FOTO : Bachtiar Effendi menyampaikan bahwa diri siap menghadapi tudingan Martiasi Gawei atas kasus penggelapan, dan dia sudah membentuk tim pengacara dalam kasus tersebut.
PALANGKA RAYA - Komandan KOTI Pemuda Pancasila Kalimantan Tengah dilaporkan ke Polda Kalteng oleh pengusaha kontraktor, Martiasi Gawei SH. Terlapor Bachtiar Effendi SH MH dilaporkan atas dugaan penggelapan uang senilai Rp 1 Miliar.
Saat dikonfirmasi tudingan tersebut, Ketua Forum Masyarakat Adat Dayak (Formad) Kateng ini membenarkan bahwa dirinya dilaporkan oleh Martiasi Gawei SH ke Polda Kalteng atas tudingan penggelapan.
"Benar saya dilaporkan ke Polda Kalteng. Namun atas tudingan saya telah menggelapkan uang dia tidak benar". Kata Bachtiar yang juga sebagai pengacara senior di Kalimantan Tengah ini.
Bachtiar menceritakan, permasalahan awal adalah Heri Susanto menyampaikan kepada dirinya bahwa diri perlu dana Rp 300 juta, kemudian Bachtiar mencoba membantu dengan meminjamkan uang kepada Martiasi Gawei. Martiasi Gawei pun mengiyakan akan meminjamkan uang tersebut dengan persyaratan mengembalikan Rp 390 juta dan semuanya sepakat.
Sekitar beberapa bulan kemudian, kata Bachtiar, temannya Heri Susanto bilang belum bisa mengembalikan uang yang dijanjikan karena sekarang masih memerlukan uang lagi sekitar Rp 600 juta. Dia (Bachtiar) pun kembali berusaha kan mencoba menyampaikan kepada Martiasi Gawei untuk pinjam, Martiasi pun kembali membatu.
"Sehingga total pinjaman Heri tadi senilai Rp 990 juta, namun Heri berjanji akan mengembalikan Rp 1 miliar. Disitu ada dua kwitansi pertama yang Rp 390 juta dan Rp 1 Miliar. Memang Heri dan Martiasi tidak pernah ketemu semua melalui perantara saya. Pinjaman kedua Heri menyerahkan satu sertifikat tanah, sebagai tanda bukti". Ungkap Bachtiar.
Disampaikannya lagi, berselang waktu Heri Susanto pun mengembalikan uang yang dijanjikan senilai Rp 1 Miliar. Sertifikat pun sudah diserahkan Martiasi Gawei, namun ketika diminta kwitansi perjanjian Martiasi Gawei beralasan tercecer.
"Merasa semua sudah beres, saya pun tidak mempermasalahkan kwitansi tadi. Eh namun beselang waktu, saya malah dilaporkan penggelapan dalam kasus ini dan bukti yang disampaikan Martiasi Gawei kwitansi yang disebut tercecer tadi.
Tambahnya, dirinya sudah diminta keterangan sebagai saksi dalam kasus ini. Dia pun siap menghadapi permasalahan dan bahkan sudah menunjuk tim pengecara dalam kasus ini.
"Saya sudah siap menghadapi ini dan sudah menunjuk tim pengacara. Saya minta penyidik dalam kasus ini benar-benar mengedepankan profesionalitas, jujur dan transparan". Pintanya. (nto)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar