsi perpustakaan khusus memang berfungsi sebagai pusat dan sumber informasi bagi pemustaka dan sebagai perpustakaan rujukan, pusat deposit, dan pusat sumber belajar masyarakat di lingkungan lembaga induk.

“Dijelaksan, bahwa beberapa fungsi yang dimiliki perpustakaan khusus yakni, sebagai Fungsi edukatif, yang artinya, Perpustakaan khusus menyediakan buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka, sehingga membantu pemustaka dalam mingkatkan minat baca,” jelasnya.

Siti menegaskan, semua informasi yang dimiliki perpustakaan khusus, dimaksudkan agar pemustaka aktif memanfaatkan koleksi secara optimal.

Selain itu, menurut Siti, bahwa fungsi yang dimiliki perpustakaan khusus juga dapat berfungsi informatif, yakni, perpustakaan tidak hanya menyediakan koleksi yang berupa buku-buku saja, tetapi juga menyediakan koleksi lain, seperti majalah, surat kabar, bahkan koleksi berupa non buku seperti VCD.

“Tersedianya koleksi-koleksi itu untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka. Segala informasi yang dimiliki perpustakaan khusus diharapkan dapat menjawab pertanyaan pemustaka akan pentingnya informasi,” tegasnya.

Ditambahkan Siti, Perpustakaan Khusus dapat juga memiliki fungsi rekreatif atau rekreasi secara psikologi. Dia menjelaskan, bahwa Pemustaka dapat berimajinasi dengan memanfaatkan koleksi perpustakaan.

“Selain itu, pemustaka juga dapat mengisi waktu luang mereka dengan membaca novel, surat kabar ataupun majalah yang ada di perpustakaan,” tambahnya.

Diungkapkan Siti, bahwa kondisi masyarakat yang sangat beragam, baik pada tingkat pengetahuan, pendidikan, maupun usianya, membuat sumber informasi yang disediakanpun harus disesuaikan dengan keragaman kondisi masyarakat tersebut.

“Menyelenggarakan pendidikan pemustaka, menjadi sangat penting karena penggunaan perpustakaan menyebabkan tidak banyak pemustaka yang mau memanfaatkan jasa layanan perpustakaan, akibatnya pemustaka kurang tahu tentang kegunaan perpustakaan, begitu juga dengan bahan pustakanya. Sehingga membutuhkan dorongan dan ajakan untuk berkunjung ke perpustakaang, melestarikan materi perpustakaan, baik preventif maupun kuratif, menyediakan sarana atau tempat untuk menghimpun berbagai sumber informasi untuk dikoleksi secara terus menerus, diolah dan diproses,” ungkapnya.

Sementara,
Kasubsi Layanan Tahanan pada Rumah Tanahan Negara, Kota Salatiga, Ruwiyanto, mengaku mengapresiasi upaya Dinas Persip Kota Salatiga yang terus membina dan membantu mengembangkan Perpustakaan yang ada di Rumah Tanahan Kota Salatiga.

Dikatakan Ruwiyanto, bahwa dengan hadirnya Perpustakaan di Rumah Tahanan menjadi warna tersendiri dalam pelayanan dan pengembangan warga binaan yang ada di Rutan.

“Kami terus berusaha mengembangkan perpustakaan rutan ini untuk memberikan layanan Pendidikan kepada warga binaan,” katanya.

Ruwiyanto, mengungkapkan, bahwa Perpustakaan Rutan Salatiga, akan terus berkoordinasi dengan Dinas Persip Kota Salatiga untuk menambah koleksi buku bacaan bagi warga binaannya.

Dirinya menjelaskan, bahwa koleksi buku yang dimiliki Perpustakaan Rutan, selain dari hasil pinjam di Dinas Persip Salatiga, juga merupakan hibah dari Mahasiswa IAIN dan UKSW yang magang di Rutan.

“Warga Binaan di sini menggemari buku bacaan novel, namun kalua bisa, ke depan, lebih diperbanyak buku inpiratif usaha, seperti buku cara beternak, cara bertani bunga maupun buku kreatif lainnya,” harapnya.

Ruwiyanto, kembali mengatakan, sangat berterimakasih perpustakaan rutan mendapat perhatian dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga.

“Pembinaan layanan perpustakaan di rutan, masih membutuhkan bimbingan, pembinaan dari Dinas Persip Salatiga untuk dapat mengembangkan dan memberikan manfaat bagi warga binaan agar lebih kreatif, dengan membaca, warga binaan saat keluar akan menjadi inpirasi berusaha di luar,” pungkasnya.

Untuk diketahui, selain melakukan pembinaan Perpustakaan Khusus di Rumah Tahanan Negara, bahwa Dinas Persip Kota Salatiga juga telah melakukan pembinaan di Perpustakaan Khusus di Setwan, Setda, Pengadilan Agama, BPS. Dan hal ini akan terus dilakukan Dinpersip Kota Salatiga di Perpustakaan khusus lainnya.
Selain itu, kunjungan pembinaan perpustakaan tetap mengedepankan protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak. (001/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)