KAB
SEMARANG, suarakpk.com – Misi Kepala Desa Muncar Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang
dalam mengembangkan desa Wisata nampaknya tidak main-main dan hanya teori
semata. Hal tersebut, ia wujudan di Wisata Ngidam Muncar yang menarik untuk
dikunjungi dan selfie.
Dituturkan,
Kepala Desa Muncar, Khoirudin Bagas bahwa wisata Ngidam muncar dibangun dan
dikembangkan sesuai dengan instruksi Pak Presiden.
“Desa
kita harus berinovasi, tetap berusaha menggali potensi sumber daya Alam, ini
menjadi Prioritas kami, sumber daya alam budaya baik semuanya bisa menjadi ikon
swadaya masyarakat,” tuturnya.
Dikatakan
Khoirudin, bahwa membangun wisata di desanya menjadi tujuan kepemimpinannya.
“Saya
mengajak masyarakat untuk berani mengawalinya, dari hal yang sangat sederhana
sekali yang paling bisa kita lakukan semuanya,” katanya.
Dijelaskan
Khoirudin, bahwa dalam membangun destinasi wisata di Desanya, Dia menggandeng 6
Karang Taruna yang ada, untuk dapat mengembangkan potensi wisata dengan
mendatangkan beberapa konsultan.
“Kita
akan mendatangkan rekan agar dapat memberikan edukasi ke depannya,” jelasnya.
Diungkapkan
Khoirudin, bahwa di Desanya terdapat 6 kebudayaan yang sedang dibangkitkan dan
dikembangkan, salah satunya karawitan.
“Semuanya
ada di sini, pernah kita adakan tari kolosal yang melibatkan lebih 60 orang
tari yang menceritakan tentang sejarah Desa muncar yang dekat dengan kali
Serang,” ungkapnya.
Lebih
lanjut, Khoirudin, menjelaskan tentang orang orang yang saat itu sedang melakukan
perjalanan dan kemalaman di Desa Muncar, kemudian salah satu prajuritnya ada
yang suka dengan wanita desa.
“Lalu
kita buat festival yang besar,” lanjutnya.
Ditandaskan
Khoirudin, bahwa dirinya ingin mengklaim bahwa kali Serang merupakan miliknya
mutlak desa.
“Dengan
mengadakan festival kesenian yang ada di wilayah Bantaran kali Serang pada
tahun kemarin, ternyata ditonton banyak warga masyarakat.
Khoirudin
menjelaskan, untuk mendukung programnya membangun wisata Desa Muncar, dirinya
bersama karang taruna mulai membuat Gazebo dan Nglarangan selosari area.
“Semuanya
Swadaya masyarakat,” pungkasnya. (Erwanto,Ustanul /Red)


mantap bopo..smoga allah meridoi keinginan menjadi desa wisata..semua warga masyarakat pengen desa kita makmur dan di cintai para pengunjung wisata seantero jagad..sukses sll
BalasHapus