Polisi Police Line Tanggul PT SISK - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

29 Januari 2021

Polisi Police Line Tanggul PT SISK

Ini Penjelasan Perusahaan

FOTO : Didampingi Camat Parenggean dan DLH Kotim, Polsek Parenggean poline line tanggul/kolam PT SISK yang diduga penyebab matinya ikan-ikan di Sungai Kasai.

 

KOTAWARINGIN TIMUR, suarakpk.com – Matinya ikan-ikan di Sungai Kasai diduga akibat luapan limbah tanggul PT Surya Inti Sawit Kahuripan (PT SISK) atau PT Makin Grub di Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

 

Ramainya informasi ini di jejaring media sosial, sehingga pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, pihak Kecamatan Parenggean dan Polsek setempat langsung turun ke lapangan.

 

Lokasi jebolnya tanggul tersebut langsung di police line pihak Polsek Parenggean untuk penyelidikan lebih lanjut.

Saat awak media suarakpk.com mencoba menghubungi Kapolsek Parenggean Iptu Agung Gunawan, ia membenarkan atas kejadian tersebut serta untuk hasilnya masih menunggu dari Laboratorium DLH Kotim.

 

“Kita masih menunggu hasil dari DLH Kabupaten dan hari ini baru mengambil sampel. Yang kita kumpulkan adalah kolam penampungan air hujan lokasi perusahaan”. Tuturnya.

 

Akan tetapi, melalui pesan whatsaap, Camat Parenggean Siyono mengatakan, bahwa pihaknya sudah turun langsung ke lapangan sebagai mana informasi di jejaring media sosial.

 

“Disampaikan pihak perusahaan yang jebol tanggul kolam lama. Namun selanjutnya secara teknis orang DLH Kabupaten cek lapangan bersama Polsek Parenggean. Selanjutnya kita tunggu hasilnya karena sementara TKP lagi di police line”. Ucap Camat Parenggean, Jumat (29/01/2021).

Ia menambahkan, mudah-mudahan cuaca mendukung tidak terjadi hujan secara terus menerus, sehingga air yang mengalir ke sungai tidak menyebabkan ikan mati. Tetapi hasilnya kita tungga hasilnya dari teknis DLH.

 

Sementara, Noly Hendry selaku Direktur Perusahaan menerangkan, kolam tersebut meluap karena tanggul longsor akibat hujan pada Selasa malam atau Rabu dinihari.

 

“Kolam tersebut bukan kolam yang menampung limbah, tapi kolam resapan air hujan dan tidak digunakan untuk pengelolaan limbah pabrik”. Tukasnya.

 

Saat disinggung kenapa kolam tersebut sangat dengan aliran sungai, Noly menjawab, bawah kolam dibangun sesuai ketentuan yang ada dan dalam pengawasan dinas serta instansi terkait. Dan ada pemeriksaan serta pengawasan berkala dari instansi terkait.

 

“Semua sudah ketentuan dari dinas terkait dan itu dilakukan pengawasan juga secara berkala”. Tutupnya. (nto)

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)