BLORA, suarakpk.com – Desa Jati
merupakan desa yang sedang berkembang pesat dibidang infrastruktur, pertanian
dan pendidikan. Setidaknya ada 3 sekolahan tingkat SLTA, yakni SMKN.1 Jati, STM.Albalat,
SLTA Muhammadiyah, dan beberapa SMP Swasta.
Supardi merupakan Kepala Desa Jati yang
menjabat selama 3 periode, saat ditemui suarakpk.com, Rabu (8 /04), dirinya menuturkan
terkait dengan program dana desa, program Nasional Padat Karya Tunai, pekerjaan
pavingisasi di Dukuh Karang, Desa Jati, Kec.Jati Blora.
Diungkapkan Supardi, bahwa penggunaan
dana desa tahap 1 turun 40% digunakan untuk pavingisasi di 4 titik desa Jati yakni,
di dukuh Klanding Rt.01, Rw.03 dengan panjang 220 meter lebar 2.5 meter, dan di
dukuh Karang ada 2 titik, Rt. 02 Rw 4, panjang jalan paving 125 meter lebar 2
meter, dan rt 05 rw 4. panjang jalan paving 140 meter lebar 2.5 meter, dukuh
Bebekan lanjutan 2019.
“Semuanya menggunakan dana desa tahap 1.
Dengan panjang jalan paving 307 meter dan lebar 3 meter, dengan kualitas paving
K3, T6, sesuai dengan Rab,” ungkapnya.
Terkait dengan tenaga pembangunan, dijelaskan
Supardi, bahwa untuk tenaga kerja semuannya lokal, dengan ongkos kerja untuk
pekerja Rp 70.000 dan Tukang Rp 90.000.
“Saya sudah berusaha bekerja sebaik
mungkin dan penggunaan dana desa juga sudah dimaksimalkan untuk program padat
karya tunai di desa Jati,” ucapnya.
Lebih lanjut, Supardi menjelaskan, bahwa
sebelum program jalan paving dikerjakan, dirinya bersama TPK dan Tim desa
selalu berkoordinasi untuk pelaksanaan di lapangan agar supaya tidak muncul
kendala dalam Program Nasional Padat Karya Tunai yang bersumber dari dana desa
tahun 2020.
Di sisi lain, salah satu warga dukuh
Karang, Jayadi mengaku merasa sangat senang, tahun ini jalan lorong di lingkunganya
sudah dipaving dari dana desa dan pekerjaannya juga warga lingkungan dukuh
karang sendiri.
“Kalau hujan jalan lorongnya sudah tidak
bebek lagi,” pungkasnya. (Dwi/red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar