FOTO : Kedis Kesehatan Kalteng, dr Suyuti Syamsul saat menyampaikan paparannya dalam acara Webinar KPCPEN yang dilaksanakan di GSP DiskominfoSantik Kalteng.
PALANGKA RAYA, suarakpk.com - Imunisasi merupakan salah satu upaya
tindakan medis yang paling efektif dan efisien mencegah penyakit. Imunisasi
wajib yang selama ini dikenal di kalangan masyarakat yaitu BCG, Hepatitis B,
DPT, Polio dan Campak. Sedangkan imunisasi buatan dilakukan melalui vaksinasi.
Vaksinasi
adalah proses pemberian vaksin yang mengandung bakteri, racun, atau virus yang
telah dilemahkan atau sudah dimatikan. Vaksin merangsang sistem kekebalan tubuh
untuk memproduksi antibodi dan mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme
penyebab penyakit.
“Vaksin
terbuat dari mikroba yang dilemahkan atau mati, toksin atau dari protein
permukaan. Agen dalam vaksin tersebut merangsang sistem imun mengenali dan
menghancurkan mikroorganisme yag terkait dengan agen”. dr Suyuti Syamsul MPPM saat
menyampaikan paparannya dalam acara Webinar KPCPEN yang dilaksanakan di Gedung
Smart Province (GSP) DiskominfoSantik Kalteng, Senin (23/11/2020).
Vaksin
terdiri dari beberapa jenis yaitu vaksin mati, vaksin hidup, vaksin toksoid dan
vaksin biosintetik. Vaksin-vaksin tersebut memiliki kandungan yang berbeda-beda
dan digunakan dengan tujuan yang berbeda pula.
Terkait
perkembangan vaksin Sinovac, dr Suyuti menjelaskan bahwa uji klinis vaksin
tersebut sudah memasuki tahap ketiga. Seluruh proses pembuatan dan penelitian
vaksin tersebut diawasi oleh BPOM untuk memastikan keamanan dan kemanjurannya
sebelum digunakan untuk masyarakat.
“Hasil
uji klinis fase 3 dinyatakan aman dan tidak ditemukan reaksi berlebihan”. Ucap
dr Suyuti.
Sebelumnya,
ada beberapa kandidat vaksin yang akan digunakan untuk vaksin Covid-19 selain
Sinovac, yaitu Sinopharm, Kansino, Astra Zeneca dan Genexine. Semua
vaksin-vaksin tersebut harus lulus beberapa tahapan uji klinis agar dapat
memastikan keamanan dan takaran dosis yang aman. Sebab, keamanan vaksin bagi
masyarakat menjadi prioritas dan tugas utama pemerintah.
Manfaat
pemberian imunisasi vaksin covid-19 ke banyak orang akan membuat imunitas
populasi (Herd Immunity). Selain itu, dapat melindungi orang lain yang belum
atau tidak bisa diberi vaksin seperti bayi atau orang dengan penyakit gangguan
imun. Akan tetapi, penolakan yang luas akan menghambat terciptanya kekebalan
imunitas. Ditargetkan pemberian vaksin Covid-19 ini minimal cakupan 70 persen
dari jumlah populasi.
Pada
kesempatan itu, Kadis Kesehatan Kalteng ini juga mengingatkan agar berhati-hati
dalam menerima informasi, sebab berita Hoax seputar vaksin Covid-19 sudah
tersebar luas di kalangan masyarakat.
“Mayarakat
harus pandai memastikan informasi yang benar. Tinggalkan hal-hal yang tidak
masuk akal, hati-hati untuk membagikan informasi tentang vaksin”. Pesannya. (hms/nto)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar