YOGYAKARTA,
suarakpk.com - Corona Virus atau 2019-nCoV sedang mengkhawatirkan banyak pihak,
Virus corona yang tercatat penyebaranya berasal dari Wuhan, Cina kini dilaporkan
telah menyebar ke berbagai negara dan banyak korban berjatuhan.
Untuk memahami dan
mengantisipasi bahaya virus corona ini, Sekolah Tinggi Kesehatan Panti Rapih (STIKes PR) DIY, Jumat
(06/03/2020), mengadakan kuliah umum dengan mengusung tema “Kewaspadaan
dan Tatalaksana Novel Corona Virus” dengan narasumber dari Dinas Kesehatan
Sleman Dr.Novita Krisna.
Kuliah umum yang
diikuti oleh semua Dosen STIKes Panti Rapih, Mahasiswa dan mahasiswi dari prodi
S1 Gizi, S1 Ners, dan D3 Keperawata. Acara dimulai pukul 10.00 Wib di aula
STIKes Panti Rapih Gedung Carolus Kampus 2, STIKes Panti Rapih yang terletak di
Jl. Tantular No.401, Pringwulung, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam kuliah umum
tersebut, Dr.Novi menerangkan bahwa “Corona Virus merupakan virus baru penyebab
penyakit saluran pernafasan, diungkapkannya, bahwa virus corona ini masih
kerabat dengan SARS dan MERS.
“Gejala klinis
yang ditimbulkan dari virus corona ini seperti demam, batul dan pilek, gangguan
pernafasan, letih, lesu, dan sakit ditenggorokan,” ungkap Dr.Novi.
Dijelaskan Novi,
bahwa untuk pencegahannya, diharapkan masyarakat agar sering mencuci tangan
memakai sabun anti septik, gunakan masker bila batuk dan pilek, konsumsi gizi seimbang
dengan beraneka ragam makanan, sering berolahraga dan beraktifitas fisik.
“Jangan konsumsi
daging yang tidak dimasak, hati-hati kontak dengan hewan peliharaan, ternak dan
hewan liar, bila ada yang merasakan gangguan kesehatan segera ke faskes
terdekat,” jelasnya.
Sedangkan cara
penularannya, lanjut Novi, selain itu melalui droplet, peralatan yang tercemar.
Sementara, salah
satu Mahasiswi dari S1 Ners dalam Kuliah Umum tersebut menayakan tentang Kehidupan
Corona Virus.
“Yang saya tahu
corona virus itu hanya bisa hidup di suhu kurang dari 30` C, bila masuk ke
tubuh manusia apakah corona virus itu masih bisa hidup,” tanya seorang
mahasiswi.
Dr.Novita membenarkan,
bahwa untuk suhu di luar tubuh manusia, itu memang benar, menurutnya, bila
sudah masuk ke dalam tubuh manusia dan menyebabkan infeksi maka virus itu akan
tetap hidup.
Sementara, dalam
sesi tanya jawab tersebut, mahasiswa dari S1 gizi juga melontarkan pertanyaan,
bahwa di Indonesia banyak pecinta binatang, maka dari itu apa yang bisa kita lakukan
untuk memastikan hewan peliharaan kita, para pecinta reptile itu terbebas dari
corona virus dan bila terkena corona bagaimana ciri-cirinya?
Ditandaskan oleh Dr.Novita
bahwa yang harus dilakukan untuk melindungi peliharaan dari corona, harus rajin
membersihkan kandang hewan, memandikan hewan peliharaan, dan memberikan makanan
yang sehat untuk hewan peliharaan.
“Dan bila hewan
peliharaan anda memperlihatkan gejala yang aneh segera periksakan ke dokter
hewan atau klinik hewan terdekat,” tandasnya. (Bayu/red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar