PURWOREJO, suarakpk.com – Penerapan Pola
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terus disosialisasikan oleh Pemerintah Kabupaten
Purworejo, bukan hanya kepada warga masyarakat, namun juga kepada semua pengunjung
Pasar Pagi Suronegaran, Purworejo.
Kepala Pasar Pagi Suronegaran, Setyo
Hariyadi, secara tegas memberlakukan wajib masker saat memasuki pasar. Hal ini
dilakukan untuk mencegah masuknya penyakit menular yang belakangan ini, menjadi
perbincangan di seluruh dunia.
Hary sapaan akrab kepala pasar pagi meminta kepada semua masyarakat, untuk tetap menjaga kebersihan dan wajib memakai masker saat memasuki pasar.
Kepala pasar dan petugas pasar di dampingi Babinsa Koramil 01 Purworejo Serka Sugianto, kamis (16/4) pukul 04.00 WIB, tidak memberi izin masuk jika ketemu dgn pengunjung yg tidak memakai masker.
“Hari ini kami berkeliling pasar, mendatangi pedagang dan pembeli untuk menghimbau menggunakan masker saat melakukan transaksi jual beli, ini hari yang kedua memantau pengunjung dan pedagang,” tuturnya
Lebih lanjut, Haty mengungkapkan, selain mewajibkan penggunaan masker bagi pedagang dan pembeli, pengelola pasar juga menyediakan tempat mencuci tangan di beberapa titik, dengan harapan pasar yang dinilai sebagai tempat rawan penyebaran virus bisa diminimalisir.
“Kita akan terus intens melakukan sosialisasi, untuk terus menggunakan masker selam berada di area pasar,” tandasnya.
Hary sapaan akrab kepala pasar pagi meminta kepada semua masyarakat, untuk tetap menjaga kebersihan dan wajib memakai masker saat memasuki pasar.
Kepala pasar dan petugas pasar di dampingi Babinsa Koramil 01 Purworejo Serka Sugianto, kamis (16/4) pukul 04.00 WIB, tidak memberi izin masuk jika ketemu dgn pengunjung yg tidak memakai masker.
“Hari ini kami berkeliling pasar, mendatangi pedagang dan pembeli untuk menghimbau menggunakan masker saat melakukan transaksi jual beli, ini hari yang kedua memantau pengunjung dan pedagang,” tuturnya
Lebih lanjut, Haty mengungkapkan, selain mewajibkan penggunaan masker bagi pedagang dan pembeli, pengelola pasar juga menyediakan tempat mencuci tangan di beberapa titik, dengan harapan pasar yang dinilai sebagai tempat rawan penyebaran virus bisa diminimalisir.
“Kita akan terus intens melakukan sosialisasi, untuk terus menggunakan masker selam berada di area pasar,” tandasnya.
Melalui pengawasan tersebut, Hary
berharap, penggunaan masker dan hidup sehat akan menjadi budaya dalam kehidupan
di lingkungan pasara.
“Diharapkan, ke depan pedagang dan
pembeli akan terbiasa menggunakan masker untuk kesehatan bersama,” pungkasnya.
(Bambang Horas/red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar