Ini Penjelasan Perusahaan
KOTAWARINGIN TIMUR, suarakpk.com
– Matinya ikan-ikan
di Sungai Kasai diduga akibat luapan limbah tanggul PT Surya Inti Sawit
Kahuripan (PT SISK) atau PT Makin Grub di Kecamatan Parenggean, Kabupaten
Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Ramainya informasi ini di jejaring media sosial, sehingga
pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, pihak Kecamatan Parenggean dan Polsek
setempat langsung turun ke lapangan.
Lokasi jebolnya tanggul tersebut langsung di police line
pihak Polsek Parenggean untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Kita masih menunggu hasil dari DLH Kabupaten dan hari ini baru mengambil sampel. Yang kita kumpulkan adalah kolam penampungan air
hujan lokasi perusahaan”. Tuturnya.
Akan tetapi, melalui pesan whatsaap, Camat Parenggean Siyono
mengatakan, bahwa pihaknya sudah turun langsung ke lapangan sebagai mana
informasi di jejaring media sosial.
“Disampaikan pihak perusahaan yang jebol tanggul kolam lama. Namun
selanjutnya secara teknis orang DLH Kabupaten cek lapangan bersama Polsek Parenggean.
Selanjutnya kita tunggu hasilnya karena sementara TKP lagi di police line”. Ucap
Camat Parenggean, Jumat (29/01/2021).
Sementara, Noly Hendry selaku Direktur Perusahaan
menerangkan, kolam tersebut meluap karena tanggul longsor akibat hujan pada Selasa
malam atau Rabu dinihari.
“Kolam tersebut bukan kolam yang menampung limbah, tapi kolam
resapan air hujan dan tidak digunakan untuk pengelolaan limbah pabrik”. Tukasnya.
Saat disinggung kenapa kolam tersebut sangat dengan aliran
sungai, Noly menjawab, bawah kolam dibangun sesuai ketentuan yang ada dan dalam
pengawasan dinas serta instansi terkait. Dan ada pemeriksaan serta pengawasan berkala
dari instansi terkait.
“Semua sudah ketentuan dari dinas terkait dan itu dilakukan
pengawasan juga secara berkala”. Tutupnya. (nto)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar